Senin, 02 November 2026
02:13 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Ibex walia

Ibex walia

Bagikan:
Ibex walia
250px-Walia_ibex_3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jantan
250px-Female_Walia_Ibex%2C_Simien_Mts%2C_Ethiopia_%287155770258%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Betina dengan anakan
Taman Nasional Pegunungan Semien, Ethiopia
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Bovidae
Subfamili: Caprinae
Tribus: Caprini
Genus: Capra
Spesies:
C. walie
Nama binomial
Capra walie
Rüppell, 1835
250px-Capra_walie_distribution.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies (hitam)

Ibex walia[2][3] (Capra walie, Ge'ez: ዋልያ wālyā) adalah sebuah spesies terancam dari ibex, menjadi yang paling selatan persebarannya di antara semua jenis ibex. Hewan tersebut terkadang dianggap subspesies dari ibex alpen.[4] Jika populasinya meningkat, habitat pegunungan di sekitarnya hanya akan cukup untuk menampung 2.000 ekor ibex. Ibex walia dewasa diketahui hanya diburu oleh hyena dan macan tutul. Namun, ibex walia muda diburu oleh berbagai spesies rubah dan kucing. Pada akhir 1990-an, statusnya berubah dari genting ke terancam kritis karena menurunnya populasi. Spesies ini juga dikenal sebagai ibeks abisinia.[5][6] Karena sebarannya yang kecil dan hanya dapat tinggal di ekosistem pegunungan, hadirnya banyak kambing domestik dapat menjadi ancaman serius bagi kelangsungan spesies ini.[7]

Referensi

  1. ↑ Ejigu, D. (2020) [errata version of 2020 assessment]. "Capra walie". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2020 e.T3797A178652661. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-2.RLTS.T3797A178652661.en. Diakses tanggal 26 April 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Ibex, Kambing Gunung yang Mahir Memanjat Dinding". Republik Eusosialis Tawon. Diakses tanggal 2025-11-29.
  3. ↑ Oktavianto, Pradhipta (2023-06-20). "Ini 5 Fakta Mind-Blowing Kambing Ibex, Jago Memanjat!". IDN Times. Diakses tanggal 2025-11-29.
  4. ↑ BERIHUN GEBREMEDHIN; GENTILE FRANCESCO FICETOLA; ØYSTEIN FLAGSTAD; PIERRE TABERLET (2010). "Demography, Distribution and Management of Walia Ibex (Capra walie)". Galemys. 22 (especial): 421–432. doi:10.7325/Galemys.2010.NE.A26. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-10-18. Diakses tanggal 2025-04-04.
  5. ↑ "Endemic Animals of Ethiopia".
  6. ↑ "Encyclopedia Britannica, "Ibex"".
  7. ↑ Berihun (2016). "DNA Metabarcoding Reveals Diet Overlap between the Endangered Walia Ibex and Domestic Goats - Implications for Conservation". PLOS ONE. 11 (7) e0159133. Bibcode:2016PLoSO..1159133G. doi:10.1371/journal.pone.0159133. PMC 4945080. PMID 27416020.

Pranala luar

Anggota famili Bovidae yang masih hidup
Berikut ini adalah subfamili, genus, dan spesies dalam famili Bovidae
Aepycerotinae
Aepyceros
Alcelaphinae
Alcelaphus
Beatragus
Connochaetes
Damaliscus
Antilopinae
Ammodorcas
Antidorcas
Antilope
Dorcatragus
Eudorcas
Gazella
Litocranius
Madoqua
Nanger
Nesotragus
Oreotragus
Ourebia
Procapra
Raphicerus
Saiga
Bovinae
Bison
Bos
Boselaphus
Bubalus
Pseudoryx
Syncerus
Taurotragus
Tetracerus
Tragelaphus
Caprinae
Ammotragus
Arabitragus
Budorcas
Capra
Capricornis
Hemitragus
Naemorhedus
Nilgiritragus
Oreamnos
Ovibos
Ovis
Pantholops
Pseudois
Rupicapra
Cephalophinae
Cephalophus
Philantomba
Sylvicapra
Hippotraginae
Addax
Hippotragus
Oryx
Reduncinae
Kobus
Pelea
Redunca
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Capra walie.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan