Minggu, 11 Oktober 2026
00:32 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Gnu biru

Gnu biru

spesies mamalia bergenus Connochaetes

Bagikan:
Nyumbu biru
Rentang waktu: Pleistosen sampai sekarang 1–0 jtyl
250px-Gnou_02_2005-07-01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Subfilum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Subfamili:
Genus:
Spesies:
C. taurinus
Nama binomial
Connochaetes taurinus
(Burchell, 1823)
Subspesies

C. t. albojubatus (Thomas, 1912)
C. t. cooksoni (Blaine, 1914)
C. t. johnstoni (Sclater, 1896)
C. t. mearnsi (Heller, 1913)
C. t. taurinus (Burchell, 1823)

250px-Connochaetes_taurinus_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daerah persebaran:
  C. t. taurinus
  C. t. cooksoni
  C. t. johnstoni
  C. t. albojubatus
  C. t. mearnsi
Artikel takson sembarang

Gnu biru[1][2](Connochaetes taurinus), atau juga disebut Nyumbu biru,[3] nyumbu umum, nyumbu berjenggot putih, dan gnu berjenggot putih adalah satu dari dua spesies nyumbu yang masih hidup. Nyumbu mempunyai dua tanduk melengkung yang dimiliki oleh setiap jenis kelamin. Nyumbu biru mempunyai lima subspesies. Meski dinamakan "biru", hewan ini tidaklah berwarna biru. Nyumbu merupakan hewan herbivora dengan menjadikan rumput sebagai makanan pokoknya. Nyumbu biru hidup di savana di pedalaman Afrika Timur dan Selatan. Mereka kawin di musim penghujan.

Nyumbu biru merupakan hewan asli Afrika Selatan, Angola, Botswana, Kenya, Swaziland, Zambia, dan Zimbabwe. Mereka kini telah punah di Malawi; sementara di Namibia, mereka pernah punah tetapi kini telah berhasil dikembangbiakkan di sana. Nyumbu biru memiliki populasi yang cenderung stabil dengan jumlah setengah juta ekor dan dimasukkan ke dalam kategori hewan dengan risiko rendah oleh IUCN.

Referensi

  1. ↑ Ensiklopedi Indonesia. Seri fauna: Serangga. Ichtiar Baru-van Hoeve. 1988. hlm. 484.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ "Ukiran 500 Jejak Kaki dari Zaman Batu Bikin Takjub Ilmuwan, Setelah Ditelusuri Terungkap Pemiliknya". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). 2023-09-17. Diakses tanggal 2025-08-22.
  3. ↑ Safira, Nur Aulia (2024-12-14). "Fakta Nyumbu Biru, Bisa Bermigrasi Sejauh Ratusan Kilometer". IDN Times. Diakses tanggal 2025-08-22.
Anggota famili Bovidae yang masih hidup
Berikut ini adalah subfamili, genus, dan spesies dalam famili Bovidae
Aepycerotinae
Aepyceros
Alcelaphinae
Alcelaphus
Beatragus
Connochaetes
Damaliscus
Antilopinae
Ammodorcas
Antidorcas
Antilope
Dorcatragus
Eudorcas
Gazella
Litocranius
Madoqua
Nanger
Nesotragus
Oreotragus
Ourebia
Procapra
Raphicerus
Saiga
Bovinae
Bison
Bos
Boselaphus
Bubalus
Pseudoryx
Syncerus
Taurotragus
Tetracerus
Tragelaphus
Caprinae
Ammotragus
Arabitragus
Budorcas
Capra
Capricornis
Hemitragus
Naemorhedus
Nilgiritragus
Oreamnos
Ovibos
Ovis
Pantholops
Pseudois
Rupicapra
Cephalophinae
Cephalophus
Philantomba
Sylvicapra
Hippotraginae
Addax
Hippotragus
Oryx
Reduncinae
Kobus
Pelea
Redunca
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan