Jumat, 23 Oktober 2026
14:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Giulio Natta

Giulio Natta

kimiawan asal Italia

Bagikan:

Giulio Natta (Imperia, 26 Februari 1903 - Bergamo, 2 Mei 1979) ialah seorang kimiawan Italia yang memenangkan Nobel Kimia pada tahun 1963 bersama Karl Ziegler untuk karya pada polimer tinggi.

250px-Imperia-Casa_Giulio_Natta-DSCF1127.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah kelahiran Natta di Imperia

Ia lahir di Imperia, Italia pada tanggal 26 Februari 1903. Ia lulus di bidang teknik kimia di Politecnico di Milano pada tahun 1924. Pada tahun 1927 ia lulus ujian untuk menjadi profesor di sana. pada tahun 1933 ia menjadi profesor dan direktur Institut Kimia Umum di Universitas Pavia, di mana ia tetap di sana hingga tahun 1935. Pada tahun itu juga ia diangkat sebagai profesor dalam kimia fisika di Universitas Roma. Antara tahun 1936-1938 ia pindah sebagai profesor dan direktur Institut Kimia Industri di Politecnico di Torino. Pada tahun 1938 ia menjadi KaBag Teknik Kimia di Politeknik Milano, dengan perilaku yang agak dikecam, ketika pendahulunya Mario Giacomo Levi dipaksa mundur sebagai akibat dari hukum rasialisme terhadap Yahudi yang diperkenalkan oleh rezim fasis di Italia.

Karyanya di Politecnico memperbaiki karya terdahulu oleh Karl W. Ziegler dan perkembangan katalis Ziegler-Natta. Ia memenangkan Penghargaan Nobel dalam Kimia pada tahun 1963 bersama Karl Waldemar Ziegler untuk karya pada polimer tinggi.

Ia didiagnosis menderita penyakit Parkinson pada tahun 1956. Keadaannya menjadi agak parah pada tahun 1963, sehingga puteranya harus membantunya di Stockholm selama upacara penganugerahan Nobel dan seorang mitra harus memberi kuliah.

Prof. Natta meninggal pada tahun 1979 dan dikebumikan di pemakaman Bergamo.

Rujukan

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi mengenai ilmuwan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan