Senin, 21 September 2026
22:31 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Daging paus

Daging paus

250px-Whale_meat_on_sale_at_a_Tokyo_fish_market_in_2008.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daging paus di Pasar ikan Tsukiji, Tokyo
250px-Whale_meat_sold_at_the_Bergen_fish_market_2012.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daging paus di pasar ikan Bergen, Norwegia

Daging paus adalah daging dari ikan paus untuk dikonsumsi manusia dan hewan lain, dan mencakup organ tubuh, kulit, dan lapisan lemaknya. Daging paus dimasak dengan berbagai cara dan dalam sejarah telah dikonsumsi di berbagai tempat di penjuru dunia, termasuk Eropa dan Amerika Kolonial.[1] Konsumsinya tidak terbatas pada penduduk di sekitar pantai karena daging dan lapisan lemaknya dapat diawetkan.

Praktik konsumsi paus telah berlangsung hingga sekarang di berbagai negara seperti Jepang, Norwegia, Islandia, dan Kepulauan Faroe, juga oleh berbagai suku seperti Basques, Inuit, dan masyarakat pribumi Amerika Serikat, Siberia, dan Kepulauan Karibia.

Konsumsi daging paus bertentangan dengan usaha konservasi hewan liar menghormati hak asasi hewan. Selain itu, toksisitas pada hewan laut secara umum juga menjadi faktor ditentangnya konsumsi paus.

Sejarah

250px-Indian_Whalers_Stripping_Their_Prey_at_Neah_Bay_-_1910.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemburu paus suku Indian di Neah Bay, Washington, Amerika Serikat, 1910

Di Eropa, paus diburu sejak Abad Pertengahan untuk daging dan lemaknya.[2] Dalam hukum agama Katolik, paus masuk ke dalam kategori "ikan" sehingga dapat dikonsumsi pada Pra-Paskah dan puasa tertentu.[2][3] Penjelasan lainnya yaitu gereja mengkategorikan "daging panas" (hot meat) sebagai daging yang meningkatkan libido sehingga tidak cocok untuk dikonsumsi pada hari raya, dan "daging dingin" (cold meat) kebalikannya. Daging dari hewan dan bagian tubuh hewan yang terendam air, termasuk paus dan ekor berang-berang dikategorikan "daging dingin".[4]

Pemanfaatan daging paus tidak berakhir pada Abad Pertengahan saja melainkan terus terjadi hingga populasi paus menurun drastis karena eksploitasi berlebih.[5] Sehingga para pelaut harus pergi jauh hingga ke Dunia Baru untuk mendapatkan paus.[6][7]

Di awal sejarah benua Amerika, para pemburu paus memakan lapisan lemak paus setelah diolah, yang mereka namakan dengan "cracklings" atau "fritters" karena renyah seperti gorengan.[8][9] Namun di awal tumbuhnya perburuan paus skala besar, daging paus justru tidak dikonsumsi oleh banyak orang karena dianggap "tidak cocok" untuk dimakan oleh orang yang beradab.[10]

Pasca Perang Dunia II daging paus yang diawetkan seperti daging kornet sebagai alternatif konsumsi daging.[11] Rasanya hampir sama dengan daging kornet tetapi berwarna coklat[12] dan dikatakan oleh pejabat setempat bahwa daging paus "memiliki nilai pangan yang tinggi".[13]

Spesies yang diburu

Penelitian yang dilakukan Universitas Harvard melalui identifikasi DNA dari sampel daging yang dijual di pasar di Jepang menemukan tidak hanya paus minke (yang dilegalkan untuk diburu ketika itu) namun juga ada sebagian daging lumba-lumba yang dijual sebagai daging paus, juga paus dari spesies terancam seperti paus sirip dan paus bongkok.[14] Paus sirip memiliki nilai jual yang tinggi terutama daging bagian ekornya.[15] Di Jepang, paus yang diburu untuk tujuan "penelitian" dilegalkan untuk dijual secara terang-terangan.[16][17]

Toksisitas

Pengujian telah menemukan bahwa daging paus yang dijual di Kepulauan Faroe dan Jepang mengandung merkuri dengan kadar yang tinggi dan toksin lainnya. Merkuri ditemukan terutama di organ hati dengan kadar merkuri 370 mikrogram per gram daging, 900 kali lebih tinggi dari batas yang ditentukan pemerintah. Organ lainnya yang memiliki kadar merkuri yang tinggi adalah paru-paru dan ginjal paus. Disebutkan bahwa keracunan akut akibat konsumsi hati paus dapat terjadi hanya dengan sekali telan.[18]

Dampak lingkungan

High North Alliance menyebutkan bahwa jejak karbon perdagangan dan konsumsi daging paus jauh lebih rendah dibandingkan daging sapi. Namun Greenpeace mengkritik dengan menyebutkan bahwa kelestarian spesies lebih penting dibandingkan rendahnya emisi gas rumah kaca dari konsumsi daging paus.[19] Selain Greenpeace, Sea Shepherd juga mengkritik perdagangan paus dan bergerak untuk melindungi paus.

Lihat pula

Referensi

  1. Lombard, Anne (2011). Colonial America: A History to 1763. Blackwell. hlm. 243. ISBN 978-144-439627-0.
  2. 1 2 Lang 1988 Larousse Gastronomique, p.1151, under "whale"
  3. Burns, William E. (2005). Science And Technology in Colonial America. Greenwood Publishing Group. ISBN 978-0-631-22141-8.,
  4. Kurlansky 1999, p.62
  5. Baffin 1881, The voyages of William Baffin, 1612-1622, p.xxvi
  6. Baffin 1881
  7. De Smet 1981, pp.301-9
  8. Braginton-Smith & Oliver 2008,p.21
  9. Gray, (of the Greenland company) (Maret 1756). Account of that Fishing (Whale-fishing), dated Nov. 4 ,1663. Vol. 25. R. Baldwin.{{cite book}}: |journal= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link), p.113
  10. Shoemaker, Nancy (April 2005). "Whale Meat in American History" (PDF). Environmental History. 10: 269. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-09-17. Diakses tanggal 5 Februari 2014.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. Corned WhaleThe Spokesman-Review. Published 24 August 1951. Retrieved 10 July 2012.
  12. "Whacon" not fishy - The Mail. Published 30 June 1951. Retrieved 10 July 2012.
  13. Whacon for U.K. dinnersThe Sunday Times. Published 8 July 1951. Retrieved 10 July 2012.
  14. Palumbi, S.R.; Cipriano, F. (1998). "Species Identification Using Genetic Tools: The Value of Nuclear and Mitochondrial Gene Sequences in Whale Conservation" (PDF). Journal of Heredity. 89 (5): 459-.
  15. Kershaw 1988,p.67
  16. Ishihara & Yoshii 2000
  17. Institute of Cetacean Research (2011), Nyūsatsu mōshikomi shoshiki 1: 4th round minke whale, 5th round sei whale of 18th N. Pacific district auction item list for general public (入札申込書式 1: 第4回 ミンク鯨、ニタリ鯨、第5回 イワシ鯨(18北) 入札品目一覧 (一般)) (preview), Jtb publishing
  18. Coghlan, Andy (6 Juni 2002). "Extreme mercury levels revealed in whalemeat". New Scientist. Diakses tanggal 4 Oktober 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. Alister Doyle (4 Maret 2008). "Eat whale and save the planet says Norwegian lobby". Reuters. Diakses tanggal 2010-07-29.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bahan bacaan terkait

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Whale meat.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan