Minggu, 18 Oktober 2026
06:51 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Raksa pada ikan

Bagikan:

Raksa dalam bentuk metil raksa terkonsentrasi di dalam tubuh ikan dan kerang. Metil raksa adalah senyawa organik yang sangat beracun. Produk-produk ikan mengandung logam berat dengan kadar yang berbeda. Ikan yang hidup lama dan berada di atas rantai makanan (seperti tuna, hiu, ikan pedang dan tenggiri Amerika) memiliki kadar raksa yang lebih tinggi daripada ikan-ikan lainnya.[1]

Raksa dapat mengalami bioakumulasi di dalam tubuh manusia, sehingga bioakumulasi pada makanan laut akan masuk ke tubuh manusia dan dapat memicu keracunan raksa. Raksa membahayakan ekosistem dan manusia karena dapat merusak sistem saraf pusat.[2] Dalam ekosistem ikan yang dikendalikan oleh manusia (biasanya untuk produksi spesies ikan yang diminta oleh pasar), kadar raksa meningkat semakin tinggi seekor ikan berada di dalam rantai makanan; terdapat pula penyebab lain yang tidak terkait dengan makanan, seperti sedimen di dasar air.[3]

Keberadaan raksa pada ikan perlu diperhatikan oleh ibu-ibu yang sedang hamil dan menyusui serta oleh anak kecil. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menyarankan hal-hal berikut kepada mereka:

  1. Jangan makan hiu, ikan pedang, tenggiri Amerika, atau jabad karena mengandung kadar raksa yang tinggi
  2. Hanya boleh memakan maksimal 12 ons (setiap satu kali makan) setiap minggu untuk berbagai macam ikan dan kerang dengan kadar raksa yang rendah. Contohnya adalah udang, salmon dan lele
  3. Tanya pejabat lokal mengenai keamanan ikan yang ditangkap di danau, sungai atau wilayah pesisir. Jika tidak ada nasihat yang tersedia, hanya boleh makan maksimal 6 ons (setiap satu kali makan) setiap minggu jika ikan ditangkap dari perairan lokal, tetapi jangan makan ikan yang lain pada minggu tersebut

Catatan kaki

  1. ↑ Sumber kadar raksa diambil dari situs berikut: Mercury Levels in Commercial Fish and Shellfish (1990-2010) U.S. Food and Drug Administration. Accessed 8 January 2012.
  2. ↑ Park, K. S.; Seo, Y.-C.; Lee, S.J.; Lee, J.H. (2008). "Emission and Speciation of Mercury from various Combustion Sources". Powder Technology. 180: 151–156. doi:10.1016/j.powtec.2007.03.006. Diakses tanggal 17 Apr 2014.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Cheng, Zhang (2011). "Mercury Biomagnification in the Aquaculture Pond Ecosystem in the Pearl River Delta". Archives of Environmental Contamination and Toxicology: 491–499. Diakses tanggal 1 Mei 2014.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan