Kamis, 01 Oktober 2026
20:56 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti

Bioakumulasi

Bagikan:

Bioakumulasi atau penumpukan hayati adalah penimbunan substansi di dalam tubuh suatu organisme.[1] Bioakumulasi terjadi ketika suatu substansi diserap oleh tubuh organisme dengan laju yang lebih cepat daripada pengeluaran substansi tersebut lewat proses katabolisme dan ekskresi. Semakin panjang waktu paruh biologis suatu substansi, maka semakin besar risiko keracunan yang dihadapi, bahkan jika konsentrasi racun tersebut tidak terlalu tinggi.[2]

Proses bioakumulasi dapat diprediksi dengan menggunakan pemodelan ilmiah.[3] Contohnya adalah bioakumulasi raksa pada ikan: raksa dapat mengalami bioakumulasi dalam tubuh manusia yang memakan ikan dengan jumlah yang besar.

Biotransformasi dapat membantu memodifikasi proses bioakumulasi bahan kimia di dalam tubuh suatu organisme.[4]

Biokonsentrasi merupakan konsep yang terkait dengan konsep bioakumulasi, tetapi konsep ini lebih spesifik mengacu kepada penumpukan suatu substansi dari air. Sementara itu, proses bioakumulasi berasal dari berbagai macam sumber, seperti air, makanan, udara, dan lain-lain.[1]

Catatan kaki

  1. 1 2 Alexander. "Bioaccumulation, bioconcentration, biomagnification".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. ↑ Bioaccumulation of Marine Pollutants [and Discussion], by G. W. Bryan, M. Waldichuk, R. J. Pentreath and Ann Darracott Philosophical Transactions of the Royal Society of London. Series B, Biological Sciences.
  3. ↑ Stadnicka, J; Schirmer, K; Ashauer, R (2012). Predicting Concentrations of Organic Chemicals in Fish by Using Toxicokinetic Models. Environ. Sci. Technol. doi:10.1021/es2043728
  4. ↑ Ashauer, R; Hintermeister, A; O'Connor, I; Elumelu, M, et al. (2012). Significance of Xenobiotic Metabolism for Bioaccumulation Kinetics of Organic Chemicals in Gammarus pulex. Environ. Sci. Technol. doi:10.1021/es204611h


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan