Kamis, 22 Oktober 2026
11:47 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Adolf Butenandt

Adolf Butenandt

biokimiawan Jerman

Bagikan:
Adolf Butenandt
250px-A._Butenandt_1921.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Adolf Friedrich Johann Butenandt tahun 1921
Lahir24 Maret 1903
Meninggal18 Januari 1995(1995-01-18) (umur 91)
Karier ilmiah
BidangKimia organik dan biokimia
Tempat kerjaKaiser Wilhelm Institute / Max Planck Institute for Biochemistry
Technical University of Danzig
Adolf Windaus

Adolf Friedrich Johann Butenandt (Lehe, 24 Maret 1903 — Munchen, 18 Januari 1995) ialah seorang biokimiawan Jerman.

Belajar di Universitas Marburg dan Universitas Goettingen, ia lulus pada tahun 1927, di bawah profesor Adolf Windaus. Pada tahun 1931 menjadi dosen di Universitas Gottingen dan 2 tahun kemudian di Universitas Teknik Danzig.

Pada tahun 1936 ia menjadi direktur Lembaga Biokimia Kaiser Wilhelm (sekarang Lembaga Biokimia Max Planck) di Berlin-Dahlem.

Adolf Otto Reinhold Windaus dan Walter Schöller dari Schering menasihatinya meneliti hormon yang diekstraksi dari ovarium. Penelitian ini menimbulkan penemuan estron dan hormon seks wanita lainnya, yang disarikan dari beberapa ribu liter urin.

Pada tahun 1939 ia menerima Nobel Kimia bersama Leopold Ruzicka, tetapi rezim Nazi melarangnya menerima menerima penghargaan tersebut sehingga ia baru bisa mendapatkannya pada tahun 1949.

Pada tahun 1945 ia menjadi dosen di Universitas Tübingen. Kemudian, antara tahun 1956-1971, menjadi profesor kimia fisiologi di Universitas München dan presiden Max-Planck-Gesellschaft zur Förderung der Wissenschaften e. V. antara tahun 1960-1972.

Bidang penelitiannya beragam, juga mencakup hormon dan virus.

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang


Flag of JermanBiography icon

Artikel bertopik biografi Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan