Selasa, 13 Oktober 2026
22:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Festival Hantu

Festival Hantu

festival buddhis dan taois

Bagikan:
Festival Hantu
250px-Hungry_Ghost_Festival_IVan_Damanik12_15_Agustus_2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang pria melempar uang kertas sembahyang (Kim Cua) saat Festival Hantu Lapar di Vihara Gunung Timur, Medan, Indonesia.
Nama resmi
Nama lainFestival Roh
Dirayakan olehBuddhisme dan Taoisme
MaknaUntuk memperingati pembukaan gerbang Neraka dan Surga, yang memungkinkan semua hantu menerima makanan dan minuman
KegiatanPenghormatan orang yang telah meninggal, persembahan makanan, pembakaran uang arwah, pembacaan mantra
TanggalHari ke-15 bulan ke-7 dalam kalender lunar
Tahun 2026Error in {{Calendar date}} - Check |holiday= unknown holiday Festival Hantu
Tahun 2027Error in {{Calendar date}} - Check |holiday= unknown holiday Festival Hantu
Tahun 2028Error in {{Calendar date}} - Check |holiday= unknown holiday Festival Hantu
Terkait dengan
Festival Hantu
Food offerings for the Ghost Festival
Hanzi tradisional: 中元節
Hanzi sederhana: 中元节
Makna harfiah: mid-origin festival
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: zhōng yuán jié
- Wade-Giles: chung yüan2 chieh2
- Romanisasi Yale: jūng ywán jyé
- Bopomofo: ㄓㄨㄥ ㄩㄢˊㄐㄧㄝˊ
Kejia (Hakka)
- PFS: Chûng-ngièn-chiet
Min Nan
- Romanisasi POJ: Tiong-goân-cheh / Tiong-goân-choeh / Tiong-goân-chiat
- Romanisasi Tiochiu : Dong1 nguêng5/nguang5 zoih4
Min Timur
- Fuzhou RF: Dṳ̆ng-nguòng-cáik
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: jūng yùhn jit
- Jyutping: zung1 jyun4 zit3
nama alternatif
Hanzi tradisional: 盂蘭盆節
Hanzi sederhana: 盂兰盆节
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Yú lán pén jié
- Wade-Giles: yü2 lan2 p'ên2 chieh2
- Bopomofo: ㄩˊㄌㄢˊㄆㄣˊㄐㄧㄝˊ
- Romanisasi Min-dong : Uò-làng-buòng
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: yùh làahn pùhn jit
- Jyutping: jyu4 laan4 pun4 zit3
250px-Dashiye_image_is_burned_during_Ghost_Festival_in_Bangka_Island_%282022%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Festival Hantu di Bangka, diakhiri dengan membakar boneka kertas Dashiye.
Bagian dari seri tentang
Kepercayaan tradisional Tionghoa
Penyesuaian gaya dari grafem 禄 lù atau 子 zǐ yang masing-masing berarti "kemakmuran", "memajukan", "kesejahteraan" serta "anak", "keturunan". 字 zì, yang berarti "kata" dan "simbol", merupakan kata yang berkerabat dengan 子 zǐ dan menggambarkan seorang "anak" yang dinaungi di bawah sebuah "atap". Simbol ini pada akhirnya merupakan representasi kutub langit utara (Běijí 北极) dan konstelasi yang berputar mengelilinginya, sehingga setara dengan simbol Eurasia swastika, 卍 wàn.
Budaya Tionghoa

Festival Hantu atau Festival Hantu Lapar (Hanzi: 中元節; pinyin: zhōng yuán jié), atau juga dikenal sebagai Festival Zhongyuan dalam Taoisme dan Festival Yulanpen atau Ulambana dalam Buddhisme, adalah festival tradisional yang diadakan di beberapa negara Asia Timur dan Tenggara. Menurut kalender Imlek, Festival Hantu jatuh pada malam ke-15 bulan ketujuh (tanggal ke-14 di sebagian wilayah Tiongkok selatan).[1][2][3]

Festival ini dikenal sebagai Chit Gwee Pua (Hanzi Hokkien: 七月半; Pe̍h-ōe-jī: Chhit-goe̍h-pòaⁿ ) atau Chit Nyiat Pan (Hanzi Hakka: 七月半; Pha̍k-fa-sṳ: Chhit -ngie̍t-pan), Cioko atau Sembahyang Rebutan. Para pengunjung berkumpul di sekitar kelenteng atau vihara dan membawa persembahan kepada arwah yang meninggal secara sial, lalu membagikannya kepada fakir miskin. Cara orang-orang berebut persembahan inilah yang menjadi asal nama festival ini, dan festival ini lebih dikenal di Pulau Jawa dan Kalimantan. Daerah lain seperti Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau juga mengadakan konser langsung yang dikenal sebagai Getai (Hanzi sederhana: 歌台; Hanzi tradisional: 歌臺; Pinyin: gētái).[4][5][6][7]

Sejarah

Perayaan ini jatuh pada tanggal 15 bulan 7 penanggalan Tionghoa. Bulan ke-7 Imlek juga dikenal sebagai Bulan Hantu (Chinese ghost month) di mana ada kepercayaan bahwa dalam kurun waktu satu bulan ini, pintu alam baka terbuka dan hantu-hantu di dalamnya dapat bersuka ria berpesiar ke alam manusia. Demikian halnya sehingga pada pertengahan bulan 7 diadakan perayaan dan sembahyang sebagai penghormatan kepada hantu-hantu tersebut. Tradisi ini sebenarnya merupakan produk masyarakat agraris pada zaman dahulu yang bermula dari penghormatan kepada leluhur serta dewa-dewa supaya panen yang biasanya jatuh di musim gugur dapat terberkati dan berlimpah. Adanya pengaruh Buddhisme memunculkan kepercayaan mengenai hantu-hantu kelaparan (makhluk Preta) yang perlu dijamu pada masa kehadiran mereka di dunia manusia.

Di dalam Buddhisme, tradisi ini disebut sebagai Ulambana yang juga dirayakan dan eksis dalam kebudayaan Jepang, Vietnam dan Korea. Namun, Ulambana tidak dapat diartikan langsung sebagai Festival Hantu dan sebaliknya juga. Terlepas dari semua mitologi religius di atas, hikmah dari perayaan ini sebenarnya adalah penghormatan kepada leluhur dan penjamuan fakir miskin. Pada hari itu diadakan pembacaan parita dan pesembahan untuk roh-roh gentayangan yang tidak berkeluarga atau yang ditelantarkan oleh keluarganya. Sebab itu, perayaan ini secara umum dikenal dengan nama Sembahyang Rebutan (Cioko).[7] Setelah perayaan selesai, barang-barang persembahan (makanan yang dipersembahkan) diberikan kepada fakir miskin.

Tanggal

TahunTanggal Masehi
255114 Agustus 2000
25522 September 2001
255323 Agustus 2002
255412 Agustus 2003
255530 Agustus 2004
255619 Agustus 2005
25578 Agustus 2006
255827 Agustus 2007
255915 Agustus 2008
25603 September 2009
TahunTanggal Masehi
256124 Agustus 2010
256214 Agustus 2011
256331 Agustus 2012
256420 Agustus 2013
256510 Agustus 2014
256628 Agustus 2015
256717 Agustus 2016
25685 September 2017
256925 Agustus 2018
257015 Agustus 2019

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Zhongyuan festival". China.org.cn. China Internet Information Center. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 19, 2017. Diakses tanggal 1 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Chow 2015
  3. ↑ Chow, page 4, quoting 1783 Qianlong era "Annals of Guishan County" (歸善縣志) Scroll 15 - Customs:
    '鬼節原是農曆七月十五,但元末明初之際,有言客家為了躲避元兵,提前一日過節,以便南下走難,自此鬼節就變成七月十四,流傳至今。'
    English translation:
    'The Ghost Festival originally was on the 15th day of the 7th month in the lunar calendar, but during the late Yuan to early Ming period, it's said that the Hakkas in order to escape the Yuan troops, celebrated the Ghost Festival one day earlier, in order to escape disaster they fled southward. Since that time and continuing today, the date of the Ghost Festival changed to the 14th day of the 7th [lunar] month' [in parts of Southern China].
  4. ↑ (Inggris) Cioko festival appeases the poor, hungry spirits[pranala nonaktif permanen], The Jakarta Post. Akses:01-09-2012
  5. ↑ (Indonesia) Sembahyang Kubur dan Rampas Masih Sporadis, m.equator-news.com. Akses:01-09-2012
  6. ↑ (Indonesia) Shen Mu Miau Siap Gelar Sembahyang Rebut, Bangkapos. Akses:01-09-2012
  7. 1 2 Bidang Litbang PTITD/ Matrisia Jawa Tengah. Juli 2007. "Pengetahuan Umum Tentang Tri Dharma", Edisi Pertama. Semarang: Benih Bersemi.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan