Senin, 02 November 2026
15:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Werner Forßmann

Werner Forßmann

Bagikan:
Infobox orangWerner Forßmann
250px-Werner_Forssmann_nobel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran29 Agustus 1904 Suntingan nilai di Wikidata
Berlin Suntingan nilai di Wikidata
Kematian1 Juni 1979 Suntingan nilai di Wikidata (74 tahun)
Schopfheim Suntingan nilai di Wikidata
Penyebab kematianSerangan jantung Suntingan nilai di Wikidata
Profesor
Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanUniversitas Humboldt Berlin Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiKardiologi Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaanmilitary physician (en) Terjemahkan,physiologist (en) Terjemahkan,dokter,ahli kardiologi,ahli bedah,urologist (en) Terjemahkan,dosen Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diUniversitas Mainz Suntingan nilai di Wikidata
Partai politikPartai Buruh Nasional-Sosialis Jerman (1932, 1932–) Suntingan nilai di Wikidata
Tertarik denganFisiologi Suntingan nilai di Wikidata
KonflikPerang Dunia II Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
KerabatTheodor Forssmann (en) Terjemahkan (kakek) Suntingan nilai di Wikidata
Penghargaan

Werner Otto Theodor Forßmann, (29 Agustus 1904 – 1 Juni 1979) ialah dokter dari Jerman. Ia dihormati dengan kateterisasi pertama pada jantung manusia. Pada tahun 1929, saat bekerja di Eberswalde, ia menyayat lengannya dan memasukkan kateter urin ke atrium kanan di jantungnya sendiri.[1] Ia kemudian berjalan turun tangga ke bagian radiologi, di mana ia meminta gambaran sinar X pada kateter di jantungnya.[1] Meskipun kemudian ia dibawa ke rumah sakit lain atas hal ini, ia dianugerahi Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1956 untuk karya rintisannya di bidang kardiologi.

Forßmann lahir di Berlin. Ia belajar kedokteran di Universitas Berlin, lulus pada tahun 1929.

Lihat pula

Rujukan

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan