Rabu, 14 Oktober 2026
02:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Wayang wahyu

Wayang wahyu

Bagikan:
250px-Gunungan_Katulik_%28St._Ignatius_Surakarta%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hiasan berbentuk gunungan dengan gambaran Yesus
250px-Wayang_Wahyu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wayang Wahyu

Wayang wahyu merupakan kreasi baru dari pertunjukkan wayang dengan cerita atau lakon berdasarkan dari ajaran kitab suci kristiani. Ceritanya diambil berdasarkan kisah keagamaan Katolik dan awalnya dikenal dengan nama Wayang Katolik. Penyebutan ini berubah menjadi Wayang Wahyu karena kisah pertunjukkan wayang ini menceritkan penyebaran wahyu yang diturunkan oleh Tuhan kepada umat-Nya.[1][2]

Sejarah

Wayang wahyu diciptakan pada tanggal 2 Februari 1960 di Surakarta berdasarkan dari gagasan Bruder Timotheus L. Wignyosoebroto. Dua tahun sebelumnya, ia menyaksikan pertunjukkan wayang kulit yang didalangi oleh M. M. Atmowijoyo yang ceritanya diambil dari Kitab Perjanjian Lama yakni Kisah "Dawud Mendapatkan Wahyu Kraton" tetapi terdapat modifikasi kisah dari Mahabarata episode "Wahyu Cakraningrat". Sejak itulah, Bruder Timotheus berpikir untuk menyajikan kisah-kisah keagamaan Katolik yang dibalut dalam tradisi pewayangan.[1]

Penyajian

Sama seperti dengan pertunjukkan wayang pada umumnya, wayang wahyu ditampilkan dengan menggunakan musik gamelan Jawa dan ada dalang yang bernarasi mengisahkan babak demi babak. Bahasa Jawa digunakan selama pertunjukkan berlangsung. Wayang Wahyu ini dibuat dari bahan kulit kerbau dengan teknik tatah sungging seperti lakon pada wayang purwa tetapi karakternya dibuat tak seperti gambar yang realistis. Biasanya wayang ini dipertontonkan ketika perayaan natal atau paskah di gereja-gereja Katolik. Kadang kala Wayang Wahyu dipertontonkan ketika ulang tahun gereja atau perayaan keagamaan yang terkait.

Kisah Wayang Wahyu mengambil cerita-cerita keagamaan dari injil, baik perjanjian lama maupun perjanjian baru seperti kisah Kelahiran dan Kematian Yesus, Samson dan Delilah, David dan Goliath, kisah Yohanes Pembaptis, dan masih banyak lagi lainnya.

Catatan kaki

  1. 1 2 Marzanna, Poplawska (2004). ""Wayang Wahyu" as an Example of Christian Forms of Shadow Theatre". Asian Theatre Journal. 21 (2). Diakses tanggal 20 Februari 2019.
  2. ↑ "Asal-Usul Wayang Wahyu". sonobudoyo.jogjaprov.go.id. Diakses tanggal 11 Nov 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Menurut
media
Kulit
Kayu
Orang
Bambu
Kain
Rumput
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Papieren_wajangpop_voorstellende_Arjuna_%28kinderspeelgoed%29_TMnr_809-46c.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail


250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Pauzeteken_uit_het_wajangspel_van_karbouwenhuid_TMnr_21-63.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Houten_wajangpop_voorstellende_Arjuna_Sasra_Bahu_TMnr_4283-59.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menurut
asal
Inovasi
Properti dan
kesenian
pendukung
Sumber
cerita
Organisasi
Museum
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan