Senin, 21 September 2026
00:24 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Pohon Kenari

Pohon Kenari

250px-Alciato_193.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Alciato 193, berdasarkan pada fabel tersebut

Pohon Kenari adalah salah satu fabel Aesop dan bernomor 250 dalam Perry Index. Fabel Pohon Kenari kemudian menjadi fondasi fabel berbeda.

Fabel perlakuan buruk

Terdapat dua versi Yunani berkaitan dari fabel tersebut. Menggambarkan perlakuan buruk orang-orang yang membalas hal baik dengan keburukan, kisah tersebut menceritakan sebuah pohon kenari (καρυα) yang berdiri di pinggir jalan yang kacang-kacangnya dijatuhkan dengan cara dilempari ranting dan batu. Pohon tersebut kemudian mengeluh, 'Orang-orang menikmati buah-buahku, tetapi mereka memakai cara buruk untuk menunjukkan rasa terima kasih mereka.'[1] Keluhan tersebut berkaitan dengan debat tentang rasa terima kasih yang tercantum dalam cerita India dari Panchatantra yang menceritakan sebuah pohon mangga yang bertanya apa hukumnya membalas kebaikan dengan kejahatan dan menyatakan bahwa pengalamannya dengan manusia adalah perlakuan buruk meskipun ia menyediakannya buah dan keteduhan.[2] Di sisi lain, rasionalis Jerman abad ke-18, Gotthold Ephraim Lessing, mengutip apa dasar sebenarnya untuk rasa terima kasih dalam fabel "Pohon Oak dan Babi".[3] Seekor babi memakan kaki oak sebagai balasan atas keserakahan murni dari pohon tersebut dan menyatakan bahwa satu-satunya rasa terima kasih yang dapat diwujudkan adalah agar oak tersebut menggugurkan akorn-akorn yang disukainya.

Referensi

  1. Aesopica site
  2. Stanley Rice, Ancient Indian Fables and Stories, London 1924, p. 34
  3. Fables and Epigrams of Lessing translated from the German, London 1825, Fable 33
Fabel
Aesop
Apokrifa
Terkait
Adaptasi
layar
Adaptasi
cetak
Terjemahan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan