Minggu, 20 September 2026
17:41 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Perry Index

Perry Index adalah sebuah indeks yang paling banyak dipakai dari "Fabel Aesop" atau "Aesopica", fabel-fabel yang dikaitkan dengan Aesop, seorang pembuat cerita yang hidup di Yunani kuno antara 620 dan 560 SM. Cendekiawan modern memandang bahwa Aesop mungkin tak mengkomposisikan seluruh fabel yang dikaitkan dengannya;[1] meskipun demikian, beberapa cerita diketahui pertama kali dipakai sebelum Aesop hidup, sementara catatan pertama yang mereka miliki dari beberapa cerita lainnya berasal dari lebih dari satu milenium setelah masa hidupnya. Biasanya, fabel-fabel Aesop diurutkan berdasarkan abjad, yang tak membantu pembaca.[2] B. E. Perry mengurutkan mereka menurut bahasa (Yunani kemudian Latin), menurut kronologi, menurut sumber dan kemudian menurut abjad; cendekiawan Spanyol Francisco Rodríguez Adrados menciptakan sistem serupa.[2] Sistem ini juga tak membantu pembaca, tetapi baik untuk keperluan cendekiawan.[2]

Daftar

Catatan

  1. D. L. Ashliman, “Introduction,” in George Stade (Consulting Editorial Director), Aesop’s Fables. New York: Barnes & Noble Classics, (2005). Produced and published in conjunction with Fine Creative Media, Inc. (New York) Michael J. Fine, President and Publisher. See pp. xiii–xv and xxv–xxvi.
  2. 1 2 3 Aesop (2002). Aesop's Fables. Oxford University Press. hlm. xxxii–xxxiii. ISBN 0-19-160628-6. Diakses tanggal 2 Mei 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Fabel
Aesop
Apokrifa
Terkait
Adaptasi
layar
Adaptasi
cetak
Terjemahan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan