Minggu, 11 Oktober 2026
06:08 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Rubah dan Topeng

Bagikan:

Rubah dan Topeng adalah salah satu fabel Aesop, di mana terdapat ragam Yunani dan Latin. Fabel tersebut bernomor 27 dalam Perry Index.[1]

Fabel untuk kepala kosong

330px-Renard%26buste.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Fabel La Fontaine karya J.J.Grandville, 1838

Fabel tersebut selalu dibahas secara singkat dan tampaknya merupakan kritikan terhadap orang kelas atas yang berpenampilan buruk namun bodoh. Seekor rubah menemukan sebuah topeng yang dulunya dipakai oleh para aktor; setelah memeriksanya, ia berkata, 'Wajahnya elok, otaknya kosong!' Versi Latin dari cerita tersebut, yang umum disingkat menjadi caput vacuum cerebro, kemudian menjadi peribahasa. Peribahasa tersebut dicatat oleh Erasmus dalam karya Adagia, bersama dengan padanan Yunani-nya (Ὦ οἷα κεφαλὴ, καὶ ἐγκέφαλον ούκ ἔχει), dengan penjelasan bahwa peribahasa tersebut bermula dari fabel Aesop.[2]

Terdapat versi berbeda dari cerita tersebut, terkadang mengisahkan seekor rubah yang mengeluhkan kepala yang pecah dari sebuah patung.[3]

Referensi

  1. ↑ Aesopica site
  2. ↑ Desiderius Erasmus Adagiourum epitome, Amsterdam 1650, p.319
  3. ↑ Francisco Rodríguez Adrados, History of the Graeco-Latin Fable III, Leiden NL 2003, p.700

Pranala luar

Fabel
Aesop
Apokrifa
Terkait
Adaptasi
layar
Adaptasi
cetak
Terjemahan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan