Senin, 02 November 2026
03:52 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Rubah dan Penebang Kayu

Bagikan:

Rubah dan Penebang Kayu adalah sebuah cerita yang menentang hipokrisi yang menjadi salah satu Fabel Aesop dan bernomor 22 dalam Perry Index.[1] Meskipun memiliki alur dasar yang sama, versi-versi berbeda melibatkan beragam tokoh cerita.

Riwayat fabel

330px-Brant_Aesop.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Vulpes et lignator dari edisi tahun 1501 dari Fabel Aesop karya Sebastian Brant

Terdapat sumber Yunani dan Latin untuk fabel tersebut. Sumber-sumber tersebut mengisahkan seekor hewan buruan yang meminta seorang pria untuk menyembunyikannya. Saat para pemburu menanyakan apakah ia melihat buruan mereka, ia menjawab bahwa ia tak melihatnya tetapi memberi tahu tempat persembunyiannya dengan menunjuknya atau melirik-lirikkannya. Namun, para pemburu mengambil kata-katanya dan pergi. Saat hewan tersebut kabur, ia mencela orang tersebut karena sikap gandanya. Kebanyakan catatan Yunani menyebut hewan tersebut adalah seekor rubah yang meminta seorang penebang kayu. Dalam syair Latin Faedrus, hewan yang diburu tersebut adalah terwelu (lepus) yang meminta seorang peternak. Versi-versi Latin pada masa berikutnya salah dalam menulis namanya dan menyebut hewan tersebut adalah serigala (lupus).[2] Sehingga, kisah tersebut mengisahkan cerita serigala dalam kumpulan fabel Aesop cetak terawal pada abad ke-15.

Referensi

  1. ↑ "Aesopica site". Mythfolklore.net. Diakses tanggal 2013-04-22.
  2. ↑ Adrados, Francisco Rodríguez (2003). History of the Graeco-Latin Fable. Vol. III. Brill Publishers. hlm. 32–4.

Pranala luar

Fabel
Aesop
Apokrifa
Terkait
Adaptasi
layar
Adaptasi
cetak
Terjemahan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan