Minggu, 01 November 2026
21:30 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Gagak dan Ular

Gagak dan Ular

Bagikan:
250px-Gheeraerts-Raven.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fabel gagak dan kalajengking yang digambar oleh Marcus Gheeraerts

Gagak dan Ular adalah salah satu Fabel Aesop dan diberi nomor 128 dalam Perry Index.[1] Terdapat versi-versi Yunani alternatif dan dua diantaranya diadopsi pada zaman Renaisans Eropa. Fabel tersebut tak sama dengan cerita berjudul sama dalam Panchatantra, yang sepenuhnya berbeda.

Versi Yunani alternatif

Pada zaman kuno, fabel tersebut hanya ditemukan dalam sumber-sumber Yunani dan mengisahkan seekor gagak yang sedang mencari makan dan menemukan seekor ular sedang tidur di bawah sinar matahari. Namun saat gagak hendak menggigitnya, ular tersebut membunuhnya dengan patukannya. Pesan moral dari cerita tersebut adalah nasib baik tak selalu tampak.[2] Sebuah fabel alternatif mengisahkan seekor gagak dan kalajengking yang dicantumkan sebagai puisi karya Arkias dari Mitilene dalam antologi Yunani.[3] Ceritanya sebagian besar sama tetapi pesan moralnya adalah bahwa rasa pahit itu kecil. Epigram lainnya karya Antipater dari Tesalonika, yang berasal dari abad pertama SM, mengisahkan seekor elang yang menemukan seekor gurita yang sedang berjemur di atas sebuah batu, ditarik oleh tentakel-tentakelnya dan jatuh ke laut, 'kehilangan mangsanya sekaligus nyawanya’.[4]

Referensi

Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
  1. ↑ "Aesopica site". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-05. Diakses tanggal 2018-10-11.
  2. ↑ F.R.Adrados, History of the Graeco-Latin Fable, Leiden NL 2003, p.168
  3. ↑ Archived online
  4. ↑ III.10 archived online

Pranala luar

Fabel
Aesop
Apokrifa
Terkait
Adaptasi
layar
Adaptasi
cetak
Terjemahan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan