Minggu, 01 November 2026
17:21 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Memberi Lonceng pada Kucing

Memberi Lonceng pada Kucing

Bagikan:
330px-Conseil_Tenu_par_les_Rats_%28109010667%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Gustave Doré dari fabel La Fontaine, c.1868

"Memberi Lonceng pada Kucing" adalah sebuah fabel yang juga dikenal dengan judul "Lonceng dan Kucing" dan "Tikus Berkumpul". Meskipun sering diatributkan kepada Aesop, cerita tersebut belum tercatat sebelum Abad Pertengahan dan disamakan dengan fabel yang berasal dari zaman klasik dan sama sekali berbeda berjudul Kucing dan Tikus. Dalam sistem klasifikatori yang dihimpun untuk fabel-fabel oleh B. E. Perry, fabel tersebut diberi nomor 613, yang disajikan untuk atribusi Abad Pertengahan di luar kanon Aesopik.[1]

Sinopsis dan pemakaian idiomatik

Fabel tersebut berkisah tentang sekelompok tikus yang berdebat untuk merencanakan pencegahan ancaman dari seekor kucing. Salah satu tikus memajukan rencana untuk memasang sebuah lonceng di lehernya, sehingga mereka mengetahui kapan kucing tersebut mengancam mereka. Rencana tersebut disanjung oleh tikus-tikus lain, sampai seekor tikus bertanya siapa yang secara sukarela memasang lonceng tersebut ke kucing. Semuanya terdiam. Cerita tersebut dipakai untuk mengajarkan kebijaksanaan mengevaluasi rencana agar tak hanya cara menginginkan hasilnya tetapi juga bagaimana cara mengeksekusinya. Cerita tersebut memberikan pelajaran moral soal perbedaan fundamental antara gagasan dan kemampuan mereka, dan bagaimana dampak dari rencana yang diberikan.

Cerita tersebut menimbulkan idiom memasang lonceng pada kucing, yang artinya berniat, atau sepakat untuk melakukan tugas yang sulit dan tak memungkinkan.[2] Pada masa lalu, idiom tersebut menjadi dasar dari julukan yang diberikan kepada bangsawan Skotlandia Archibald Douglas, 5th Earl of Angus. Pada 1482, pada pertemuan para bangsawan yang ingin menggulingkan dan menggantung orang kesayangan James III, Robert Cochrane, Lord Gray berkata, Tis well said, but wha daur bell the cat? (Ini bagus dikatakan, tetapi siapa yang akan memasang lonceng pada kucing?) Tantangan tersebut diterima dan sukses dijalankan oleh Earl of Angus. Dalam menghargai tindakan tersebut, ia selalu dikenal sebagai Archie Bell-the-cat (Archie yang memasang Lonceng pada seekor Kucing).[3]

Referensi

  1. ↑ Ben Edwin Perry (1965). Babrius and Phaedrus. Loeb Classical Library. Cambridge, MA: Harvard University Press. hlm. 487, no. 373. ISBN 0-674-99480-9.
  2. ↑ "To Bell the Cat" thefreedictionary.com. Retrieved 9 November 2007.
  3. ↑ Alexander Hislop: The proverbs of Scotland, Edinburgh 1868, p. 314, available at Google Books

Pranala luar

Wiktionary logo
Lihat entri bell the cat di kamus bebas Wikikamus.
  • 19th–20th century book illustrations online
Fabel
Aesop
Apokrifa
Terkait
Adaptasi
layar
Adaptasi
cetak
Terjemahan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan