Sabtu, 03 Oktober 2026
12:54 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Burung Layang yang Sakit

Burung Layang yang Sakit

Bagikan:
250px-Kitealciato.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang burung layang yang sakit karya Andrea Alciato, 1546

Burung Layang yang Sakit adalah salah satu Fabel Aesop dan diberi nomor 324 dalam Perry Index.[1]

Versi-versi

Versi-versi Yunani dari fabel tersebut berkisah tentang gagak (κοραξ) sementara dalam sumber-sumber Latin Abad Pertengahan, hewan tersebut disebut burung layang (milvus). Burung tersebut sedang sakit dan meminta induknya yang berduka untuk berdoa di kuil atas perantaranya. Sang induk menjawab bahwa karena ia telah mencuri sesembahan disana, upacara keagamaan tak akan berguna. Fabel tersebut tampil dalam kumpulan cerpen William Caxton dan dalam beberapa sumber lainnya, umumnya dengan pesan bahwa pertobatan menjelang ajal tidak ada gunanya.

Dalam edisi tahun 1546 dari Emblemata karya Andrea Alciato, cerita tersebut dimodifikasi. Dalam versi tersebut, burung tersebut muntah dan dikatakan oleh orangtuanya bahwa ia kehilangan kepunyaannya sendiri, karena semua yang ia santap adalah curian.[2]

Referensi

Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:

Pranala luar

Ilustrasi buku dari abad ke-16 sampai ke-19

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan