Kamis, 29 Oktober 2026
05:53 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Burung Layang yang Sakit

Burung Layang yang Sakit

Bagikan:
250px-Kitealciato.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang burung layang yang sakit karya Andrea Alciato, 1546

Burung Layang yang Sakit adalah salah satu Fabel Aesop dan diberi nomor 324 dalam Perry Index.[1]

Versi-versi

Versi-versi Yunani dari fabel tersebut berkisah tentang gagak (κοραξ) sementara dalam sumber-sumber Latin Abad Pertengahan, hewan tersebut disebut burung layang (milvus). Burung tersebut sedang sakit dan meminta induknya yang berduka untuk berdoa di kuil atas perantaranya. Sang induk menjawab bahwa karena ia telah mencuri sesembahan disana, upacara keagamaan tak akan berguna. Fabel tersebut tampil dalam kumpulan cerpen William Caxton dan dalam beberapa sumber lainnya, umumnya dengan pesan bahwa pertobatan menjelang ajal tidak ada gunanya.

Dalam edisi tahun 1546 dari Emblemata karya Andrea Alciato, cerita tersebut dimodifikasi. Dalam versi tersebut, burung tersebut muntah dan dikatakan oleh orangtuanya bahwa ia kehilangan kepunyaannya sendiri, karena semua yang ia santap adalah curian.[2]

Referensi

Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:

Pranala luar

Ilustrasi buku dari abad ke-16 sampai ke-19

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan