Sabtu, 03 Oktober 2026
16:22 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Ular dan Kepiting

Ular dan Kepiting

Bagikan:
250px-Medici_snake%26crab.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fabel Ular dan Kepiting dalam Manuskrip Medisi 1470-an

Ular dan Kepiting di Yunani Kuno adalah peribahasa yang sama dengan peribahasa modern, 'Kuali menyebut cerek hitam'. Fabel yang diatributkan kepada Aesop tersebut berkisah tentang dua makhluk hidup dan masih sama dengan fabel lain yang berkisah tentang kepiting dan keadaan yang berjalan menuju titik yang sama.

Fabel dan asal-usulnya

Penyebutan ular dan kepiting pertama yang diketahui ditemukan dalam lagu minum-minum yang berasal dari akhir abad ke-6 atau awal abad ke-5 SM:

Kepiting berkata,
mengejek ular soal gaya merangkaknya,
'Rekan seseorang seharusnya terus terang
dan bukannya berpikir sebaliknya.’[1]

Referensi

  1. ↑ Francisco Rodríguez Adrados, History of the Graeco-Latin fable I, Brill, Leiden NL 1999, p.146

Pranala luar

Illustrations in books from the 15th - 20th century

Fabel
Aesop
Apokrifa
Terkait
Adaptasi
layar
Adaptasi
cetak
Terjemahan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan