Minggu, 18 Oktober 2026
09:44 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Pohon Kenari

Pohon Kenari

Bagikan:
250px-Alciato_193.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Alciato 193, berdasarkan pada fabel tersebut

Pohon Kenari adalah salah satu fabel Aesop dan bernomor 250 dalam Perry Index. Fabel Pohon Kenari kemudian menjadi fondasi fabel berbeda.

Fabel perlakuan buruk

Terdapat dua versi Yunani berkaitan dari fabel tersebut. Menggambarkan perlakuan buruk orang-orang yang membalas hal baik dengan keburukan, kisah tersebut menceritakan sebuah pohon kenari (καρυα) yang berdiri di pinggir jalan yang kacang-kacangnya dijatuhkan dengan cara dilempari ranting dan batu. Pohon tersebut kemudian mengeluh, 'Orang-orang menikmati buah-buahku, tetapi mereka memakai cara buruk untuk menunjukkan rasa terima kasih mereka.'[1] Keluhan tersebut berkaitan dengan debat tentang rasa terima kasih yang tercantum dalam cerita India dari Panchatantra yang menceritakan sebuah pohon mangga yang bertanya apa hukumnya membalas kebaikan dengan kejahatan dan menyatakan bahwa pengalamannya dengan manusia adalah perlakuan buruk meskipun ia menyediakannya buah dan keteduhan.[2] Di sisi lain, rasionalis Jerman abad ke-18, Gotthold Ephraim Lessing, mengutip apa dasar sebenarnya untuk rasa terima kasih dalam fabel "Pohon Oak dan Babi".[3] Seekor babi memakan kaki oak sebagai balasan atas keserakahan murni dari pohon tersebut dan menyatakan bahwa satu-satunya rasa terima kasih yang dapat diwujudkan adalah agar oak tersebut menggugurkan akorn-akorn yang disukainya.

Referensi

  1. ↑ Aesopica site
  2. ↑ Stanley Rice, Ancient Indian Fables and Stories, London 1924, p. 34
  3. ↑ Fables and Epigrams of Lessing translated from the German, London 1825, Fable 33
Fabel
Aesop
Apokrifa
Terkait
Adaptasi
layar
Adaptasi
cetak
Terjemahan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan