Minggu, 20 September 2026
21:20 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Sekhen

Sekhen

Ka
Sekhen
Bejana ditemukan di Tarkhan berisi serekh Raja Ka. Petrie Museum of Egyptian Archaeology, London
Bejana ditemukan di Tarkhan berisi serekh Raja Ka. Petrie Museum of Egyptian Archaeology, London
Firaun
Masa pemerintahanAbad ke-32 SM (Dinasti 0)
PendahuluIry-Hor ?
PenggantiNarmer (lebih mungkin) atau Scorpion II
Meninggal3100 SM
MakamRuang B7, B9, Umm el-Qa'ab
D32
Hor-Ka
Era: Kerajaan Baru
(1550–1069 BC)
Hieroglif Mesir

Ka, juga (alternatif) Sekhen,[1][2] merupakan seorang Firaun pradinastik Mesir Hulu yang berasal dari Naqada III. Ia mungkin bertakhta pada paruh pertama abad ke-32 SM. Panjang masa pemerintahannya tidak diketahui.

Nama

Pembacaan yang benar nama Ka tetap tidak pasti.[3] Terdapat prasasti bejana yang menunjukkan serekh dengan simbol Ka yang khas, keduanya ditulis tegak dengan benar, tapi ada juga prasasti yang menyajikan serekh tegak dengan simbol Ka yang terbalik. Bentuk kedua tulisan itu menunjukkan pembacaan sebagai Sekhen (artinya ‘merangkul s.o.’) daripada Ka.[4] Itu juga dianggap sebagai nama kelahiran Narmer.[5] Karena pembacaan nama tersebut sangat tidak pasti, Egiptolog dan ahli penulisan seperti Ludwig David Morenz lebih memilih pembacaan netral sebagai ‘Lengan Raja’.[6]

Pemerintahan

250px-Map_of_ka_serekh.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Map lokasi dimana serekh Ka ditemukan.

Ka bertakhta atas Tinis pada paruh pertama abad ke-32 SM dan dimakamkan di Umm el-Qa'ab. Ia kemungkinan besar adalah penerus langsung Iry-Hor dan digantikan baik oleh Narmer atau Scorpion II.[7] Ia adalah raja Mesir paling awal dikenal dengan serekh yang tertulis di sejumlah artefak. Dengan demikian, ini dapat menjadi invoasi pemerintahannya.[8] Ka adalah salah satu raja pradinastik dengan Narmer dan Scorpion II. Di luar Abydos, ia dibuktikan di nekropolis pradinastik Adaima di Mesir Hulu[9] dan di utara Tarkhan, Helwan, Tell Ibrahim Awad, Wadi Tumilat dan sejauh utara Tel Lod di Levant selatan.[10]

Jumlah artefak yang berisi serekh Ka yang ditemukan di luar Abydos jauh lebih besar daripada pendahulunya.[10] Ini mungkin pertanda pengaruh yang meningkat dan mungkin menaklukkan sebagian besar wilayah Mesir oleh raja-raja Tinis.[10]

Makam

Dua ruang bawah tanah, B7 dan B9, di nekropolis Umm el-Qa'ab, Abydos diyakini merupakan bagian dari makam Raja Ka. Setiap ruang berada di kedalaman 1.90 m, B.7 adalah 6.0 × 3.2 m sementara B.9 sedikit lebih kecil pada 5.9 x 3.1 m; kedua ruang itu berdiameter 1.80 m.[10]

Makam Ka pertama kali digali oleh Petrie pada tahun 1902. Penggalian tersebut menghasilkan pecahan pisau dan tembikar. Di ruang paling selatan B7, lebih dari empat puluh prasasti ditemukan di bejana-bejana tinggi dan silinder serta cetakan segel.[10][11] Makam Ka (B7, B9)dekat dengan Iry-Hor (B1, B2) dan Narmer (B17, B18). Selanjutnya, terletak di dalam urutan sekuensial yang menghubungkan pemakaman "U" yang lebih tua dengan pemakaman Dinasti Pertama, sehingga menunjukkan bahwa Ka menggantikan Iry-Hor dan mendahului Narmer di atas takhta.[12]

Galeria

Referensi

  1. Rice, Michael (1999), Who's Who in Ancient Egypt, Routledge, hlm. 86.
  2. Jürgen von Beckerath: Handbuch der ägyptischen Königsnamen, Münchner ägyptologische Studien, Heft 49, Mainz: P. von Zabern, 1999, ISBN3-8053-2591-6, available online Diarsipkan 2015-12-22 di Wayback Machine. see p. 36-37
  3. Wilkinson 1999, hlm. 57–59.
  4. Kaplony, Peter (1982), "Kleine Beiträge zu den Inschriften der ägyptischen Frühzeit", MDAIK (dalam bahasa German) (38), Berlin: Deutsches Archäologisches Institut, Orient-Abteilung (Hrsg.). von Zabern: 221, 229{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link).
  5. Baumgartel, Elise Jenny (1975), "Some remarks on the origins of the titles of the Archaic Egyptian Kings", Journal of Egyptian Archaeology (61), London: Egypt Exploration Society: 31.
  6. Morenz, Ludwig David, Bild-Buchstaben und symbolische Zeichen (dalam bahasa German), hlm. 106–8{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link).
  7. Shaw, Ian, The Oxford History of Ancient Egypt, hlm. 71.
  8. Wilkinson 1999, hlm. 57f.
  9. Grimal, N (1999), BIFAO, hlm. 451.
  10. 1 2 3 4 5 Raffaele, Francesco. "Dynasty 0" (Dokumen).{{cite document}}: Kutipan document memerlukan |publisher=; Parameter tidak dikenal |format= diabaikan; Parameter tidak dikenal |url= diabaikan
  11. Gilroy, Thomas (2001), ""Forgotten" Serekhs in the Royal Ontario Museum", Göttinger Miszellen (180), Göttingen: Ägyptologisches Seminar der Universität Göttingen: 67–76, Fig. 2, Tafel I b, ISSN 0344-385X.
  12. Barta, Winfried (1982), "Zur Namensform und zeitlichen Einordnung des Königs Ro", GM (dalam bahasa German), 53: 11–13{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link).
  13. Wilkinson 1999.

Bibliografi

  • Wilkinson, Toby AH (1999), Early Dynastic Egypt, London/New York: Routledge, ISBN 0-415-18633-1
Didahului oleh:
Iry-Hor?
Raja Tinis Diteruskan oleh:
Scorpion II?
Penguasa Mesir Kuno
Periode
Dinasti
  • Firaun (pria
  • wanita ♀)
  • tidak jelas
Protodinastik
(pra-3150 SM)
Hilir
Hulu
Penguasa Protodinastik
sampai Dinasti Awal
(<3150–2040 SM)
Dinasti I
Dinasti II
Penguasa
Kerajaan Lama
Dinasti III
Dinasti IV
Dinasti V
Dinasti VI
Penguasa
Menengah pertama
Dinasti VII & VIII
Dinasti IX & & X
Penguasa
Kerajaan Pertengahan
(2040-1550 SM)
Dinasti XI
Dinasti XII
Penguasa
Menengah kedua
Dinasti XIII
Dinasti XIV
Dinasti XV
Dinasti XVI
Dinasti Abydos
Dinasti XVII
Penguasa
Kerajaan Baru
(1550-664 SM)
Dinasti XVIII
Dinasti XIX
Dinasti XX
Penguasa
Menengah ketiga
Dinasti XXI
Dinasti XXII
Dinasti XXIII
Dinasti XXIV
Dinasti XXV
Periode Akhir
(664–30 SM)
Dinasti XXVI
Dinasti XXVII (Persia)
Dinasti XXVIII
Dinasti XXIX
Dinasti XXX
Dinasti XXXI
Periode Helenistik
(332–30 SM)
Dinasti Argead (XXXII)
Dinasti Ptolemaik
Suami/Istri
Pejabat istana
Imhotep · Weni · Sobeknakht II · Ahmose-Ebana · Ineni · Senenmut · Rekhmire · Yuya · Maya · Yuny · Bay · Manetho · Pothinus
Wikimedia Commons memiliki media mengenai King Ka.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan