Sabtu, 03 Oktober 2026
16:51 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Hor-Aha

Hor-Aha

Bagikan:
Aha.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Gambar Nama Horus dalam hieroglif

Hor-Aha diperkirakan merupakan raja kedua dari dinasti pertama Mesir. Dia hidup selama abad ke-31 SM.

Pada abad ke-32 SM, ayahnya yang bernama Narmer telah menyatukan Mesir Hulu dan Mesir Hilir. Hor-Aha (yang ketika lahir bernama Ity, Hor-Aha adalah gelarnya: 'Horus di antara ilalang') menjadi seorang raja pada usia 30 tahun dan memerintah sampai usia 62 tahun. Menurut legenda, ia dibawa oleh seekor kuda nil, penjelmaan dewa Seth. Cerita lain mengatakan bahwa Hor-Aha terbunuh oleh seekor kuda nil ketika berburu, yang menunjukkan bahwa Hor-Aha adalah 'Menes' yang legendaris.

Terdapat beberapa perdebatan mengenai Hor-Aha. Beberapa orang percaya bahwa ia adalah orang yang sama dengan Menes dan dia adalah orang yang telah menyatukan seluruh Mesir. Beberapa orang lainnya berpendapat bahwa ia adalah anak dari Narmer, raja yang telah menyatukan Mesir. Bukti-bukti sejarah dari periode tersebut menunjukkan bahwa Narmer adalah raja yang pertama kali menyatukan Mesir (lihat Pelat Narmer) dan Hor-Aha sebagai anaknya dan sekaligus pewaris tahtanya.

Galeria

  • Kapal silinder Hor-Aha dari Saqqara, Dinasti Pertama; Museum August Kestner.
    Kapal silinder Hor-Aha dari Saqqara, Dinasti Pertama; Museum August Kestner.
  • Alat tembaga dengan serekh Hor-Aha, dipajang di Museum Mesir Berlin.
    Alat tembaga dengan serekh Hor-Aha, dipajang di Museum Mesir Berlin.
  • Label gading bertuliskan serekh Hor-Aha dan terdapat nama istrinya Benerib.
    Label gading bertuliskan serekh Hor-Aha dan terdapat nama istrinya Benerib.
  • Label gading dengan serekh Hor-Aha. Benda ini menyatakan kemenangan atas "penggunaan busur panah setjet-orang-orang" (tengah) dan kunjungan ke domain "Horus tumbuh subur dengan ternaknya" (kanan).
    Label gading dengan serekh Hor-Aha. Benda ini menyatakan kemenangan atas "penggunaan busur panah setjet-orang-orang" (tengah) dan kunjungan ke domain "Horus tumbuh subur dengan ternaknya" (kanan).
  • Label eboni terfragmentasi Hor-Aha berkaitan dengan kunjungan raja ke kuil suci dewi Neith dari Sais di Delta, British Museum.
    Label eboni terfragmentasi Hor-Aha berkaitan dengan kunjungan raja ke kuil suci dewi Neith dari Sais di Delta, British Museum.

Referensi

Lihat pula

Penguasa Mesir Kuno
Periode
Dinasti
  • Firaun (pria
  • wanita ♀)
  • tidak jelas
Protodinastik
(pra-3150 SM)
Hilir
Hulu
Penguasa Protodinastik
sampai Dinasti Awal
(<3150–2040 SM)
Dinasti I
Dinasti II
Penguasa
Kerajaan Lama
Dinasti III
Dinasti IV
Dinasti V
Dinasti VI
Penguasa
Menengah pertama
Dinasti VII & VIII
Dinasti IX & & X
Penguasa
Kerajaan Pertengahan
(2040-1550 SM)
Dinasti XI
Dinasti XII
Penguasa
Menengah kedua
Dinasti XIII
Dinasti XIV
Dinasti XV
Dinasti XVI
Dinasti Abydos
Dinasti XVII
Penguasa
Kerajaan Baru
(1550-664 SM)
Dinasti XVIII
Dinasti XIX
Dinasti XX
Penguasa
Menengah ketiga
Dinasti XXI
Dinasti XXII
Dinasti XXIII
Dinasti XXIV
Dinasti XXV
Periode Akhir
(664–30 SM)
Dinasti XXVI
Dinasti XXVII (Persia)
Dinasti XXVIII
Dinasti XXIX
Dinasti XXX
Dinasti XXXI
Periode Helenistik
(332–30 SM)
Dinasti Argead (XXXII)
Dinasti Ptolemaik
Suami/Istri
Pejabat istana
Imhotep · Weni · Sobeknakht II · Ahmose-Ebana · Ineni · Senenmut · Rekhmire · Yuya · Maya · Yuny · Bay · Manetho · Pothinus
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan