Minggu, 20 September 2026
23:05 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Neithhotep

Neithhotep

R24
R4
Neith-hotep/Hotep-Neith
Era: Kerajaan Baru
(1550–1069 BC)
Hieroglif Mesir
330px-Vase_of_Neithotep.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fragmen Alabaster dengan nama ratu Neith-hotep

Neithhotep atau Neith-hotep merupakan seorang Permaisuri Mesir Kuno yang hidup dan bertakhta selama awal Dinasti ke-1. Ia pernah dianggap sebagai penguasa laki-laki: Mastabanya yang luar biasa besarnya dan Serekh kerajaan yang mengandung namanya di beberapa jejak segel sebelumnya menyebabkan para Egiptolog dan sejarawan keliru bahwa ia mungkin seorang raja yang tidak dikenal.[1]

Ketika pemahaman tentang tulisan-tulisan awal bangsa Mesir berkembang, para ilmuwan mengetahui bahwa Neithhotep sebenarnya adalah seorang wanita dengan pangkat luar biasa; ia kemudian dianggap sebagai istri firaun pertama Mesir bersatu, Narmer, dan ibunda Hor-Aha. Penemuan yang lebih baru menunjukkan bahwa Neithhotep mungkin malah merupakan pasangan Hor-Aha, dan ibunda serta rekan-pemimpin pewaris dugaan Djer. Bukti arkeologi juga menunjukkan bahwa ia mungkin bertakhta sebagai firaun dengan haknya sendiri, dan karena itu pastilah raja wanita paling awal di dalam sejarah.[2]

Makam

Makam Neithhotep ditemukan pada tahun 1897 oleh arkeolog Prancis Jacques de Morgan di situs Naqada. Kemudian diselidiki lagi oleh arkeolog Jerman, Ludwig Borchardt pada tahun 1898. Suprastrukturnya terdiri dari Mastaba besar yang terbuat dari sumpur berlumpur, dinding luarnya tampak bagus. Sekarang benar-benar hancur karena erosi. Karena ukurannya yang snagat besar, makam tersebut pernah diyakini sebagai makam raja Menes. Pilihan tempat untuk makam tersebut mungkin menunjukkan bahwa ratu Neithhotep berasal dari utara Mesir Hilir. Pernah juga dipercaya bahwa Neithhotep menikah dengan Narmer untuk memfasilitasi penyatuan Narmer ke Mesir.

Referensi

  1. Toby A. H. Wilkinson: Early Dynastic Egypt - Strategy, Security and Society. Routledge, London 1999, ISBN0-415-26011-6, p. 5 & 174.
  2. Owen Jarus: Name of queen Neith-hotep found at Wadj Ameyra. In: Live Science, 19. January 2016 (online). (Englisch)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan