Minggu, 08 November 2026
23:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Khenthap

Bagikan:
Aa1
n
t
A53V28Aa5
p
B1
Khenthap
Era: Kerajaan Baru
(1550–1069 BC)
Hieroglif Mesir

Khenthap (juga ditulis Khenet-Hapi) diduga merupakan seorang ratu Mesir Kuno. Ia konon hidup pada masa Dinasti ke-1. Tokoh sejarahnya sangat tidak jelas, karena tidak ada sumber kontemporer untuk namanya. Ia muncul hanya sekali di dalam Epigrafi jauh kemudian.

Bukti

Ahli sejarah Mesir dan sejarawan masih memperdebatkan siapa Khenthap sebagai tokoh sejarah. Rekaman segel arkeologi yang dicatat dari pemakaman dinasti pertama di Abydos tidak pernah menyinggungnya. Ia hanya muncul di dalam Prasasti Palermo,[1] sebuah prasasti yang terbuat dari Sekis hitam yang mencantumkan raja-raja dari Narmer (dinasti ke-1) sampai raja Neferirkare (Dinasti ke-6). Selain itu, batu tersebut mencantumkan ibunda dari masing-masing raja.[2] Prasasti tersebut mengeja nama Khenthap, tetapi tidak mencatat gelar-gelarnya (kecuali untuk "ibunda").[3]

Biografi

Prasasti di fragmen Kairo menggambarkan Khenthap sebagai ibunda Raja Djer.[4] Joyce Tyldesley mengira Khenthap adalah istri Raja Hor-Aha dan bahwa cucunya adalah Raja Djet, karena Djet dianggap putra Raja Djer (putra).[5] Silke Roth malah berpikir bahwa Khenthap adalah istri Raja Teti I, raja yang disebutkan di dalam Prasasti Saqqara dan di Kanon Kerajaan Torino. Pada akhirnya, ia digambarkan sebagai penguasa yang memegang takhta Mesir hanya selama 1 tahun dan 45 hari.[1]

Nama Khenthap berarti "musisi (dewa) Apis", yang mungkin menunjuk pada peran religius dan kultis untuk wanita ini selama masa hidupnya. Namanya terhubung dengan dewa dan mungkin menautkan dengan gelar raja "banteng ibundanya".[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Silke Roth: Die Königsmütter des Alten Ägypten: von der Frühzeit bis zum Ende der 12. Dynastie. Harrassowitz, Wiesbaden 2001, ISBN3-447-04368-7, p. 16–18.
  2. ↑ Toby Wilkinson: Royal annals of ancient Egypt: the Palermo stone and its associated fragments. Kegan Paul International, London 2000, ISBN0-7103-0667-9, p. 105.
  3. ↑ Wolfram Grajetski: Ancient Egyptian Queens: a hieroglyphic dictionary. Golden House Publications, London 2005, ISBN0-9547218-9-6, p. 2.
  4. ↑ Aidan Dodson & Dyan Hilton: The Complete Royal Families of Ancient Egypt. Thames & Hudson, London 2004, ISBN0-500-28857-7, p. 48.
  5. ↑ Joyce A. Tyldesley: Chronicle of the Queens of Egypt. Thames & Hudson, London 2006, ISBN0-500-05145-3, p. 29.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan