Senin, 21 September 2026
03:15 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kaisarion

Kaisarion

firaun terakhir Mesir Ptolemaik dari 44 hingga 30 SM

Kaisarion
Theos Philopator Philometor
Patung granit kepala Caesarion di Bibliotheca Alexandriana
Patung granit kepala Caesarion di Bibliotheca Alexandriana
Raja Mesir Ptolemy
PendahuluPtolemaios XIV dan Kleopatra VII
PenggantiAugustus (sebagai Kaisar Roma)'[a]
Prenomen  (Praenomen)
iwꜤ pꜢ nṯr nti nḥm stp n ptḥ iri mꜢꜤt rꜤ sḫm (Ꜥnḫ) n imn
Iwapanetjernetynehem setepenptah irmaatra sekhem(ankh)enamun
dia pewaris dewa penyelamat, dipilih oleh Ptah, yang melahirkan Maat Ra, gambar hidup Amun[1]
M23L2
pnTrnw
t
N41
a
p
t
HU21
n
ir
N36
C12C2n
Nomen
ptwlmys
Ptolemys
Ptolemy
G39N5
p
t
wAl
M
iis
kysrs
Kyseres
Caesar
G39N5
kiiz
r
s
Nama Horus
ḥwnw
Hunu
Pemuda
G5
Hwn
n
nw
W
A17
AyahJulius Caesar (konon)
IbuKleopatra
Lahir23 Juni 47 SM
Kerajaan Ptolemaik
Meninggal29 Agustus 30 SM
Aleksandria, Aegyptus

Ptolemaios XV Filopator Filometor Kaisar (dijuluki Kaisarion ([Yulius] Kaisar kecil), bahasa Yunani: Πτολεμαίος ΙΕ' Φιλοπάτωρ Φιλομήτωρ Καίσαρ, Καισαρίων, 23 Juni 47 SM - Agustus 30 SM) adalah firaun terakhir dari dinasti Ptolemaik di Mesir. Ia memerintah sejak umur 3 tahun bersama ibunya, Kleopatra VII, dari 2 September 44 SM hingga Agustus 30 SM, ketika ia dibunuh oleh Oktavianus, yang kemudian menjadi kaisar Romawi bernama Augustus.

250px-Denderah3_Cleopatra_Cesarion.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah relief Kleopatra dan Kaisarion di kuil Dendera, Mesir

Ia adalah anak laki-laki tertua Kleopatra VII. Kemungkinan besar ayahnya adalah Yulius Kaisar. Bila benar demikian, ia adalah putra kandung Kaisar satu-satunya.

Biografi

Ptolemaios XV, kadang disebut "Kaisar Ptolemaios", biasanya dikenal dengan nama panggilan "Kaisarion", dilahirkan di Mesir pada tahun 47 SM dan menjalani dua tahun, dari 46-44 SM, di Roma, di mana ia dan ibunya adalah tamu Kaisar. Kleopatra VII berharap bahwa anaknya akan meneruskan ayahnya Kaisar menjadi kepala Republik Romawi dan Mesir. Setelah pembunuhan Kaisar pada 15 Maret 44 SM, Kleopatra dan Kaisarion kembali ke Mesir. Kaisarion menjadi raja dan bersama-sama memerintah dengan ibunya mulai 2 September 44 SM pada usia 3 tahun, walaupun ia hanya menjabat sebagai raja, sedangkan Kleopatra VII memerintah sendiri.

Pada masa sebelum sengketa antara Markus Antonius dengan Oktavianus, Antonius, yang saat itu menguasai Republik dalam triumvirat dengan Oktavianus dan Lepidus, memberi daerah-daerah kekuasaan di timur dan gelar-gelar kepada Kaisarion dan kepada 3 anak Markus Antonius bersama Kleopatra. Kaisarion digelari "Raja segala Raja". Yang paling mengancam Oktavianus (yang kekuasaannya didasarkan pada statusnya sebagai anak keponakan dan anak angkat Yulius Kaisar), Antonius menggelari Kaisarion anak kandung dan ahli waris Kaisar. Pernyataan ini menyebabkan sengketa serius antara Antonius dan Oktavianus, yang mengumumkan perang melawan Antonius dan Kleopatra.

Ketika Oktavianus menyerang Mesir pada 30 SM, Kleopatra VII mengirim Kaisarion, ketika itu berusia 17 tahun, ke pelabuhan Laut Merah Berenike demi keselamatannya, dengan rencana melarikan diri ke India. Oktavianus menduduki kota Aleksandria pada 1 Agustus 30 SM, tanggal ketika Mesir dimasukkan ke Republik Romawi. Markus Antonius telah bunuh diri sebelum Oktavianus masuk ke ibu kota; Kleopatra ikut bunuh diri pada 12 Agustus 30 SM. Penjaga-penjaga Kaisarion, termasuk gurunya, mengkhianati dirinya dan Oktavianus memerintahkan pembunuhan Kaisarion.

Oktavianus kemudian memerintah Mesir. Tahun 30 SM dianggap sebagai tahun pertama pemerintahan raja baru sesuai dengan sistem penanggalan tradisional Mesir. Dalam catatan-catatan saat itu Oktavianus digelari sebagai firaun dan pengganti Kaisarion.

Didahului oleh:
Ptolemaios XIV dan Kleopatra VII
Firaun
bersama Kleopatra VII
Diteruskan oleh:
Augustus

Referensi

  1. Leprohon, Ronald J. (2013). The Great Name: Ancient Egyptian Royal Titulary. SBL Press. hlm. 178. ISBN 978-1-58983-736-2. Diakses tanggal 4 Januari 2024.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Penguasa era Helenistik
Argeadai
Antigonidai
Lagid (Ptolemaios)
Raja-raja Kirene
Seleukia
Lysimakhos
Antipatridai
Attalidon
Yunani-Baktria
Yunani-India
Raja-raja Bitinia
Raja-raja Pontos
Raja-raja Commagene
Raja-raja Kapadokia
Raja-raja Bosporos Kimmeria
Penguasa Helenistik didahului oleh para Satrap Helenistik di sebagian besar wilayah mereka.
  1. Kerajaan Ptolemeus dianeksasi oleh Kekaisaran Romawi pada tahun 30 SM dan karenanya jabatan firaun tidak ada lagi. Namun, karena posisi sentral firaun dalam agama Mesir, masyarakat setempat mengakui Augustus dan semua Kaisar Romawi berikutnya sebagai firaun demi kesinambungan; tidak ada kaisar yang pernah menyandang atau mengakui gelar tersebut. Lihat Firaun Romawi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan