Senin, 28 September 2026
10:13 WIB
TERKINI
Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal
Mithridates II dari Commagene

Mithridates II dari Commagene

Mithridates II
250px-Tumulus_of_Karakus_11.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Relief Mithridates II dan saudarinya Laodice di Tumulus Karakuş, Turki
Raja Commagene
Berkuasa38 SM – 20 SM
(18 tahun)
PendahuluAntiochus I Theos
PenerusMithridates III
Meninggal20 SM
Roma, Kekaisaran Romawi
AyahRaja Antiochus I Theos dari Commagene
IbuPutri Isias Philostorgos dari Cappadocia
PasanganLaodice
KeturunanMithridates III dari Commagene
Nama lengkap
Mithridates II Antiochus Epiphanes Philorhomaeus Philhellen Monocrites
WangsaWangsa Orontid

Mithridates II Antiochus Epiphanes Philorhomaeus Philhellen Monocrites (bahasa Yunani:Μιθριδάτης Ἀντίοχος ὀ Ἐπιφανής Φιλορωμαίος Φιλέλλην Μονοκρίτης, meninggal 20 SM), juga dikenal sebagai Mithridates II dari Commagene, merupakan seorang tokoh berkebangsaan Armenia[1] dan Yunani yang hidup diabad ke-1 SM. Ia merupakan seorang pangeran Commagene dan juga merupakan salah satu putra Raja Antiochus I Theos dari Commagene dan Ratu Isias Philostorgos dari Commagene. Ketika ayahandanya meninggal pada tahun 38 SM, ia menjadi ahli waris dan memerintah sampai kematiannya.

Menurut Plutarkhos, ia merupakan sekutu Romawi Mark Antony. Ia juga menjodohkan putrinya dengan Kekaisaran Parthia, Raja Orodes II.[2] Pada tahun 31 SM, Mithridates sendiri yang memimpin pasukannya ke Actium di Yunani untuk membantu Antony berperang melawan Caesar Octavian, calon kaisar romawi Augustus.[3] Namun setelah kekalahan Antony, Mithridates menjadi sekutu setia Augustus. Meskipun demikian, Augustus memaksa Mithridates untuk menyerahkan sebuah kota di Commagene yang disebut Zeugma, yang menjadi titik persimpangan utama Sungai Euphrates, ke provinsi Romawi Suriah. Untuk menunjukkan dukungannya kepada Augustus, Mithridates menanggalkan gelar Philhellen ("sahabat bangsa Yunani") dari Aulic titulaturenya dan kemudian mengambil gelar Philorhomaeus ("sahabat bangsa Romawi"). Kedua gelar tersebut berasal dari kultus Kerajaan Commagenean yang dibangun oleh ayahanda Mithridates, dan di mana Mithridates berperan penting. Gelarnya yang lain Monocrites merupakan gelarnya yang tidak resmi dan kemungkinan besar berasal dari fungsi peradilan di dalam administrasi kerajaan dan tanda status sosial yang tinggi.

Mithridates memiliki seorang saudara, Antiochus II dari Commagene, yang juga merupakan pangeran kerajaan.[4][5] Pada tahun 29 SM, Antiochus dipanggil ke Roma dan dieksekusi oleh Kaisar Romawi Augustus, karena Antiochus terlibat di dalam pembunuhan seorang duta besar yang dikirim oleh Mithridates ke Roma.[4]

Menurut sebuah prasasti dipemakaman keluarga seorang terkemuka yang kaya raya yang ditemukan di Turki kota Sofraz dan berasal dari sekitar pertengahan abad ke-1 SM, istri Mithridates merupakan seorang wanita Yunani yang bernama Laodice. Altar tersebut bertuliskan nama tujuh generasi dari keluarga tersebut termasuk nama Mithridates, ayahandanya dan istrinya. Ketika Mithridates meninggal pada tahun 20 SM, putranya dengan Laodice, Mithridates III dari Commagene, menjadi ahli warisnya.[5]

Silsilah

Silsilah Mithridates II dari Commagene
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
16. King Ptolemaeus of Commagene
 
 
 
 
 
 
 
8. Raja Sames II Theosebes Dikaios dari Commagene
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
4. Raja Mithridates I Callinicus dari Commagene
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
9. Princess Pythodoris dari Pontus
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
2. Raja Antiochus I Theos dari Commagene
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
20. King Demetrius II Nicator of the Seleucid Empire
 
 
 
 
 
 
 
10. Raja Antiochus VIII Grypus dari Kekaisaran Seleucid
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
21. Princess Cleopatra Thea of Egypt
 
 
 
 
 
 
 
5. Putri Laodice VII Thea dari Kekaisaran Seleucid
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
22. Ptolemy VIII Physcon of Egypt
 
 
 
 
 
 
 
11. Putri Tryphaena dari Mesir
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
23. Cleopatra III of Egypt
 
 
 
 
 
 
 
1. Mithridates II dari Commagene
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
6. Raja Ariobarzanes I dari Cappadocia
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
3. Putri Isias Philostorgos dari Cappadocia
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
7. Athenais Philostorgos I
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Referensi

  1. ↑ Chahin, Mark (2001). The Kingdom of Armenia. Routlege. hlm. 190–191. ISBN 0-7007-1452-9.
  2. ↑ "Commagene". cliolamuse.com (dalam bahasa French). Diarsipkan dari asli tanggal 2013-03-03. Diakses tanggal 20 April 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Speidel, Michael Alexander (2005). "Early Roman Rule in Commagene" (PDF). citing Plutarch, Antony 61. Mavors-Institute for Ancient Military History. Diakses tanggal 20 April 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Smith, William, ed. (1870). "Antiochus II". Dictionary of Greek and Roman Antiquities. republished at AncientLibrary.com. hlm. 194. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-09-21. Diakses tanggal 20 April 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 "Samosata". Catholic Encyclopedia. republished at Catholicity.com. Diakses tanggal 20 April 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan