Minggu, 27 September 2026
21:59 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Tryphaena

Permaisuri Suriah (124-111 SM)

Tryphaena
Permaisuri Kekaisaran Seleukia
Berkuasa124 SM–111 SM (bertentangan dengan adiknya Kleopatra IV hingga 112 SM)
Penobatan124 SM
Pendahulu
PenerusKleopatra Selini
Lahirca 141 SM
Meninggal111 SM
AyahPtolemaios VIII
IbuKleopatra III
PasanganAntiokhos VIII
Keturunan
DinastiPtolemaik

Tryphaena (bahasa Yunani:Τρύφαινα; ca 141 SM –111 BC) adalah seorang putri Dinasti Ptolemaik. Ia menikah dengan Antiokhos VIII dan menjadi Permaisuri Kekaisaran Seleukia.

Kehidupan awal

Sering kali dianggap bahwa Tryphaena juga menyandang nama Kleopatra. Namun, hal ini belum benar-benar terbukti. Tryphaena adalah anak perempuan tertua dari Ptolemaios VIII, seorang Raja Dinasti Ptolemaik dari Kerajaan Ptolemaik di Mesir dan ibunya Kleopatra III (juga sepupu Ptolemaios VIII).[1] Ia adik dari Ptolemaios IX, Ptolemaios X dan kakak dari Kleopatra IV dan Kleopatra Selini.

Pada tahun 125 SM, Ptolemaios VIII tak lagi mendukung orang yang berpura-pura atas takhta Seleukia, Aleksander II, tetapi Antiokhos VIII putra dari Demetrios II dan Cleopatra Thea. Tryphaena dinikahkan oleh ayahnya Ptolemaios VIII dengan Antiokhos VIII, juga mengirimkan bala bantuan.[2] Kemudian pasangan ini memiliki lima anak-anak yakni, Seleukos VI, kembar Antiokhos XI Epifanis dan Filipos I Filadelfus, Demetrius III Eukaerus dan Antiokhos XII Dionisos. Tryphaena juga memiliki anak perempuan bernama Laodike VII yang kelak menikah dengan Mithridates I.[3]

Perselisihan dengan Kleopatra IV

Pada tahun 112 SM, Antiokhos VIII mengalahkan saudara tirinya dan saingannya Antiokhos IX Kyzikinos, mengambil alih Kota Antiokhia di mana Kleopatra IV (istri dari Antiokhos IX) juga tinggal di kota tersebut. Tryphaena membenci adiknya Kleopatra IV yang bersembunyi di kuil Apollo dan ia menginginkan adiknya ini dibunuh. Ia menuduh Kleopatra IV memasukkan tentara asing kedalam perselisihan saudara tiri Seleukia dan menikah di luar Mesir yang bertentangan dengan kehendak ibunya. Antiokhos VIII meminta istrinya untuk mengampuni adiknya. Ia mengatakan bahwa nenek moyangnya tidak pernah memperlakukan wanita dengan begitu kejam. Ia juga menambahkan bahwa kuil tempat Klepatra IV berlindung adalah kuil yang suci, sehingga harus menghormati para dewa, yang dengan bantuannya ia dapat menang. Namun, Tryphaena tidak terbujuk dengan kata-kata suaminya dan memerintahkan beberapa prajurit untuk mengeksekusi adiknya. Mereka menembus ke dalam kuil dan berhasil membunuh Kleopatra IV. Sebelum meninggal, Kleopatra IV mengutuk para pembunuhnya dan menyerahkan urusan balas dendamnya dengan kebijaksanaan pada dewa yang tidak dihormati. Setahun kemudian, yakni pada 111 SM, Tryphaena ditangkap oleh Antiokhos IX setelah ia mengalahkan saudara tirinya dalam suatu pertempuran. Antiokhos IX lalu mengeksekusinya dan mengorbankannya untuk istrinya.[4]

Keturunan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
16. Ptolemaios III
 
 
 
 
 
 
 
8. Ptolemaios IV
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
17. Berenike II
 
 
 
 
 
 
 
4. Ptolemaios V[5]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
18. =16. Ptolemaios III
 
 
 
 
 
 
 
9. Arsinoe III
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
19. =17. Berenike II
 
 
 
 
 
 
 
2. Ptolemaios VIII[5]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
20. Seleukos II
 
 
 
 
 
 
 
10. Antiokhos III
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
21. Laodike II
 
 
 
 
 
 
 
5. Kleopatra I[5]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
22. Mithridates II
 
 
 
 
 
 
 
11. Laodike III
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
23. Laodike (istri Mithridates II)
 
 
 
 
 
 
 
1. Tryphaena
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
24. =8. Ptolemaios IV
 
 
 
 
 
 
 
12. =4. Ptolemaios V[5]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
25. =9. Arsinoe III
 
 
 
 
 
 
 
6. Ptolemaios VI[5]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
26. =10. Antiokhos III
 
 
 
 
 
 
 
13. =5. Kleopatra I[5]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
27. =11. Laodike III
 
 
 
 
 
 
 
3. Kleopatra III[5]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
28. =8/24. Ptolemaios IV
 
 
 
 
 
 
 
14. =4/12. Ptolemaios V[5]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
29. =9/25. Arsinoe III
 
 
 
 
 
 
 
7. Kleopatra II[5]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
30. =10/26. Antiokhos III
 
 
 
 
 
 
 
15. =5/13. Kleopatra I[5]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
31. =11/27. Laodike III
 
 
 
 
 
 

Lihat juga

Catatan

  1. ↑ Felix Stähelin: Kleopatra 25). In: Realencyclopädie der classischen Altertumswissenschaft. Vol. XI, 1 (1921), col. 787.
  2. ↑ Yustinus, Epitoma historiarum Philippicarum Pompei Trogi 39.2.3
  3. ↑ Porphyry, quoted by Eusebius of Caesarea, Chronicle I, p. 261-262, edition by Schoene
  4. ↑ Justin, Epitoma historiarum Philippicarum Pompei Trogi 39.3.4-12, our only source for these events
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aidan Dodson, Dyan Hilton, The Complete Royal Families of Ancient Egypt, 2004

Referensi

  • Felix Stähelin: Kleopatra 25). In: Realencyclopädie der classischen Altertumswissenschaft . Vol. XI, 1 (1921), col. 787–788.

Pranala luar

Tryphaena
Lahir: c. 141 BC Meninggal: 111 BC
Didahului oleh:
Cleopatra Thea
Permaisuri Kekaisaran Seleukia
124 BC–111 BC
bersama dengan Cleopatra Thea (125–121 BC)
Antiokhos VIII Grypos (125–96 BC)
Diteruskan oleh:
Kleopatra Selini
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan