Sabtu, 24 Oktober 2026
08:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Firaun Romawi

Firaun Romawi

Bagikan:
330px-Luxor.Aswan_%26_Qena_10.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Relief Mesir di Dendera menampilkan Trajanus (kanan, m. 98–117) dalam busana Firaun lengkap, mempersembahkan barang-barang kepada dewi Hathor dan putranya Ihy

Firaun Romawi,[1] terkadang disebut sebagai Dinasti Ketiga Puluh Empat Mesir kuno,[2][a] adalah para kaisar Romawi dalam jabatan mereka sebagai penguasa Mesir, khususnya dalam Egiptologi. Setelah Mesir dimasukkan dalam Republik Romawi pada 30 SM oleh Octavianus, rakyat dan secara khusus golongan imam dari negara tersebut masih mengakui kaisar Romawi sebagai firaun, memberikan mereka gelar firaun tradisional dan menggambarkan mereka dengan busana firaun tradisional, melakukan kegiatan firaun tradisional, dalam karya seni dan kuil di seluruh belahan Mesir.

Catatan

  1. ↑ Dinasti terakhir yang diidentifikasi dengan sebuah angka oleh kebanyakan egiptologis adalah Dinasti Ketiga Puluh Satu (kala pasukan Persia menguasai Mesir untuk kedua kalinya).[3] Jika Romawi diangkakan sebagai "Dinasti Ketiga Puluh Empat", Dinasti Argead dari Aleksander Agung dianggap menjadi Dinasti Ketiga Puluh Dua dan Kerajaan Ptolemaik dianggap menjadi Dinasti Ketiga Puluh Tiga.

Referensi

Daftar pustaka

Sumber web

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan