Kamis, 24 September 2026
02:59 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Nectanebo II

Nectanebo II

Nectanebo II
Nakhthorheb
Kepala Nectanebo II, Museum Seni Rupa Murni Lyon
Kepala Nectanebo II, Museum Seni Rupa Murni Lyon
Firaun
Masa pemerintahan360–342 sM[a] (Dinasti ketiga puluh Mesir)
PendahuluTeos
PenggantiArtaxerxes III
Prenomen  (Praenomen)
Snedjemibre Setepenanhur
Pleasing to the Heart is Ra, chosen of Onuris
M23L2
C1C9snDmib
Z1
U21
n
Nomen
Nḫt Ḥr n ḥbt mrj Ḥtḥr
Nakhthor(en)hebit Meryhathor
Strong is Horus of Hebit, the beloved of Hathor
G39N5
C9mrD40G5W4t
O49
Nama Horus
Mrj-tꜣwj
Merytawy
Beloved by the Two Lands
G5
U6
N19
Nama Nebty
Shrw-jb-nṯrw
One who contents the Heart of Gods
G16
sh
r
F34R8G43
Horus emas
Smn-hpw
Creator of Laws
G8
smn
N35
h p
Y1
Z7
Z2
AyahTjahapimu
Lahirs. 380 SM[1]
Meninggals. 340? SM[b]

Nectanebo II (transkripsi Manetho dari bahasa Mesir Nḫt-Ḥr-(n)-Ḥbyt, "Kekuatan adalah Horus dari Hebit"[2][3]), memerintah pada 360—342 SM[a] adalah firaun ketiga dan terakhir dari Dinasti ketiga puluh Mesir dan penguasa asli terakhir dari Mesir kuno.[5]

Di bawah kekuasaan Nectanebo II, Mesir mengalami kemakmuran. Pada masa pemerintahannya, para seniman Mesir mengembangkan gaya spesifik yang meninggalkan tanda khas pada relief-relief Kerajaan Ptolemaik.[6] Seperti Nectanebo I, Nectanebo II juga menunjukkan antusiasme terhadap banyak kultus pemujaan para dewa dalam agama Mesir kuno, dan lebih dari seratus situs di Mesir memberikan bukti akan hal itu.[7] Nectanebo II, bagaimanapun, melakukan lebih banyak konstruksi dan restorasi daripada pendahulunya, Nectanebo I, dimulai khususnya dari kuil Mesir Isis yang luar biasa (Philae).

Selama beberapa tahun, Nectanebo II berhasil menjaga Mesir dari ancaman Kekaisaran Akhemeniyah.[8] Akan tetapi, ia dikhianati oleh mantan pelayannya, Mentor. Nectanebo II akhirnya dikalahkan oleh gabungan pasukan Persia dan Yunani dalam Pertempuran Pelusium (343 SM). Orang-orang Persia menduduki Memphis dan kemudian merebut seluruh Mesir, memasukkan Mesir ke dalam Kekaisaran Akhemeniyah di bawah Artaxerxes III. Nectanebo II melarikan diri ke selatan dan masih mempertahankan kekuatannya selama beberapa waktu, setelah itu nasibnya tidak diketahui.

Catatan

  1. 1 2 According to J. von Beckerath & A. Dodson; 360–343 BC according to N. Grimal and 359/58–342/41 BC according to D. Arnold.[4]
  2. The Dictionary of African Biography notes that "Precise details of Nectanebo II's death are lacking, although it is assumed that he died shortly after 341 BC."

Referensi

  1. Emmanuel K. Akyeampong and Henry Louis Gates, Jr (2012). Dictionary of African Biographies - Gooogle Books. Oxford University Press. ISBN 9780195382075. Diakses tanggal 17 Desember 2017. {{cite book}}: Markup miring atau tebal tidak diperbolehkan dalam: |publisher=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. I. A. Ladynin (2009). ""Nectanebos-the-Falcons": Sculpture Images of Nectanebo II Before the God Horus and Their Concept". Vestnik drevnej istorii. Diakses tanggal Maret 1, 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Kipfer, Barbara Ann (2000). Encyclopedic dictionary of archaeology. Springer. hlm. 384. ISBN 0-306-46158-7.
  4. "XXXth Dynasty". Narmer.pl. Diakses tanggal Maret 2, 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. "Nakhthorhebyt". Digital Egypt for Universities. Diakses tanggal Maret 1, 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Myśliwiec, Karol (2000). The twilight of ancient Egypt: first millennium B.C.E. Cornell University Press. hlm. 173. ISBN 0-8014-8630-0.
  7. Grimal, Nicolás; Nicolas-Christophe Grimal (1994). A history of ancient Egypt. Wiley-Blackwell. hlm. 379. ISBN 0-306-46158-7.
  8. Sharpe, Samuel (1838). The history of Egypt under the Ptolomies. E.Maxon. hlm. 19.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Nectanebo II.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan