Selasa, 03 November 2026
23:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Pa kapal

Pa kapal

salah satu huruf aksara Bali

Bagikan:
Pa kapal
250px-Bali_8%2C_Pha.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aksara Bali
Huruf LatinPa
IASTPha
Fonem[pʰ]
UnicodeU+1B28
Warga aksaraosthya
Gempelan

Pa kapal adalah salah satu huruf dalam aksara Bali yang termasuk ke dalam warga osthya (konsonan dwibibir/labial), dibaca seperti huruf "p" yang disusul oleh hembusan /ha/.[1] Bila Pa kapal dialihaksarakan dari aksara Bali menjadi huruf Latin, maka ditulis "pha".[2] Pa kapal juga termasuk ke dalam aksara mahaprana, karena bila dibaca maka hembusannya harus jelas terdengar.

Bentuk

Pa kapal dalam aksara Bali mirip dengan Pa murda dalam aksara Jawa. Bentuk Pa kapal persis dengan bentuk angka 8 dalam aksara Bali, di mana dalam aksara Jawa juga terjadi hal yang sama. Jika menulis angka 8 dan Pa kapal bersamaan dalam sebuah kalimat, maka angka 8 harus diawali dan diakhiri dengan tanda carik siki (atau dengan carik kalih, jika di akhir kalimat). Dengan demikian, huruf dan angka dapat dibedakan.

Aksara Jawa Aksara Bali
Pa Murda Angka 8 Pa kapal Angka 8
120px-Javanese_script_-_Pa_%28M%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Javanese_number_8.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Bali_8%2C_Pha.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Bali_8%2C_Pha.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Fonem

Pa kapal melambangkan bunyi /pʰa/, yaitu bunyi /p/ yang disusul oleh hembusan /ha/. Meskipun Pa kapal diucapkan /pʰa/, tetapi kini dalam percakapan berbahasa Bali sehari-hari, perbedaan antara bunyi /pʰa/ dan /pa/ hampir tak terdengar dan disamakan pengucapannya.[3]

Bunyi /pʰa/ berbeda dengan bunyi /f/ dan /v/, meskipun ketiganya merupakan konsonan labial. /pʰa/ adalah bunyi aspirasi dari /p/, sedangkan /f/ adalah konsonan frikatif labiodental tak bersuara dan /v/ adalah konsonan frikatif labiodental bersuara. Jadi, Pha tidak sama dengan Fa, apalagi Va.

Penggunaan

Pa kapal biasanya digunakan saat menulis kata-kata yang mengandung bunyi "Pha". Biasanya, kata-kata tersebut jarang terdapat pada kosakata bahasa Bali asli, melainkan pada kosakata bahasa Bali yang diserap dari bahasa non-Bali (misalnya bahasa Sanskerta maupun bahasa Jawa Kuno). Contoh beberapa kata serapan (dalam bahasa Bali) yang menggunakan Pa kapal, yaitu: pala (dari bahasa Sanskerta: phala); repa (dari bahasa Sanskerta: raipha); palguna (dari bahasa Sanskerta: phalguṇa). Huruf Latin "p" pada kata-kata tersebut patut diganti dengan Pa kapal apabila disalin menjadi aksara Bali.

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ Surada, hal. 9.
  2. ↑ Surada, hal. 5.
  3. ↑ Tinggen, hal. 7.

Referensi

  • Tinggen, I Nengah. 1993. Pedoman Perubahan Ejaan Bahasa Bali dengan Huruf Latin dan Huruf Bali. Singaraja: UD. Rikha.
  • Surada, I Made. 2007. Kamus Sanskerta-Indonesia. Surabaya: Penerbit Paramitha.
Aksara suara
(Vokal)
Warga Kanthya
(Konsonan
langit-langit belakang
)
Warga Talawya
(Konsonan langit-langit)
Warga Murdhanya
(Konsonan tarik-belakang)
Warga Dantya
(Konsonan gigi)
Warga Osthya
(Konsonan bibir)
Aksara ardhasuara
(Semivokal)
Ya
Ya
Ra
Ra
La
La
Wa
Wa
 
Pangangge (tanda diakritik)
Pangangge suara
(tanda vokalisasi)
Pangangge tengenan
Pangangge aksara
(tanda semivokalisasi)
Ceciren ring babawosan (tanda baca)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan