Rabu, 30 September 2026
00:40 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Matriks segitiga

matrix segitiga

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai larik segitiga.
Untuk gelanggang, lihat gelanggang matriks segitiga.

Dalam aljabar linear, matriks segitiga adalah salah satu bentuk khusus dari matriks persegi. Sebuah matriks persegi dikatakan matriks segitiga bawah jika semua elemen di atas diagonal utama bernilai nol. Serupa dengan itu, matriks persegi dikatakan matriks segitiga atas jika semua elemen di bawah diagonal utama bernilai nol.

Karena persamaan matriks dalam bentuk matriks segitiga lebih mudah untuk diselesaikan, matriks ini memainkan peran penting dalam analisis numerik. Dengan menggunakan algoritma dekomposisi LU, matriks terbalikkan dapat dituliskan sebagai perkalian dari sebuah matriks segitiga bawah L {\displaystyle L} {\displaystyle L} dan sebuah matriks segitiga atas U {\displaystyle U} {\displaystyle U}, jika dan hanya jika semua minor utamanya bernilai tidak nol.

Definisi

Matriks yang memiliki bentuk

L = [ ℓ 1 , 1 0 ℓ 2 , 1 ℓ 2 , 2 ℓ 3 , 1 ℓ 3 , 2 ⋱ ⋮ ⋮ ⋱ ⋱ ℓ n , 1 ℓ n , 2 … ℓ n , n − 1 ℓ n , n ] {\displaystyle L={\begin{bmatrix}\ell _{1,1}&&&&0\\\ell _{2,1}&\ell _{2,2}&&&\\\ell _{3,1}&\ell _{3,2}&\ddots &&\\\vdots &\vdots &\ddots &\ddots &\\\ell _{n,1}&\ell _{n,2}&\ldots &\ell _{n,n-1}&\ell _{n,n}\end{bmatrix}}} {\displaystyle L={\begin{bmatrix}\ell _{1,1}&&&&0\\\ell _{2,1}&\ell _{2,2}&&&\\\ell _{3,1}&\ell _{3,2}&\ddots &&\\\vdots &\vdots &\ddots &\ddots &\\\ell _{n,1}&\ell _{n,2}&\ldots &\ell _{n,n-1}&\ell _{n,n}\end{bmatrix}}}

disebut dengan matriks segitiga bawah, dan serupa dengan itu, matriks yang memiliki bentuk

U = [ u 1 , 1 u 1 , 2 u 1 , 3 … u 1 , n u 2 , 2 u 2 , 3 … u 2 , n ⋱ ⋱ ⋮ ⋱ u n − 1 , n 0 u n , n ] {\displaystyle U={\begin{bmatrix}u_{1,1}&u_{1,2}&u_{1,3}&\ldots &u_{1,n}\\&u_{2,2}&u_{2,3}&\ldots &u_{2,n}\\&&\ddots &\ddots &\vdots \\&&&\ddots &u_{n-1,n}\\0&&&&u_{n,n}\end{bmatrix}}} {\displaystyle U={\begin{bmatrix}u_{1,1}&u_{1,2}&u_{1,3}&\ldots &u_{1,n}\\&u_{2,2}&u_{2,3}&\ldots &u_{2,n}\\&&\ddots &\ddots &\vdots \\&&&\ddots &u_{n-1,n}\\0&&&&u_{n,n}\end{bmatrix}}}

Disebut dengan matriks segitiga atas. Matriks segitiga bawah umumnya dinyatakan oleh variabel L {\displaystyle L} {\displaystyle L} (dari bahasa Inggris Lower), dan matriks segitiga atas umumnya dinyatakan oleh variabel U {\displaystyle U} {\displaystyle U} (dari bahasa Inggris Upper). Matriks yang merupakan matriks segitiga bawah sekaligus matriks segitiga atas adalah matriks diagonal. Matriks yang serupa dengan matriks segitiga dikatakan dapat disegitigakan.[butuh rujukan]

Matriks non-persegi dengan semua elemen di atas (atau di bawah) diagonal utama bernilai nol disebut dengan matriks trapesium bawah (atau atas). Elemen-elemen tidak nol dari matriks ini menyerupai bentuk trapesium.

Contoh

Matriks-matriks berikut termasuk matriks segitiga atas

[ 1 4 1 0 6 4 0 0 1 ] {\displaystyle {\begin{bmatrix}1&4&1\\0&6&4\\0&0&1\\\end{bmatrix}}} {\displaystyle {\begin{bmatrix}1&4&1\\0&6&4\\0&0&1\\\end{bmatrix}}}, [ 0 1 2 0 0 3 0 0 0 ] {\displaystyle {\begin{bmatrix}0&1&2\\0&0&3\\0&0&0\\\end{bmatrix}}} {\displaystyle {\begin{bmatrix}0&1&2\\0&0&3\\0&0&0\\\end{bmatrix}}}, [ 0 4 0 0 0 0 0 0 0 ] {\displaystyle {\begin{bmatrix}0&4&0\\0&0&0\\0&0&0\\\end{bmatrix}}} {\displaystyle {\begin{bmatrix}0&4&0\\0&0&0\\0&0&0\\\end{bmatrix}}}

dan matriks-matriks berikut termasuk matriks segitiga bawah

[ 1 0 0 2 8 0 4 9 7 ] {\displaystyle {\begin{bmatrix}1&0&0\\2&8&0\\4&9&7\\\end{bmatrix}}} {\displaystyle {\begin{bmatrix}1&0&0\\2&8&0\\4&9&7\\\end{bmatrix}}}, [ 0 0 0 2 0 0 4 9 7 ] {\displaystyle {\begin{bmatrix}0&0&0\\2&0&0\\4&9&7\\\end{bmatrix}}} {\displaystyle {\begin{bmatrix}0&0&0\\2&0&0\\4&9&7\\\end{bmatrix}}}, [ 1 0 0 2 0 0 1 0 0 ] {\displaystyle {\begin{bmatrix}1&0&0\\2&0&0\\1&0&0\\\end{bmatrix}}} {\displaystyle {\begin{bmatrix}1&0&0\\2&0&0\\1&0&0\\\end{bmatrix}}}

Sifat

Transpos dari matriks segitiga atas adalah matriks segitiga bawah, dan juga sebaliknya.

Sebuah matriks segitiga yang juga merupakan matriks simetrik adalah matriks diagonal. Serupa dengan itu, matriks segitiga yang juga merupakan matriks normal (artinya A ∗ A = A A ∗ {\displaystyle A^{*}A=AA^{*}} {\displaystyle A^{*}A=AA^{*}}, dengan A ∗ {\displaystyle A^{*}} {\displaystyle A^{*}}adalah transpos sekawan) adalah matriks diagonal. Hal ini dapat terlihat dari nilai-nilai pada diagonal utama A ∗ A {\displaystyle A^{*}A} {\displaystyle A^{*}A} dan A A ∗ {\displaystyle AA^{*}} {\displaystyle AA^{*}}.

Determinan dan permanen dari matriks segitiga adalah hasil perkalian elemen-elemen diagonal utamanya. Lebih lanjut, nilai-nilai eigen dari matriks segitiga adalah elemen-elemen diagonal utamanya.

Subtitusi maju dan subtitusi mundur

Persamaan matriks dalam bentuk L x = b {\displaystyle L\mathbf {x} =\mathbf {b} } {\displaystyle L\mathbf {x} =\mathbf {b} } atau U x = b {\displaystyle U\mathbf {x} =\mathbf {b} } {\displaystyle U\mathbf {x} =\mathbf {b} } sangat mudah untuk diselesaikan dengan menggunakan proses subtitusi maju untuk matriks segitiga bawah, dan secara analog, subtitusi mundur untuk matriks segitiga atas. Proses ini dinamai demikian karena untuk matriks segitiga bawah, kita perlu menghitung nilai x 1 {\displaystyle x_{1}} {\displaystyle x_{1}}, lalu mensubtitusinya ke persamaan selanjutnya untuk menghitung x 2 {\displaystyle x_{2}} {\displaystyle x_{2}}, dan mengulanginya sampai ke x n {\displaystyle x_{n}} {\displaystyle x_{n}}. Pada matriks segitiga atas, kita perlu bekerja mundur, dengan menghitung x n {\displaystyle x_{n}} {\displaystyle x_{n}}, lalu mensubtitusinya ke persamaan sebelumnya untuk menghitung x n − 1 {\displaystyle x_{n-1}} {\displaystyle x_{n-1}}, dan mengulanginya sampai ke x 1 {\displaystyle x_{1}} {\displaystyle x_{1}}.

Perhatikan bahwa proses tersebut tidak memerlukan proses mencari invers dari matriks.

Subtitusi maju

Persamaan matriks L x = b {\displaystyle L\mathbf {x} =\mathbf {b} } {\displaystyle L\mathbf {x} =\mathbf {b} } dapat dituliskan sebagai sistem persamaan linear

ℓ 1 , 1 x 1 = b 1 ℓ 2 , 1 x 1 + ℓ 2 , 2 x 2 = b 2 ⋮ ⋮ ⋱ ⋮ ℓ m , 1 x 1 + ℓ m , 2 x 2 + ⋯ + ℓ m , m x m = b m {\displaystyle {\begin{matrix}\ell _{1,1}x_{1}&&&&&&&=&b_{1}\\\ell _{2,1}x_{1}&+&\ell _{2,2}x_{2}&&&&&=&b_{2}\\\vdots &&\vdots &&\ddots &&&&\vdots \\\ell _{m,1}x_{1}&+&\ell _{m,2}x_{2}&+&\dotsb &+&\ell _{m,m}x_{m}&=&b_{m}\\\end{matrix}}} {\displaystyle {\begin{matrix}\ell _{1,1}x_{1}&&&&&&&=&b_{1}\\\ell _{2,1}x_{1}&+&\ell _{2,2}x_{2}&&&&&=&b_{2}\\\vdots &&\vdots &&\ddots &&&&\vdots \\\ell _{m,1}x_{1}&+&\ell _{m,2}x_{2}&+&\dotsb &+&\ell _{m,m}x_{m}&=&b_{m}\\\end{matrix}}}

Perhatikan bahwa persamaan pertama, yakni ℓ 1 , 1 x 1 = b 1 {\displaystyle \ell _{1,1}x_{1}=b_{1}} {\displaystyle \ell _{1,1}x_{1}=b_{1}}, hanya mengandung suku x 1 {\displaystyle x_{1}} {\displaystyle x_{1}}, dan dapat diselesaikan secara langsung. Persamaan kedua hanya mengandung x 1 {\displaystyle x_{1}} {\displaystyle x_{1}} dan x 2 {\displaystyle x_{2}} {\displaystyle x_{2}}, sehingga dapat diselesaikan dengan mensubtitusi nilai x 1 {\displaystyle x_{1}} {\displaystyle x_{1}} yang didapatkan sebelumnya. Melanjutkan proses dalam cara ini, persamaan ke- k {\displaystyle k} {\displaystyle k} hanya mengandung suku x 1 , … , x k {\displaystyle x_{1},\dots ,x_{k}} {\displaystyle x_{1},\dots ,x_{k}}, dan nilai x k {\displaystyle x_{k}} {\displaystyle x_{k}} dapat ditentukan dengan menggunakan nilai x 1 , … , x k − 1 {\displaystyle x_{1},\dots ,x_{k-1}} {\displaystyle x_{1},\dots ,x_{k-1}} yang telah didapatkan sebelumya. Dengan demikian, didapatkan rumusan:

x 1 = b 1 ℓ 1 , 1 , x 2 = b 2 − ℓ 2 , 1 x 1 ℓ 2 , 2 ,     ⋮ x m = b m − ∑ i = 1 m − 1 ℓ m , i x i ℓ m , m . {\displaystyle {\begin{aligned}x_{1}&={\frac {b_{1}}{\ell _{1,1}}},\\x_{2}&={\frac {b_{2}-\ell _{2,1}x_{1}}{\ell _{2,2}}},\\&\ \ \vdots \\x_{m}&={\frac {b_{m}-\sum _{i=1}^{m-1}\ell _{m,i}x_{i}}{\ell _{m,m}}}.\end{aligned}}} {\displaystyle {\begin{aligned}x_{1}&={\frac {b_{1}}{\ell _{1,1}}},\\x_{2}&={\frac {b_{2}-\ell _{2,1}x_{1}}{\ell _{2,2}}},\\&\ \ \vdots \\x_{m}&={\frac {b_{m}-\sum _{i=1}^{m-1}\ell _{m,i}x_{i}}{\ell _{m,m}}}.\end{aligned}}}

Persamaan matriks yang melibatkan matriks segitiga atas U {\displaystyle U} {\displaystyle U} dapat diselesaikan dengan cara yang analog, namun bekerja mundur dari x m {\displaystyle x_{m}} {\displaystyle x_{m}}.

Referensi

Kelas-kelas matriks
Batasan pada elemen matriks
Konstan
Batasan pada nilai eigen dan vektor eigen-nya
Batasan pada hasil perkalian atau inversnya
Dengan aplikasi tertentu
Digunakan dalam statistika
Digunakan dalam teori graf
Digunakan dalam sains dan teknik
Istilah yang berhubungan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan