Maraden Panggabean | |
|---|---|
Potret resmi, ca 1971 | |
| Ketua Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesiake-8 | |
| Masa jabatan 1983–1993 | |
| Presiden | Soeharto |
| Pendahulu | Idham Chalid |
| Pengganti | Sudomo |
| Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesiake-1 | |
| Masa jabatan 31 Maret 1978 –16 Maret 1983 | |
| Pendahulu | Jabatan baru |
| Pengganti | Surono Reksodimedjo |
| Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesiake-6 | |
| Masa jabatan 28 Maret 1973 –17 April 1978 | |
| Pendahulu | Soeharto |
| Pengganti | M. Jusuf |
| Menteri Pertahanan dan Keamanan Indonesiake-14 | |
| Masa jabatan 9 September 1971 –29 Maret 1978 | |
| Pendahulu | Soeharto |
| Pengganti | M. Jusuf |
| Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesiake-2 | |
| Masa jabatan 9 September 1971 –28 Maret 1973 | |
| Pendahulu | A. H. Nasution |
| Pengganti | Sumitro |
| Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertibanke-2 | |
| Masa jabatan 19 November 1969 –9 September 1971 | |
| Pendahulu | Soeharto |
| Pengganti | Soemitro |
| Kepala Staf TNI Angkatan Daratke-8 | |
| Masa jabatan 1 Mei 1968 –25 November 1969 | |
| Pendahulu | Soeharto |
| Pengganti | Umar Wirahadikusumah |
| Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Daratke-3 | |
| Masa jabatan 16 Agustus 1966 –29 Mei 1967 | |
| Pendahulu | Gatot Soebroto |
| Pengganti | Umar Wirahadikusumah |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Maraden Saur Halomoan Panggabean (1922-06-29)29 Juni 1922 |
| Meninggal | 28 Mei 2000(2000-05-28) (umur 77) Jakarta, Indonesia |
| Makam | TMPNU Kalibata, Jakarta Selatan, Jakarta |
| Partai politik | Golkar |
| Suami/istri | Meida Saimima Tambunan
(m. 1950) |
| Hubungan | |
| Orang tua |
|
| Pekerjaan |
|
| Kabinet | |
| Tanda tangan | |
| Karier militer | |
| Pihak |
|
| Dinas/cabang |
|
| Pangkat | |
| Satuan | Infanteri |
| Komando | |
| Pertempuran/perang | Revolusi Nasional Indonesia Operasi Dwikora Operasi Seroja |
| NRP | 12150 |
Maraden Saur Halomoan Panggabean (29 Juni 1922 – 28 Mei 2000) adalah seorang tokoh militer Indonesia yang pernah menjadi Menteri Pertahanan dan Keamanan dalam Kabinet Pembangunan II serta Menteri Koordinator Politik dan Keamanan dalam Kabinet Pembangunan III. Selanjutnya pada tahun 1983–1993, Maraden menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA).
Kehidupan awal
Maraden lahir pada tanggal 29 Juni 1922 di Hutatoruan, sebuah kampung yang terletak di Lembah Silindung yang berjarak tujuh kilometer dari Tarutung ibu kota Kabupaten Tapanuli Utara. Ayahnya bernama Marhusa Panggabean gelar Patuan Natoras dan ibunya bernama Katharina boru Panjaitan. Maraden adalah anak kedua dari sepuluh bersaudara.[1]
Pada usia tujuh tahun ia masuk sekolah dasar di Pansurnapitu yang disebut dengan sekolah zending.[2] Pada tahun 1930 saat ia duduk di kelas dua Sekolah Zending, ayahnya terpilih menjadi Kepala Negeri Pansur Napitu dan kemudian keluarganya pindah dari Hutatoruan ke Banjarnahor. Pada tahun 1934, Maraden harus berpindah sekolah karena ayahnya berhenti menjadi kepala negeri. Kemudian oleh ayahnya ia dimasukkan ke Schakelschool yang berada di Simorangkir.[3]
Mengakhiri masa lajang pada tanggal 20 Agustus 1950, dengan menyunting seorang gadis bernama Meida Saimima Matiur Tambunan. Putri pasangan J. Tambunan dan L. Boru Hutapea, pernikahan dilangsungkan di Gereja HKBP Sibolga Tapanuli.
Karier militer

Maraden Panggabean memulai karier militernya saat ia bergabung dengan Organisasi Kelaskaran Pemuda Sosialis Indonesia sebagai Komandan Pasukan dan kemudian ia bergabung kedalam Tentara Republik Indonesia yang nantinya kelak berganti nama menjadi Tentara Nasional Indonesia dengan pangkat Kapten serta diberi jabatan sebagai Kepala Staf Batalyon I pada Resimen IV Divisi X Tapanuli Utara hingga pada puncaknya menjadi Menhankam / Pangab periode 1973–1978.[4]
Riwayat jabatan
- Komandan Pasukan di Organisasi Kelaskaran Pesindo (1945–1946).
- Kepala Staf Batalyon I Resimen IV Divisi X (1946).
- Kepala Staf Resimen I TRI Divisi VI Komandemen Sumatera (1946–1947).
- Komandan Resimen I TNI Divisi VI Komandemen Sumatera (1947).
- Komandan Resimen I Brigade XI TNI Komandemen Sumatera (1947–1948).
- Komandan Sektor IV Sub Teritorium VII Tentara dan Teritorium Sumatera (1948–1949).
- Komandan Batalyon 104 / Waringin Brigade BB T&T I / Sumatera Utara kemudian menjadi Resimen Infanteri 2 T&T I / Bukit Barisan (1949–1952).
- Komandan Brigade X kemudian menjadi Resimen Infanteri 5 T&T II / Sriwijaya (1952–1957).
- Pamen diperbantukan Itjen Pendidikan Umum Angkatan Darat (1957–1958).
- Asisten Inspektur Jenderal Pendidikan Umum AD Bidang Diklat (1958).
- Komandan RTP III Komando Daerah Militer Sulawesi Selatan dan Tenggara kemudian menjadi Komando Daerah Militer XIV / Hasanuddin (1958–1960).
- Kepala Staf Komando Antar Daerah Indonesia Timur (1960–1962).
- Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (1962–1963).
- Pejabat Sementara Deputi Men/Pangad untuk wilayah Kalimantan merangkap Panglima Komando Antar Daerah Kalimantan (1963–1964).
- Deputi Men/Pangad untuk wilayah Kalimantan merangkap Panglima Komando Mandala Siaga dan Panglima Komando Antar Daerah Kalimantan (1964–1965).
- Deputi II Menteri / Panglima Angkatan Darat (1965–1966).
- Wakil Panglima Angkatan Darat (1966–1967).
- Panglima Angkatan Darat (1967–1969).
- Panglima Kopkamtib (1969–1971).
- Menteri Negara Urusan Pertahanan dan Keamanan / Wakil Panglima ABRI pada kabinet Pembangunan I (1971–1973).
- Menteri Pertahanan dan Keamaman / Panglima ABRI pada kabinet Pembangunan II (1973–1978).
- Pelaksana Harian Panglima Kopkamtib (1975–1978).
- Pensiun dari dinas kemiliteran (1978).
- Menteri Koordinator Politik dan Keamanan pada Kabinet Pembangunan III (1978–1983).
- Ketua Dewan Pertimbangan Agung (1983–1993)
Kepangkatan
- Kapten (1946)
- Mayor (1946–1953).
- Letnan Kolonel (1953–1960).
- Kolonel (1960–1964).
- Brigadir Jenderal TNI (1964–1965).
- Mayor Jenderal TNI (1965–1966).
- Letnan Jenderal TNI (1966–1968).
- Jenderal TNI (1968–1978).
Karier politik
Maraden juga aktif dalam kegiatan organisasi di Golongan Karya (Golkar) dan pernah menjadi anggota Dewan Pembina (1973), Ketua Dewan Pembina Golkar (1974–1978), dan Wakil Ketua Dewan Pembina/Ketua Presidium Harian Dewan Pembina Golkar (1979–1988). Selain itu, ia juga aktif membina komunitas masyarakat Batak, sebagai Ketua Penasihat Lembaga Permufakatan Adat dan Kebudayaan Batak (LPAKB) dan Pembina Yayasan Bina Bona Pasogit (1989–2000) yang pendiriannya dilatarbelakangi penanggulangan bencana alam gempa di Tarutung, sebagai Inspektur Upacara Pemakaman Proklamator Ir. Soekarno di Blitar.
Akhir hidup
Maraden Panggabean Meninggal Dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, setelah dirawat sekitar satu bulan akibat stroke. Jenazah jenderal bintang empat ini disemayamkan di rumah kediaman Jalan Teuku Umar No 21 Jakarta Pusat, dan dilangsungkan upacara adat Batak dan upacara gereja. Kemudian diserahkan kepada pemerintah untuk dimakamkan di TMP Kalibata dengan upacara militer.
Penghargaan
Tanda jasa[5]
Referensi
- ↑ Panggabean 2010, hlm. 9. sfn error: tanpa target: CITEREFPanggabean2010 (bantuan)
- ↑ Panggabean 2010, hlm. 13. sfn error: tanpa target: CITEREFPanggabean2010 (bantuan)
- ↑ Panggabean 2010, hlm. 25. sfn error: tanpa target: CITEREFPanggabean2010 (bantuan)
- ↑ Panggabean, Maraden (1993). Berjuang dan Mengabdi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. ISBN 979-416-214-0.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ "Maradenpanggabean.com - TANDA JASA". maradenpanggabean.com. Diakses tanggal 2024-09-11.
- ↑ Daftar WNI yang Menerima Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia 1959 - sekarang (PDF). Diakses tanggal 3 September 2021.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diakses tanggal 3 September 2021.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "The Order of Sikatuna". Official Gazette of the Republic of the Philippines. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Agustus 2019. Diakses tanggal 14 Mei 2016.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Official Gazette Volume 68, Edisi 36-39. Indonesia: Ohio State University (MORITZ LAW LIBRARY). 1972. hlm. 157.
{{cite book}}: line feed karakter dalam|title=pada posisi 17Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Penganugerahan Tanda Kehormatan untuk Jenderal Maraden Panggabean (1970) #shorts, diakses tanggal 2024-08-18
- ↑ "Senarai Penuh Penerima Darjah Kebesaran, Bintang dan Pingat Persekutuan Tahun 1971" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-03. Diakses tanggal 2021-09-03.
Pranala luar
- (Indonesia) Guru yang jadi Jenderal
| Jabatan pemerintahan | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Idham Chalid |
Ketua Dewan Pertimbangan Agung 1983–1988 |
Diteruskan oleh: Sudomo |
| Jabatan politik | ||
| Jabatan baru | Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan 1978–1983 |
Diteruskan oleh: Surono Reksodimedjo |
| Didahului oleh: Soeharto |
Menteri Pertahanan dan Keamanan 1973–1978 |
Diteruskan oleh: Andi Muhammad Jusuf |
| Jabatan militer | ||
| Didahului oleh: Soeharto |
Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia 1971–1978 |
Diteruskan oleh: Andi Muhammad Jusuf |
| Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban 1969–1973 | ||
| Kepala Staf TNI Angkatan Darat 1968–1969 |
Diteruskan oleh: Umar Wirahadikusumah | |
Kabinet Pembangunan III (1978–1983) | |
|---|---|
| |
| |
| |
Menteri muda yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden: | |
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden: | |
| Panglima Besar TKR | ||
|---|---|---|
| Kepala Staf Angkatan Perang | ||
| Ketua Gabungan Kepala-Kepala Staf | ||
| Kepala Staf Angkatan Bersenjata | ||
| Panglima ABRI | ||
| Panglima TNI | ||
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |