Minggu, 25 Oktober 2026
10:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Lesong Batu

Lesong Batu

Yupa (prasasti) yang berasal dari Kalimantan Timur, Indonesia

Bagikan:
Infotaula de geografia políticaLesong Batu
prasasti
batu prasasti Suntingan nilai di Wikidata
330px-Lesong_Batu_140126001.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tempat
osm-intl,12,a,a,323x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Lesong_Batu&revid=29935293&groups=_97aa0a8e4cbacc42c637a6b2d6ac1e7c1292e9be&parser=parsoidKoordinat: 0°8′45.63701″S 116°43′32.80044″E / 0.1460102806°S 116.7257779000°E / -0.1460102806; 116.7257779000 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaKalimantan Timur Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata
250px-Lesong_Batu_140126001.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lesong Batu

Lesong Batu, atau disebut juga Yupa Niraksara adalah monumen berupa tiang batu pemujaan yang merupakan peninggalan sejarah Kerajaan Kutai Martapura. Monumen ini terletak di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Lesong Batu sezaman dengan prasasti Yupa dari abad ke-5 Masehi. Bentuknya memanjang, serupa dengan prasasti Yupa dan terbuat dari material yang sama, yaitu batu andesit, tetapi tanpa ukiran tulisan pada permukaannya.[1][2]

Etimologi

Penamaan Lesong Batu berasal dari tutur lisan penduduk setempat ketika artefak ini ditemukan pada 1940 dalam posisi tergeletak di atas permukaan tanah.[3] Menurut riset para arkeolog, penamaan tersebut dianggap kurang tepat karena batu ini tidak memiliki rongga seperti lesong untuk menumbuk padi atau biji-bijian. Hasil penelitian menunjukkan indikasi bahwa batu ini pernah berada dalam posisi berdiri tegak, berdasarkan perbedaan warna pada salah satu ujungnya yang lebih gelap. Hal ini mengindikasikan bagian tersebut pernah terpendam di bawah permukaan tanah.[4]

Arkeolog Dwi Cahyono lebih memilih istilah "menhir", berdasarkan definisinya sebagai batu pipih besar berdiri tegak yang digunakan untuk pemujaan leluhur atau upacara adat.[4] Adapun sejarawan Muhammad Sarip menyebutnya sebagai "Yupa Nir-aksara", berpatokan pada bentuknya yang mirip prasasti yupa yang ditemukan di lokasi yang sama, tetapi tanpa teks pada permukaan monumen tersebut.[5]

Bentuk

Lesong Batu atau Yupa niraksara memiliki panjang sekitar 2,51 meter. Tiang batu ini diketahui telah mengalami relokasi sebanyak tiga hingga empat kali.[4] Saat ini, objek tersebut berada dalam posisi direbahkan di kawasan situs cagar budaya Muara Kaman, dilengkapi pagar pelindung dan atap peneduh. Struktur pelindung tersebut menyerupai bangunan makam tradisional.[1]

Lesong Batu kini dianggap sakral oleh sebagian kelompok masyarakat, yang menggunakannya sebagai tempat pelaksanaan hajat tertentu. Selain itu, lokasi ini juga menjadi tempat ritual keagamaan bagi sebagian penganut Hindu kontemporer.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Sarip 2023, hlm. 60-61.
  2. ↑ Kementerian Penerangan 1953, hlm. 410.
  3. ↑ Noerwidi 2008, hlm. 157-174.
  4. 1 2 3 Cahyono 2007, hlm. 63.
  5. ↑ Sarip 2021, hlm. 63.

Daftar pustaka

  • Sarip, Muhammad (2023). Histori Kutai: Peradaban Nusantara di Timur Kalimantan dari Zaman Mulawarman hingga Era Republik. Samarinda: RV Pustaka Horizon. ISBN 978-623-6805-61-9.
  • Republik Indonesia Propinsi Kalimantan. Jakarta: Kementerian Penerangan. 1953.
  • Noerwidi, Sofwan (2008). "Beberapa Hasil Penelitian Kutai Mulawarman 2008: Situs Muara Kaman dalam Perspektif Kawasan". Naditira Widya (dalam bahasa Indonesia). 4 (2). Jakarta: 157–174.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Cahyono, M. Dwi & Gunadi (2007). Kajian Arkeologi Sejarah Kerajaan Kutai Martapura. Tenggarong: Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara.
  • Sarip, Muhammad (2021). Kerajaan Martapura dalam Literasi Sejarah Kutai 400–1635. Samarinda: RV Pustaka Horizon. ISBN 978-623-6805-20-6.
Jawa
Banten
Ja-bar
Ja-teng
Ja-tim
Jogja (DIY)
60px-Candi_Indonesia_id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-Borobudur-Nothwest-view.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Main_shrine_of_Prambanan_temples.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Mendut_-_facade_north_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Pawon_-_facade_northwest_%282025%29_-_img_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-RA_3420014.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Sambisari_Panorama_%2829_December_2013%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Plaosan_Temple.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Singosari_B.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Besakih01.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Candi_Muaro_Jambi_dengan_langit_biru.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-007_Candi_Tua_from_East%2C_Main_Entrance_%2838244913275%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Prasasti-Yupa02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

60px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Offerplaats_bij_tempelcomplex_Lingsar_TMnr_60012478.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bali
Sumatera
Jambi
Sum-bar
Sum-sel
Sum-ut
Ba-bel
Riau
Kalimantan
Kal-bar
Kal-sel
Kal-tim
Nusa
Tenggara
NTB
NTT
Lihat pula: Candi Indonesia, *: Candi Buddha, Candi/kuil di luar Indonesia
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan