Kamis, 29 Oktober 2026
08:25 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Hans Spemann

Hans Spemann

ahli biologi asal Jerman

Bagikan:
Infobox orangHans Spemann
250px-Hans_Spemann_nobel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran27 Juni 1869 Suntingan nilai di Wikidata
Stuttgart Suntingan nilai di Wikidata
Kematian12 September 1941 Suntingan nilai di Wikidata (72 tahun)
Freiburg Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanPragfriedhof Stuttgart (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanUniversitas Ruprecht Karl Heidelberg
Eberhard-Ludwigs-Gymnasium (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiEmbriologi dan zoologi Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaanzoologis,dosen,dokter Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diUniversitas Albert Ludwig Freiburg
Universitas Humboldt Berlin
Universitas Rostock Suntingan nilai di Wikidata
Tertarik denganEmbriologi Suntingan nilai di Wikidata
Karya kreatif
Murid doktoralViktor Hamburger (en) Terjemahkan dan Hilde Mangold Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
AyahWilhelm Spemann (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
SaudaraGottfried Spemann (en) Terjemahkan dan Grete Spemann (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Penghargaan
Find a Grave: 187002170 Modifica els identificadors a Wikidata

Hans Spemann (Stuttgart, 27 Juni 1869 - Freiburg im Breisgau, 9 September 1941) ialah seorang embriolog Jerman yang menjadi salah satu pelopor embriologi modern, dan merupakan salah satu dari 2 embriolog yang pernah dianugerahi Penghargaan Nobel. Studinya berfokus pada diferensiasi sel embrio selama pertumbuhan organisme.

Pendidikan

Spemann, dididik di Universitas Heidelberg dan München sebelum menerima gelar doktor dalam botani, zoologi, dan fisika di Lembaga Zoologi Universitas Würzburg pada tahun 1895. Ketertarikan Spemann dengan embryologi tidaklah bermula hingga setelah tahun pendidikannya, ketika selama musim dingin tahun 1896 ia membaca buku Plasma Kuman: Teori Pewarisan karya August Weismann saat ia berada di sebuah sanatorium untuk menyembuhkan tuberkulosis yang dideritanya.

Prestasi

Pada tahun 1902, Spemann, yang dengan cerdik menggunakan sehelai rambut sebagai simpul, berhasil memecahkan sel dari embrio salamander 2 sel, dan mendapatkan salamander normal dari tiap sel. Karyanya membantah teori Weismann bahwa sel kehilangan informasi genetik ketika berdiri sendiri. Pada tahun yang sama, Spemann menyimpulkan di awal bahwa dalam tahap tertentu pertumbuhan, yang disebut determinasi, sel embrio akan berdiferensiasi.

Pada akhir tahun 1920-an Spemann melanjutkan karyanya dengan salamander. Ia memindahkan nukleus embrio dengan 16 sel ke sel embrio salamander tunggal yang tanpa nukleus. Sel itu menyedot nukleus dan berkembang menjadi salamander normal. Dengan proses ini, Spemann menyempurnakan salah satu eksperimen kloning pertama menggunakan metode transfer nuklir. Dengan karyanya yang terbit tahun 1938 yang berjudul Pertumbuhan dan Induksi Embrio, Spemann mengajukan "eksperimen fantastik" atas pengkloningan organisme dari sel terdiferensiasi maupun dewasa menggunakan metode transfer nuklir. Namun, selama masa ini, Spemann tak memiliki teknologi untuk menyempurnakan pandangannya, dan kloning yang diajukannya tak selesai hingga keberhasilan Robert Briggs dan Thomas J. King pada tahun 1952.

Pada tahun 1935, Spemann dianugerahi Nobel Kedokteran untuk efek organiser, kasus di mana salah satu bagian embrio, ketika dicangkoqkan ke daerah embrio lain menyebabkan perubahan pada jaringan sekitarnya.

Di samping penemuan embriologinya yang berpengaruh, kekerasan Spemann yang alih-alih dalam pembuatan peralatan laboratorium yang tepat menimbulkan sejumlah kemajuan dalam peralatan bedah mikro semasa hidupnya.

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan