Jumat, 30 Oktober 2026
15:26 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Georges Köhler

Georges Köhler

ahli biologi asal Jerman

Bagikan:
Georges Jean Franz Köhler
Einweihung_des_Max-Planck-Institutes_f%C3%BCr_Immunbiologie_%281990%29_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Georges Jean Franz Köhler
LahirApril 17, 1946
Meninggal1 Maret 1995(1995-03-01) (umur 48)
Dikenal karenaantibodi monoklonal
Karier ilmiah
Tempat kerjaMax Planck Institute for Immunobiology

Georges Jean Franz Köhler (München, 17 Maret 1946 – 1 Maret 1995 di Freiburg im Breisgau) adalah biolog Jerman.

Bersama dengan Cesar Milstein dan Niels K. Jerne, Köhler memenangkan Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada 1984, "untuk karya pada sistem kekebalan dan produksi antibodi monoklonal". Sebagian penelitian ini dipresentasikan di Lembaga Imunologi Basel.

Pada 1984 ia menjadi direktur Lembaga Imunologi Max Planck di mana ia bekerja hingga kematiannya.

Rujukan

  • G. Köhler & C. Milstein (2006). "Continuous cultures of fused cells secreting antibody of predefined specificity". Nature. 256 (5517): 495. doi:10.1038/256495a0.
  • István Hargittai (2006). "Köhler's Invention Klaus Eichmann (Max-Planck-Institut für Immunbiologie, Freiburg, Germany), Birkhäuser Verlag, Basel. 2005. 223 pp. USD 65.95; EUR 51.36. ISBN 3-7643-7173-0". Journal Structural Chemistry. 17 (1): 161–162. doi:10.1007/s11224-006-9042-0.{{cite journal}}: horizontal tab karakter dalam |journal= pada posisi 8

Pranala luar

1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang


Flag of JermanBiography icon

Artikel bertopik biografi Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan