Jumat, 30 Oktober 2026
20:15 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
César Milstein

César Milstein

ahli biologi asal Argentina

Bagikan:
César Milstein
Milstein_lnp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir(1927-10-08)8 Oktober 1927
Meninggal24 Maret 2002(2002-03-24) (umur 74)
Cambridge, England
AlmamaterUniversity of Buenos Aires, University of Cambridge
Dikenal karenaReceiving Nobel Prize "for theories concerning the specificity in development and control of the immune system and the discovery of the principle for production of monoclonal antibodies"
Karier ilmiah
BidangBiochemistry
Professor Stoppani[1]

César Milstein (Bahía Blanca, 8 Oktober 1927 – 24 Maret 2002) ialah imunolog Argentina.

Ada yang disebut 'antibodi monoklonal' dan penemuan rintisan Milstein atas bagaimana cara membentuknya membuatnya memenangkan Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran 1984 bersama dengan Niels Kaj Jerne dan Georges Jean Franz Kohler. Mereka menggabungkan sel-sel yang memproduksi antibodi alami dengan sel tumor yang berkembang biak tak terbatas. Hasilnya: sebuah sel gabungan baru yang membangkitkan antibodi yang kuantitasnya spesifik - untuk diarahkan ke organisme pengakit tunggal yang menyerang tubuh, tak seperti serangan sebagian besar antibodi yang dibangkitkan unlike. Perkembangan penting pada 1975 berasal dari seorang peneliti berbakat yang teladannya Louis Pasteur.

Gelar Ph.D.-nya diperoleh di Universitas Cambridge di Inggris menyusul studi di Universitas Buenos Aires. Membagi waktunya antara Amerika Selatan dan Britania Raya, Milstein memperoleh penghargaan Companion of Honour yang bergengsi di negeri itu.

Referensi

  1. ↑ "César Milstein Autobiography". The Nobel Foundation. Diakses tanggal 19 Mei 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
1901–1925
1926–1950
1951–1975
1976–2000
2001–sekarang
Daftar penerima penghargaan Wolf dalam bidang kedokteran
1970-an
1980-an
1990-an
2000-an
2010-an
2020-an

Templat penghargaan Wolf : agrikultur · kimia · matematika · kedokteran · fisika · seni

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan