Selasa, 22 September 2026
22:33 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Ca laca

Ca laca

Ca laca
250px-Gantungan_Ca_laca.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aksara Bali
Huruf LatinCa
IASTCha
Fonem[c],[t͡ʃ], [cʰ]
UnicodeU+1B19
Warga aksaratalawya
Gantungan

Ca laca adalah variasi dari huruf Ca dalam aksara Bali, yang melambangkan bunyi /c/ yang disusul oleh bunyi /h/.[1] Jika Ca laca dialihaksarakan menjadi huruf Latin, maka ditulis "cha".[2]

Bentuk

Bentuk huruf Ca laca yang seutuhnya tidak diketahui, sebab yang tersisa hanya gantungan aksara-nya saja.[2] Artinya, huruf ini tidak bisa berdiri sendiri selama di depannya tidak ada huruf konsonan. Karena yang tersisa hanya gantungannya saja, maka huruf ini ditulis di bawah huruf konsonan, seolah-olah menggantungkan diri pada huruf konsonan tersebut. Namun dalam Unicode, Ca laca berbentuk utuh dan terletak pada titik U+1B19.[3]

Ca laca
dalam Unicode
Gantungan
Ca laca

Fonem

Ca laca merupakan huruf konsonan yang termasuk dalam warga talawya, yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah pada anak tekak.[4] Ca laca termasuk konsonan yang diaspirasikan, melambangkan fonem /cʰa/ atau /cʰə/. Meskipun demikian, dalam kenyataannya, masyarakat Bali jarang mengucapkan bunyi /c/ yang disusul oleh /h/. Mereka biasanya mengucapkan bunyi /c/ dengan tegas (tanpa disusul hembusan bunyi /h/).

Penggunaan

Penggunaan Ca laca sama seperti penggunaan huruf Cha (aksara Dewanagari: छ) dalam abjad bahasa Sanskerta.[5] Penggunaan Ca laca dalam menulis bahasa Bali dengan aksara Bali sangat jarang ditemui. Biasanya hanya digunakan saat menulis bahasa non-Bali dengan menggunakan aksara Bali (contohnya saat menyalin kalimat berbahasa Sanskerta ke dalam aksara Bali).

Karena biasanya Ca laca yang ditemui hanya berupa gantungan aksara saja, maka Ca laca tidak bisa ditulis di awal kata. Ca laca harus berada di tengah kata atau di akhir kata, didahului oleh huruf konsonan dan ditulis di bawah huruf konsonan tersebut. Salah satu contoh penggunaan Ca laca (bunyi /c/ yang disusul dengan /h/) terdapat pada kata ica dan sueca (bahasa Bali).

Lihat pula

Catatan kaki

  1. Surada, hal. 5, 9.
  2. 1 2 Tinggen, hal. 23.
  3. Tabel Unicode
  4. Surada, hal. 6.
  5. Surada, hal. 5.

Referensi

  • Tinggen, I Nengah. 1993. Pedoman Perubahan Ejaan Bahasa Bali dengan Huruf Latin dan Huruf Bali. Singaraja: UD. Rikha
  • Surada, I Made. 2007. Kamus Sanskerta-Indonesia. Surabaya: Penerbit Paramitha.


Aksara suara
(Vokal)
Warga Kanthya
(Konsonan
langit-langit belakang
)
Warga Talawya
(Konsonan langit-langit)
Warga Murdhanya
(Konsonan tarik-belakang)
Warga Dantya
(Konsonan gigi)
Warga Osthya
(Konsonan bibir)
Aksara ardhasuara
(Semivokal)
Ya
Ya
Ra
Ra
La
La
Wa
Wa
 
Pangangge (tanda diakritik)
Pangangge suara
(tanda vokalisasi)
Pangangge tengenan
Pangangge aksara
(tanda semivokalisasi)
Ceciren ring babawosan (tanda baca)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan