Senin, 21 September 2026
03:33 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Bayer

Bayer

perusahaan asal Jerman

Artikel ini berisi tentang perusahaan farmasi, kimia, dan ilmu hayati. Untuk penggunaan lain, lihat Bayer (disambiguasi).
"Bayer Aspirin" beralih ke halaman ini. Untuk produk farmasi, lihat aspirin.
Bayer AG
250px-Logo_Bayer.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Leverkusen_Kaiser-Wilhelm-Allee_0004.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantor pusat Bayer di Leverkusen, Jerman
JenisAktiengesellschaft (AG)
FWB: BAYN
Komponen DAX
IndustrI
Didirikan1863 Sunting ini di Wikidata
PendiriFriedrich Bayer
Kantor pusat,
Wilayah yang dilayani
Seluruh dunia
Tokoh kunci
ProdukObat hewan, pencitraan diagnostik, obat umum dan khusus, produk kesehatan wanita, obat bebas, (sebelumnya) pengobatan diabetes, pestisida, benih, bioteknologi tanaman
PendapatanKenaikan 43,545 miliar (2019)[1]
Kenaikan €4,189 miliar (2019)[1]
Kenaikan €4,091 miliar (2019)[1]
Total asetPenurunan €126,258 miliar (2019)[1]
Total ekuitasKenaikan €47,517 miliar (2019)[1]
Jumlah karyawan
103.824 (FTE, akhir tahun 2019)[1]
330px-Leverkusen%2C_straatzicht_Bayer_-_Science_for_a_better_life_foto2_2015-04-18_12.10.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pabrik Bayer Leverkusen

Bayer AG (/ˈb.ər,ˈb.ər/; Jerman:[ˈbaɪɐ]) adalah sebuah perusahaan farmasi dan ilmu hayati multinasional asal Jerman. Bayer merupakan salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia. Berkantor pusat di Leverkusen, bidang bisnis Bayer meliputi farmasi manusia dan hewan; produk perawatan kesehatan ritel; bahan kimia pertanian, benih, dan produk bioteknologi. Saham perusahaan ini merupakan salah satu komponen dari indeks pasar saham Euro Stoxx 50.[2] Werner Baumann telah menjadi CEO Bayer sejak tahun 2016.[3]

Didirikan di Barmen pada tahun 1863 sebagai sebuah pabrik bahan pewarna, produk pertama dan paling terkenal dari Bayer adalah aspirin. Pada tahun 1898, Bayer mendaftarkan nama heroin sebagai merek dagang untuk obat diasetilmorfin buatannya, lalu memasarkannya sebagai pereda batuk dan pengganti non-adiktif dari morfin hingga tahun 1910. Bayer juga memperkenalkan fenobarbital; prontosil, antibiotik pertama yang digunakan secara luas dan berhasil mendapat Hadiah Nobel di bidang Obat pada tahun 1939; antibiotik Cipro (siprofloksasin); dan pil pengaturan kelahiran Yaz (drospirenon).

Pada tahun 1925, Bayer menjadi salah satu dari enam perusahaan kimia yang digabung untuk membentuk IG Farben,[4] perusahaan farmasi dan alat kesehatan terbesar di dunia. Dewan Kendali Sekutu menyita IG Farben pasca Perang Dunia II,[a][6] karena perannya dalam upaya perang Nazi dan keterlibatannya dalam Holocaust, yang meliputi penggunaan tenaga kerja paksa dari kamp konsentrasi dan pembelian manusia untuk keperluan pengujian medis berbahaya. Pada tahun 1951, IG Farben dikembalikan ke bentuk semula, yakni dipecah menjadi enam perusahaan, dan kemudian dipecah lagi menjadi tiga perusahaan, yakni BASF, Bayer, dan Hoechst.[5][7]

Bayer memainkan peran penting dalam Wirtschaftswunder di Jerman Barat pasca perang, sehingga segera dapat kembali menjadi perusahaan farmasi dan kimia terbesar di dunia. Pada tahun 2006, perusahaan ini mengakuisisi Schering. Pada tahun 2014, perusahaan ini mengakuisisi bisnis ritel milik Merck & Co., dengan merek seperti Claritin, Coppertone, dan Dr. Scholl's. Pada tahun 2018, Bayer mengakuisisi Monsanto dengan harga $63 miliar.[8] Bayer CropScience mengembangkan tanaman transgenik dan pestisida.

Awal mula

Pendirian

250px-Farbenfabrik_vorm._Friedr._Bayer_%26_Comp_1908.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Saham Farbenfabriken vorm. Friedr. Bayer & Comp di Elberfeld, diterbitkan pada tanggal 1 Mei 1908

Bayer AG didirikan sebagai sebuah pabrik bahan pewarna pada tahun 1863 di Barmen (kemudian menjadi bagian dari Wuppertal), Jerman, oleh Friedrich Bayer dan mitranya, Johann Friedrich Weskott, seorang ahli pewarna.[9] Friedrich Bayer bertanggung jawab melakukan kegiatan komersial. Fuhsin dan anilin awalnya menjadi produk paling penting dari perusahaan ini.[butuh rujukan]

Kantor pusat dan sebagian besar pabrik Bayer kemudian dipindah dari Barmen ke lahan yang lebih luas di Elberfeld pada tahun 1866. Friedrich Bayer (1851–1920), anak dari pendiri Bayer, adalah seorang ahli kimia dan kemudian bergabung ke perusahaan ini pada tahun 1873. Setelah Friedrich Bayer meninggal pada tahun 1880, perusahaan ini didaftarkan sebagai sebuah badan hukum dengan nama Farbenfabriken vorm. Friedr. Bayern & Co, atau juga dikenal sebagai Elberfelder Farbenfabriken.[butuh rujukan]

250px-Bayer-Kreuz.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Palang Bayer, Leverkusen

Perusahaan ini kemudian pindah dari Elberfeld ke Wiesdorf di Rhein dan menempati lahan milik produsen alizarin, Leverkus and Sons. Sebuah kota baru bernama Leverkusen pun didirikan di sana pada tahun 1930 dan menjadi lokasi kantor pusat Bayer AG hingga saat ini. Logo perusahaan ini, yakni palang Bayer, diperkenalkan pada tahun 1904, dan menampilkan dua kata BAYER yang ditulis secara vertikal dan horizontal, dengan berbagi satu huruf Y dan dikelilingi oleh lingkaran.[10] Versi terang dari logo tersebut pun menjadi salah satu ikon di Leverkusen.[11]

Aspirin

250px-Aspirin-Fl%C3%A4schchen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebotol Bayer Aspirin, 1899

Produk besar pertama dari Bayer adalah asam asetilsalisilat—yang pertama kali dideskripsikan oleh ahli kimia asal Prancis, Charles Frederic Gerhardt pada tahun 1853[12]—sebagai hasil modifikasi dari asam salisilat atau salisin, sebuah ramuan tradisional yang ditemukan di pepagan dari tanaman dedalu.[13][14] Pada tahun 1899, merek dagang Aspirin telah didaftarkan di seluruh dunia sebagai merek untuk produk asam asetilsalisilat buatan Bayer, tetapi status merek dagang tersebut dicabut di Amerika Serikat, Prancis, dan Britania Raya setelah penyitaan aset dan merek dagang milik Bayer di Amerika Serikat selama Perang Dunia I oleh Amerika Serikat, serta karena penggunaan kata aspirin yang telah meluas.[15]

Kata aspirin tetap digunakan di Amerika Serikat, Britania Raya, dan Prancis untuk menyebut produk asam asetilsalisilat, tetapi tidak hanya untuk buatan Bayer.[15] Walaupun begitu, aspirin masih merupakan merek dagang milik Bayer di lebih dari 80 negara, termasuk Kanada, Meksiko, Jerman, dan Swiss. Hingga tahun 2011, diperkirakan 40.000 ton aspirin diproduksi setiap tahunnya dan 10–20 miliar tablet aspirin dikonsumsi di Amerika Serikat sebagai pencegahan gangguan kardiovaskular.[16] Aspirin termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia, yang berisikan hasil modifikasi paling penting yang dibutuhkan dalam sebuah sistem kesehatan dasar.[17]

Ada sebuah kontroversi mengenai peran ilmuwan Bayer dalam pengembangan aspirin. Arthur Eichengrün, seorang ahli kimia Bayer, mengatakan bahwa ialah yang pertama kali menemukan formula aspirin yang tidak menyebabkan efek samping berupa mual dan mulas. Ia juga mengatakan bahwa ialah yang menciptakan nama aspirin dan merupakan orang pertama yang menggunakan formula baru untuk diuji keselamatan dan efikasinya. Bayer menyatakan bahwa aspirin ditemukan oleh Felix Hoffmann untuk membantu ayahnya yang mengidap artritis.[18] Sejumlah sumber pun mendukung klaim Arthur Eichengrün.[19][20] Sebagian besar sejarawan menyebut aspirin diciptakan oleh Hoffmann dan Eichengrün.[14][20]

Cabang Luar Negeri

Indonesia

Agak kurang terurut sejarah Bayer di Indonesia. Namun, bayer sendiri pernah bekerja sama dengan PT Megasari Makmur yang sekarang merupakan Godrej Indonesia untuk produk rumah tangga sebelum rata-rata dijual ke SC Johnson Clorox, Salim Grup untuk pemasaran obat nyamuk bakar Baygon khusus ibukota di 1990an, Rhone Poulenc yang sekarang menjadi Sanofi untuk produk pestisida, Parke Davis/Warner Lambert yang sekarang menjadi Pfizer sampai dijual kepada Johnson & Johnson sebagai toll manufacturing untuk produk tanpa resep mereka.

Korea Selatan

Bayer pernah bermitra dengan beberapa perusahaan Korea seperti Misung, HanDok, Hanil, yang sempat menjadi farmasi Cheiljedang sekarang menjadi HK Innoen oleh ventura Jepang, Geunhwa yang sekarang menjadi Alvogen Korea

Referensi

Catatan

  1. Peter Hayes (Cambridge University Press, 2001): "[O]ne of the first acts of the American occupation authorities in 1945 was to seize the enterprise as punishment for 'knowingly and prominently ... building up and maintaining German war potential'. Two years later, twenty-three of the firm's principal officers went on trial ... By the time John McCloy, the American high commissioner [for Germany], pardoned the last of them in 1951, IG Farben scarcely existed. Its holdings in the German Democratic Republic had been nationalized; those in the Federal Republic had been divided into six, later chiefly three, separate corporations: BASF, Bayer, and Hoechst."[5]

Sumber

  1. 1 2 3 4 5 6 "Bayer AG Annual Report 2019" (PDF). Bayer AG. Diakses tanggal 27 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Euro Stoxx 50, Börse Frankfurt (Frankfurt Stock Exchange)". Deutsche Boerse. Diakses tanggal 17 Januari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Thomas, Natalie (24 Februari 2016). "Bayer confirms Werner Baumann as new chief". Financial Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Tammen 1978, hlm. 195.
  5. 1 2 Hayes 2001, hlm. xxii.
  6. "Law No. 9" (PDF). Allied Control Council. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 22 September 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Schneibel, Gerhard (19 Agustus 2011). "Stock of former Nazi chemicals giant to be delisted". Deutsche Welle.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Neate, Rupert (4 Juni 2018). "Monsanto to ditch its infamous name after sale to Bayer". The Guardian.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Lewis & Zitzlsperger 2016, hlm. 92.
  10. Sánchez-Serrano 2011, hlm. 51.
  11. Europe Tourism. 5 March 2015 landmarks Landmarks: Cologne: Nearby Attractions Diarsipkan 7 March 2015 di Wayback Machine.
  12. Schrör 2016, hlm. 12.
  13. Schrör 2016, hlm. 8.
  14. 1 2 Mahdi, J.G.; Mahdi, A.J.; Mahdi, A.J.; Bowen, I.D. (April 2006). "The historical analysis of aspirin discovery, its relation to the willow tree and antiproliferative and anticancer potential". Cell Proliferation. 39 (2): 147–155. doi:10.1111/j.1365-2184.2006.00377.x. PMC 6496865. PMID 16542349. S2CID 16515437.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. 1 2 Tulett, Simon (28 Mei 2014). "'Genericide': Brands destroyed by their own success". BBC News.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. Fuster, Valentin; Sweeny, Joseph M. (22 Februari 2011). "Aspirin: A Historical and Contemporary Therapeutic Overview". Circulation. 123 (7): 768–778. doi:10.1161/CIRCULATIONAHA.110.963843. PMID 21343593.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. "WHO Model List of EssentialMedicines" (PDF). World Health Organization. Oktober 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. "Felix Hoffmann ist der "Vater" des Aspirin" (Rilis pers). Bayer AG, courtesy of LaHave Media Services Limited. September 1999. Diarsipkan dari asli tanggal 28 September 2007.{{cite press release}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. "Jewish Scientist's Claim to Discover Aspirin Denied by Nazis" (PDF) (Rilis pers). Royal Society of Chemistry. 1999. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 28 Mei 2005.{{cite press release}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. 1 2 Sneader, Walter (23 Desember 2000). "The discovery of aspirin: a reappraisal". BMJ. 321 (7276): 1591–1594. doi:10.1136/bmj.321.7276.1591. PMC 1119266. PMID 11124191.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Karya

  • Bangen, Hans (1992). Geschichte der medikamentösen Therapie der Schizophrenie. Berlin: VWB-Verlag. ISBN 3-927408-82-4. {{cite book}}: |ref=harv tidak valid
  • Dickerman, Michael (2017). "Monowitz". Dalam Bartrop, Paul R.; Dickerman, Michael (ed.). The Holocaust: An Encyclopedia and Document Collection. Volume 1. Santa Barbara: ABC-CLIO. hlm. 439–440. {{cite book}}: |ref=harv tidak valid
  • Strzelecka, Irena (2000). "Experiments". Dalam Długoborski, Wacław; Piper, Franciszek (ed.). Auschwitz, 1940–1945. Central Issues in the History of the Camp. Volume 2: The Prisoners, their Life and Work. Oświęcim: Auschwitz-Birkenau State Museum. {{cite book}}: |ref=harv tidak valid
  • Fernandez, Humberto; Libby, Therissa A. (2011). Heroin: Its History, Pharmacology & Treatment. Center City, MN: Hazelden Publishing. {{cite book}}: |ref=harv tidak valid
  • Hager, Thomas (2006). The Demon under the Microscope. Harmony Books. ISBN 1-4000-8214-5. {{cite book}}: |ref=harv tidak valid
  • Hayes, Peter (2001) [1987]. Industry and Ideology: IG Farben in the Nazi Era. Cambridge: Cambridge University Press. {{cite book}}: |ref=harv tidak valid
  • Jacobs, Steven Leonard (2017). "I G Farben". Dalam Bartrop, Paul R.; Dickerman, Michael (ed.). The Holocaust: An Encyclopedia and Document Collection. Volume 1. Santa Barbara: ABC-CLIO. hlm. 312–314. {{cite book}}: |ref=harv tidak valid
  • Jeffreys, Diarmuid (2009) [2008]. Hell's Cartel: IG Farben and the Making of Hitler's War Machine. London: Bloomsbury Publishing PLC. {{cite book}}: |ref=harv tidak valid
  • Kumar, B. Rajesh (2012). Mega Mergers and Acquisitions: Case Studies from Key Industries. New York: Palgrave Macmillan. ISBN 978-1137005908. {{cite book}}: |ref=harv tidak valid
  • Lewis, Derek; Zitzlsperger, Ulrike (2016). "Bayer AG". Historical Dictionary of Contemporary Germany. Lanham, MA, and Plymouth: Rowman & Littlefield. {{cite book}}: |ref=harv tidak valid
Lifton, Robert Jay; Hackett, Amy (1998). "Nazi Doctors". Dalam Berenbaum, Michael; Gutman, Yisrael (ed.). Anatomy of the Auschwitz Death Camp. Bloomington: Indiana University Press. hlm. 301–316. {{cite book}}: |ref=harv tidak valid

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Bayer.
Pendahulu
Pengganti
Produk
Tokoh
Industrialis
CEO
Pengarah non-eksekutif
Lainnya
Kimiawan
Lainnya
Bagian dari serial mengenai
Rekayasa genetika
250px-Genetic_engineering_logo.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
 
Organisme termodifikasi secara genetika
Sejarah dan regulasi
Proses
Aplikasi
Kontroversi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan