Sabtu, 17 Oktober 2026
16:56 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Jagung Bt

Jagung Bt

Bagikan:
250px-Corn_worm.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ulat jagung, salah satu lepidoptera yang menyerang jagung.

Jagung Bt adalah jagung hasil rekayasa genetika yang telah disisipi gen dari bakteri Bacillus thuringiensis.[1] Gen yang diambil dari bakteri tersebut adalah gen penyandi protein Bt (delta endotoksin) yang dapat membunuh larva hama lepidoptera.[1] Hama tersebut dapat mengurangi hasil panen jagung hingga 30%.[2] Protein toksin Bt mampu berikatan pada dinding usus dan menyebabkan hama berhenti makan.[1] Selanjutnya, toksin akan menyebabkan dinding usus pecah dan bakteri usus berpindah ke rongga tubuh dan berkembangbiak dalam darah.[1] Akibatnya, hama lepidoptera akan mati karena keracunan darah (septicaemia).[1] Untuk memasukkan gen ke dalam jagung, digunakan suatu proses yang disebut transformasi.[2] Beberapa metode transformasi yang telah diaplikasikan pada jagung adalah penembakan mikroproyektil (microprojectile bombardment) dan transformasi yang dimediasi oleh Agrobacterium tumefaciens.[2] Jenis jagung ini telah dipasarkan di dunia dengan merek dagang “Yield Guard”, “Knockout”, atau “Herculex”.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 (Inggris) Ric Bessin. "Bt-CORN: WHAT IT IS AND HOW IT WORKS". Department of Entomology, University of Kentucky College of Agriculture. Diakses tanggal 9 Juni 2010.
  2. 1 2 3 4 M. Paul Scott, Linda M. Pollak (2005). "Transgenic Maize" (PDF). Starch/Stärke. 57: 187–195. doi:10.1002/star.200500396. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2010-06-07. Diakses tanggal 7 Juni 2010.


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan