Jumat, 16 Oktober 2026
22:25 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
ThyssenKrupp

ThyssenKrupp

perusahaan asal Jerman

Bagikan:
ThyssenKrupp
250px-Thyssenkrupp_AG_Logo_2015.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
ISINDE0007500001 Sunting ini di Wikidata
IndustriPerusahaan konglomerat, Elevator
Entitas pendahuluAugust Thyssen-Hütte Sunting ini di Wikidata
Kantor pusat,
Tokoh kunci
Dr. Ekkehard D. Schulz, Chairman of the Executive Board
Dr. Gerhard Cromme, Chairman of the Supervisory Board
ProdukBaja, stainless steel, teknik otomotif, sistem elevator, sistem kelautan, perkapalan, jasa
PendapatanKenaikan €43.356 miliar (2011)[1]
Kenaikan €284 juta (2011)[1]
Kenaikan €1,783 miliar (2011)[1]
Total asetKenaikan €43,603 miliar (2011)[1]
Total ekuitasKenaikan €10,382 miliar (2011)[1]
Jumlah karyawan
180.050 (2011)[1]

ThyssenKrupp AG (ISIN: DE0007500001) dahulu bernama Fried Krupp[2] merupakan perusahaan konglomerat terbesar di Jerman yang mempekerjakan 188.000 karyawannya pada tahun 2006. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1860. Perusahaan ini memproduksi besi, teknologi otomotif, dan masih banyak lagi.

Sejarah

ThyssenKrupp adalah hasil penggabungan dari dua produsen baja asal Jerman, yakni, Thyssen AG dan Krupp. Sejak awal dekade 1980an, kedua perusahaan telah mulai bernegosiasi tentang penggabungan dan mulai bekerja sama di beberapa bidang bisnis. Pada tahun 1997, kedua perusahaan menggabungkan bisnis bajanya, dan pada bulan Maret 1999, kedua perusahaan secara resmi bergabung.[3]

Penggabungan dan Akuisisi

250px-Thyssen-Krupp-Quartier-Essen-Q1-2013.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantor pusat ThyssenKrupp di Essen.
250px-ThyssenKrupp_HQ_Entrance_DSC_0240.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pintu masuk kantor pusat ThyssenKrupp
250px-ThyssenKrupp_Steel_USA_in_Calvert%2C_Alabama.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantor ThyssenKrupp Steel USA di Calvert, Alabama
250px-Thyssen_Krupp_Hochhaus_in_D%C3%BCsseldorf_%28vom_Hofgarten_aus%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bekas kantor ThyssenKrupp di pusat kota Düsseldorf
250px-ANKAW%C3%9C-Berlin-St%C3%A4hlerner_Buddy_Bear.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Buddy Bear di Berlin, yang dibuat oleh Shanghai KruppStainless

Selama ekspansi pada tahun 1978, Thyssen AG masuk ke industri otomotif Amerika Utara dengan mengakuisisi divisi otomotif milik Budd,[4] beroperasi di Amerika Utara dengan merek Budd Thyssen (lalu ThyssenKrupp Budd Co.). Pada bulan Oktober 2006, ThyssenKrupp menjual divisi chassis dan badan mobil milik ThyssenKrupp Budd ke Martinrea International Inc.[5]

Pada tahun 1988, ThyssenKrupp mengakuisisi produsen peredam kejut asal Jerman, Bilstein, yang menjadi divisi ThyssenKrupp hingga tahun 2005.[6]

Pada tahun 1999, Thyssen (sebelum bergabung dengan Krupp) mengakuisisi Dover Elevator Company asal Amerika Serikat. Empat tahun kemudian, ThyssenKrupp juga mengakuisisi Dongyang Elevator, asal Korea.

Pada tahun 2005, ThyssenKrupp mengakuisisi Howaldtswerke-Deutsche Werft (HDW) dari One Equity Partners. HDW bersama Blohm + Voss dan Nordseewerke akhirnya digabung untuk membentuk ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS). TKMS saat ini merupakan salah satu galangan kapal paling penting di Eropa. Sementara itu, One Equity Partners memegang 25% saham di TKMS.

Pada bulan Desember 2005, ThyssenKrupp mengakuisisi 60% saham di Atlas Elektronik dari BAE Systems. Sementara itu, EADS mengakuisisi 40% sisanya.

Pada bulan Agustus 2007, ThyssenKrupp Materials North America mengakuisisi OnlineMetals.com, distributor besi dan plastik yang bermarkas di Seattle, Washington.

Pada awal tahun 2008, ThyssenKrupp Aerospace mengakuisisi Apollo Metals dan Aviation Metals, keduanya adalah pemasok alat-alat dirgantara dan pertahanan yang bermarkas di Kent, Washington.

Pada bulan Juni 2012, ThyssenKrupp menjual ThyssenKrupp Waupaca ke KPS Capital Partners. ThyssenKrupp Waupaca adalah pemasok komponen otomotif, yang bermarkas di Waupaca, Wisconsin.

Pada bulan April 2014, ThyssenKrupp mengumumkan bahwa ia sedang dalam negosiasi untuk menjual divisi pertahanan lautnya ke Saab, setelah gagal bersepakat dengan pemerintah Swedia untuk mengembangkan kapal selam generasi baru.[7]

Bilstein

Pada tahun 1954, BILSTEIN adalah perusahaan pertama yang mampu merealisasikan ide dari Prof. Bourcier de Carbon, seorang periset di bidang getaran dari Prancis. Tujuan dari ide ini adalah untuk mengeliminasi kerugian fisik dari peredam kejut teleskopis konvensional, dan pada saat yang sama, membuatnya lebih ringan dan dapat dipasang dengan posisi apapun.

Segala upaya dikerahkan untuk pengembangan teknologi ini. Hingga akhirnya resmi diperkenalkan peredam kejut tunggal bertekanan gas pertama, yang dipasang pada mobil buatan Mercedes-Benz tahun 1957, yang sampai sekarang masih dianggap sebagai kontribusi besar dalam perkembangan mengemudi aman (safety driving).

Teknologi tekanan gas ini sampai sekarang masih digunakan dalam semua jenis peredam kejut teleskopis yang dipakai oleh mobil berperforma tinggi.

Tercatat, semua mobil AMG Mercedes di DTM dan hampir separuh dari seluruh tim di balapan 24-jam Nürburgring, menggunakan suku cadang dari BILSTEIN.[8]

Anak Usaha di Amerika

Pada tanggal 11 Mei 2007, ThyssenKrupp AG mengumumkan investasi senilai €3.1 milliar untuk membangun pabrik baja karbon dan baja tahan karat di selatan Alabama, yang akan mempekerjakan 2.700 orang. Proyek ini bersama dengan proyek pembangunan pabrik baja di Brasil, merupakan strategi baru dari ThyssenKrupp untuk mengembangkan bisnisnya secara global di pasar baja karbon Amerika Utara dan NAFTA. Pada tahun 2010, ThyssenKrupp mengumumkan peningkatan investasi di Alabama menjadi US$4.6 milliar. Pada saat itu, proyek ini merupakan investasi swasta terbesar di sepanjang sejarah Alabama dan merupakan investasi terbesar dari perusahaan asal Jerman di Amerika Serikat.[9] Rencana awal dari lokasi pabrik baru ini awalnya ada dua, yakni di Convent, Louisiana (dekat Sungai Mississippi) dan di Calvert, Alabama (dekat Sungai Tombigbee. Lokasi Alabama ini akhirnya dipilih oleh ThyssenKrupp, dan peletakan batu pertama di lokasi Calvert, dilaksanakan pada bulan November 2007. Pabrik baja karbon dan pabrik baja tahan karat ini nantinya beroperasi dibawah manajemen yang berbeda, tetapi dengan lokasinya yang berdekatan, kedua perusahaan ini dapat tetap bekerja sama.

Pabrik baja karbon ini nantinya beroperasi dengan nama 'ThyssenKrupp Steel USA'. Pabrik ini memulai operasi penuh pada akhir tahun 2011 dan mempekerjakan 1.800 orang, pada saat itu. Pada saat beroperasi penuh, ThyssenKrupp Steel USA mampu memproduksi baja karbon sebanyak 4 juta metrik. . Sementara itu, pabrik baja tahan karat beroperasi dengan nama 'ThyssenKrupp Stainless USA', dan mempekerjakan 900 orang, saat mulai beroperasi penuh di akhir tahun 2012.

Pada bulan Juli 2011, ThyssenKrupp Steel USA mendapat penghargaan "Best Greenfield Technology" dari American Metal Market.[10]

Industri baja dunia pun memuncak pada tahun 2007, tepat setelah ThyssenKrupp membuka pabrik Alabama dan Brazilnya. Namun, pada tahun 2008, dunia mulai mengalami resesi besar-besaran, sehingga harga dan permintaan baja dunia menurun hingga 40%. ThyssenKrupp pun merugi $11 milliar di kedua pabrik bajanya ini. Akhirnya, ThyssenKrupp menjual divisi baja tahan karatnya, Inoxum (termasuk pabrik di Alabama) ke Outokumpu asal Finlandia, pada tahun 2012.[11] Pada tahun 2013, ThyssenKrupp juga menawarkan pabrik baja karbonya dengan harga USS$4 milliar.[12] Akhirnya pada tanggal 26 February 2014, ThyssenKrupp resmi menjual pabrik baja karbonnya ke ArcelorMittal dan Nippon Steel seharga US$1.55 milliar.[13]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 "Annual Report 2010/2011". ThyssenKrupp. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-11-25. Diakses tanggal 2 Januari 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "ThyssenKrupp - Wikipedia". Wikipedia. 16 April 2011. Diakses tanggal 18 April 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Krupp - Lead up to the merger with Thyssen". thyssenkrupp.com. 30 September 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-09-28. Diakses tanggal 2015-09-12.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Internationalization and further vertical diversification - Bonn Republic - ThyssenKrupp AG". thyssenkrupp.com. 30 September 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-06-26. Diakses tanggal 2015-09-12.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "ThyssenKrupp Budd to sell North American automotive body operations". americanmachinist.com.
  6. ↑ History of Bilstein shocks
  7. ↑ Mia Shanley and Bjorn Rundstrom (15 April 2014). "ThyssenKrupp in talks to sell Swedish naval shipyard to Saab". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-24. Diakses tanggal 2015-09-12.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ History of Bilstein
  9. ↑ "Press release - Press releases - ThyssenKrupp AG". thyssenkrupp.com. 3 Desember 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-03. Diakses tanggal 2022-02-18.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ ^ a b Wilson, A.J. The Pick and The Pen. London: Mining Journal Books Limited, 1979
  11. ↑ "New owners of ThyssenKrupp stainless steel division plan visit in June". Press-Register. Mei 31, 2012. Diakses tanggal Juni 15, 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ John W. Miller and Ike Henning, "Thiessen gets offers for mills: Final bids for steel complexes in Alabama, Brazil will likely fall short of the company's hopes," Wall Street Journal March 1, 2013
  13. ↑ "ArcelorMittal, Nippon Steel buy ThyssenKrupp's U.S. factory". Japan Today. Diakses tanggal 1 Desember 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai ThyssenKrupp.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan