Jumat, 06 November 2026
23:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Wirtschaftswunder

Wirtschaftswunder

Bagikan:
250px-1000000th_Beetle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Volkswagen Beetle adalah simbol rekonstruksi Jerman Barat. Yang ada di gambar ini merupakan mobil ke-1.000.000.

Wirtschaftswunder (Jerman:[ˈvɪʁt.ʃaftsˌvʊndɐ]ⓘ, "keajaiban ekonomi"), juga dikenal sebagai Keajaiban di Sungai Rhine, adalah istilah yang menjelaskan rekonstruksi dan perkembangan ekonomi Jerman Barat dan Austria yang begitu cepat setelah Perang Dunia II.[1][2] Istilah ini digunakan pertama kali oleh The Times tahun 1950.[butuh rujukan]

Hal ini dimulai dengan mengganti mata uang Reichsmark dengan Deutsche Mark (juga Schilling di Austria), kemudian diikuti dengan inflasi rendah yang bertahan lama bersamaan dengan pertumbuhan industri yang luar biasa dipimpin oleh Kanselir Konrad Adenauer dan menteri ekonominya, Ludwig Erhard.[1] Di Austria, penggunaan tenaga kerja efisien juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi.

Era pertumbuhan ekonomi yang luar biasa ini menjadikan Jerman dan Austria dari negara yang porak-poranda akibat perang menjadi negara maju di Eropa modern. Saat berdirinya Pasar Bersama Eropa tahun 1957 pertumbuhan ekonomi Jerman berbanding terbalik dengan kondisi di Britania Raya yang tengah mengalami kesulitan.

Referensi

  1. 1 2 Henderson, David R. (2008). "German Economic Miracle". Concise Encyclopedia of Economics (Edisi 2nd). Indianapolis: Library of Economics and Liberty.
  2. ↑ Utgaard, P. (2003). Remembering and Forgetting Nazism: Education, National Identity, and the Victim Myth in Postwar Austria. New York: Berghahn Books. hlm. 126–128.{{cite book}}: line feed karakter dalam |title= pada posisi 35

Lihat pula

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan