Senin, 02 November 2026
06:22 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Ba kembang

Ba kembang

salah satu huruf aksara Bali

Bagikan:
Ba kembang
250px-Bali_Ba_kembang1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aksara Bali
Huruf LatinBa
IASTBha
Fonem[bʰa]
UnicodeU+1B2A
Warga aksaraosthya
Gantungan

Ba kembang adalah salah satu huruf dalam aksara Bali yang termasuk ke dalam warga Osthya (konsonan labial), dibaca seperti huruf "b" yang disusul oleh hembusan "ha".[1] Bila Ba kembang dialihaksarakan dari aksara Bali menjadi huruf Latin, maka ditulis "bha".[2]

Bentuk

Ba kembang sama dengan Ba murda dalam aksara Jawa. Ba kembang memiliki 2 bentuk, yaitu: menyerupai Na dan menyerupai Da. Kedua-duanya boleh digunakan. Bentuk Ba kembang yang menyerupai Da lebih sering digunakan.

Aksara Jawa Aksara Bali
Ba kembang Da

Fonem

Ba kembang melambangkan bunyi /bʰa/, yaitu bunyi /b/ yang disusul oleh hembusan /ha/. Meskipun Ba kembang diucapkan /pʰa/, tetapi kini dalam percakapan berbahasa Bali sehari-hari, perbedaan antara bunyi /bʰa/ dan /ba/ hampir tak tampak.[3]

Suku Bali terdengar lebih fasih mengucapkan "ba" daripada "bha", sehingga kosakata bahasa asli mereka lebih banyak memuat huruf Ba daripada Ba kembang (bha). Ada kata dalam bahasa Bali yang mengandung bunyi /bʰa/, dan sebagian besar merupakan kata serapan dari bahasa non-Bali (misalnya bahasa Sanskerta). Walaupun ada kata serapan (dalam bahasa Bali) yang mengandung bunyi /bʰa/, sering kali pengucapannya disamakan dengan /ba/.[3] Dengan kata lain, sekarang kata yang mengandung /bʰa/ dan /ba/ disamakan saja pengucapannya saat bercakap-cakap menggunakan bahasa Bali.

Penggunaan

Ba kembang biasanya digunakan saat menulis kata-kata yang mengandung bunyi /bʰa/. Biasanya, kata-kata tersebut jarang terdapat pada kosakata bahasa Bali asli, melainkan pada kosakata bahasa Bali yang diserap dari bahasa non-Bali (misalnya bahasa Sanskerta maupun bahasa Jawa Kuno). Contoh beberapa kata serapan (dalam bahasa Bali) yang menggunakan Ba kembang, yaitu: butakala (dari bahasa Sanskerta: bhūtakāla); bakti (dari bahasa Sanskerta: bhakti); bina (dari bahasa Sanskerta: bhinna); loba (dari bahasa Sanskerta: lobha); dll. Huruf Latin "b" pada kata-kata tersebut patut diganti dengan Ba kembang apabila disalin menjadi aksara Bali.

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ Surada, hal. 9.
  2. ↑ Surada, hal. 5.
  3. 1 2 Tinggen, hal. 7.

Referensi

  • Tinggen, I Nengah. 1993. Pedoman Perubahan Ejaan Bahasa Bali dengan Huruf Latin dan Huruf Bali. Singaraja: UD. Rikha.
  • Surada, I Made. 2007. Kamus Sanskerta-Indonesia. Surabaya: Penerbit Paramitha.
Aksara suara
(Vokal)
Warga Kanthya
(Konsonan
langit-langit belakang
)
Warga Talawya
(Konsonan langit-langit)
Warga Murdhanya
(Konsonan tarik-belakang)
Warga Dantya
(Konsonan gigi)
Warga Osthya
(Konsonan bibir)
Aksara ardhasuara
(Semivokal)
Ya
Ya
Ra
Ra
La
La
Wa
Wa
 
Pangangge (tanda diakritik)
Pangangge suara
(tanda vokalisasi)
Pangangge tengenan
Pangangge aksara
(tanda semivokalisasi)
Ceciren ring babawosan (tanda baca)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan