Selasa, 22 September 2026
02:16 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Aneka Tambang

Aneka Tambang

perusahaan rien asal Indonesia

PT Aneka Tambang Tbk
250px-Logo_Antam.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-PT_Antam_Tbk%2C_TB_Simatupang%2C_Jakarta_Selatan_-_panoramio.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantor pusat di Jakarta
JenisPublik
BEI: ANTM
ASX: ATM}
Komponen LQ45
IndustrI
Entitas pendahuluPN Tambang Bauksit Indonesia
PN Tambang Emas Cikotok
PN Logam Mulia
Didirikan5 Juli 1968 Sunting ini di Wikidata
Kantor pusat
Indonesia Sunting ini di Wikidata
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Rauf Utama (Komisaris Utama)
Untung Budiharto (Direktur Utama)
Produk
PendapatanKenaikan Rp 69,19 Triliun (2024)
Kenaikan Rp 3,85 Triliun (2024)
Total asetKenaikan Rp 44,52 Triliun (2024)
Total ekuitasKenaikan Rp 32,19 Triliun (2024)
PemilikMIND ID (65%)
Jumlah karyawan
2.724 (2023)
DivisiUBPP Logam Mulia
Situs webwww.antam.com Sunting ini di Wikidata

PT Aneka Tambang Tbk, atau biasa disingkat menjadi Antam, adalah perusahaan pertambangan Indonesia. Perusahaan ini terutama memproduksi emas dan nikel, dan merupakan produsen nikel terbesar di Indonesia. Hingga tahun 2017, Antam merupakan badan usaha milik negara secara langsung, sebelum kepemilikannya dialihkan ke PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, sebuah perusahaan holding milik pemerintah.[1]

Sejarah

250px-Goudmijn_Tjikotok_Bantam%2C_Bestanddeelnr_15580.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tambang emas di Cikotok pada tahun 1949

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1968 sebagai sebuah perusahaan negara (PN) dengan nama PN Aneka Tambang yang didirikan oleh pemerintah Indonesia sebagai hasil penggabungan dari PN Tambang Bauksit Indonesia,[2] PN Tambang Emas Tjikotok,[3] PN Logam Mulia,[4] PT Nikel Indonesia, Proyek Tambang Intan Kalimantan Selatan, dan proyek-proyek eks-Bappetamb.[5] Pada tahun 1974, status perusahaan ini diubah menjadi persero.[6] Pada tahun 1976, perusahaan ini mulai mengoperasikan Pabrik FeNi I di Pomalaa secara komersial, dan tiga tahun kemudian, perusahaan ini juga mulai mengoperasikan tambang nikel di Pulau Gebe. Pada tahun 1994, perusahaan ini mulai mengoperasikan tambang emas di Pongkor, dan setahun kemudian, perusahaan ini juga mulai mengoperasikan Pabrik FeNi II di Pomalaa secara komersial. Pada bulan November 1997, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Setahun kemudian, perusahaan ini juga mulai mengoperasikan tambang nikel di Pulau Gee.

Pada tahun 1999, perusahaan ini mencatatkan sahamnya dalam bentuk CHESS Depositary Interest (CDI) di Australian Securities Exchange, dan pada tahun 2002, perusahaan ini meningkatkan status pencatatannya di ASX menjadi pencatatan penuh. Pada tahun 2001, perusahaan ini mulai mengoperasikan tambang nikel di Tanjung Buli. Pada tahun 2007, perusahaan ini mulai mengoperasikan Pabrik FeNi III di Pomalaa secara komersial. Pada tahun 2009, perusahaan ini mengakuisisi PT Cibaliung Sumberdaya yang memiliki sebuah tambang emas di Cibaliung dengan harga US$8 juta.[7] Pada tahun 2010, perusahaan ini meneken kontrak EPC untuk pembangunan pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) di Tayan, serta mulai mengoperasikan tambang emas di Cibaliung dan tambang nikel di Tapunopaka. Pada tahun 2011, perusahaan ini mengakuisisi sebuah tambang batu bara di Sarolangun dan membuka tambang nikel di Pulau Pakal.

Pada tahun 2012, perusahaan ini meletakkan batu pertama pembangunan PLTU dan Lini 4 di Pabrik Feronikel Pomalaa. Pada tahun 2013, perusahaan ini mulai mengoperasikan pabrik CGA Tayan.[8] Pada tahun 2014, perusahaan ini mulai mengoperasikan fasilitas dermaga, konveyor, dan Pemurnian-3 di Pabrik Feronikel Pomalaa. Pada tahun 2015, perusahaan ini meluncurkan emas batangan bermotif batik dan mulai mengoperasikan Lini 4 di Pabrik Feronikel Pomalaa. Pada tahun 2016, perusahaan ini meluncurkan layanan penyimpanan emas BRANKAS, produk perhiasan, dan produk Green Fine Aggregate (GFA). Perusahaan ini kemudian juga menjalin aliansi strategis dengan Newcrest dalam hal eksplorasi emas.

Pada tahun 2017, untuk pertama kalinya, perusahaan ini mengekspor produk emas ke Jepang. Perusahaan ini kemudian juga mendapat izin untuk mengekspor bijih nikel kadar rendah dan bijih bauksit tercuci. Pada tahun 2017 juga, perusahaan ini mulai membangun pabrik feronikel di Halmahera Timur. Pada tahun yang sama, pemerintah resmi menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding BUMN yang bergerak di bidang industri pertambangan.[9] Pada tahun 2018, perusahaan ini meluncurkan emas batangan bermotif tematik dan bermotif batik seri II. Pada tahun 2018 juga, perusahaan ini resmi memegang seluruh saham PT Indonesia Chemical Alumina.[1] Pada tahun 2019, perusahaan ini meluncurkan emas batangan seri hadiah dan bezel emas seri II.[10]

Pada bulan Desember 2022, agar Inalum dapat fokus berbisnis di bidang produksi aluminium, pemerintah mengalihkan mayoritas saham perusahaan ini ke Mineral Industri Indonesia (MIND ID) yang sengaja didirikan sebagai induk holding BUMN industri pertambangan.[11][12] Pada bulan Juli 2023, perusahaan ini mulai mengoperasikan pabrik feronikel di Halmahera Timur.[13] Pada bulan Oktober 2024, perusahaan ini mengakuisisi 30% saham PT Jiu Long Metal Industry yang memiliki sebuah smelter nikel di Pulau Gag.[14]

Referensi

  1. 1 2 "Sejarah Perusahaan". PT Aneka Tambang Tbk. Diakses tanggal 28 Februari 2023.
  2. "Peraturan Pemerintah nomor 89 tahun 1961" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 28 Februari 2023.
  3. "Peraturan Pemerintah nomor 91 tahun 1961" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 28 Februari 2023.
  4. "Peraturan Pemerintah nomor 218 tahun 1961" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 1 Maret 2023.
  5. "Peraturan Pemerintah nomor 22 tahun 1968" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 28 Februari 2023.
  6. "Peraturan Pemerintah nomor 26 tahun 1974" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 28 Februari 2023.
  7. "Antam Jadi Pemilik Tunggal Tambang Emas Cibaliung". Detikcom. 9 Juli 2009. Diakses tanggal 12 Maret 2025.
  8. Wibowo, Teguh Imam (28 Oktober 2013). "Antam 'Commissioning' Pabrik CGA di Tayan". LKBN Antara. Diakses tanggal 12 Maret 2025.
  9. "Peraturan Pemerintah nomor 47 tahun 2017" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 27 Februari 2023.
  10. Suryahadi, Akhmad (28 November 2019). "Aneka Tambang (ANTM) luncurkan produk emas batik Bezel seri II". Kontan. Diakses tanggal 12 Maret 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. "Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2022" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 24 Maret 2023.
  12. "Peraturan Pemerintah nomor 46 tahun 2022" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 24 Maret 2023.
  13. Tolok, Aprianus Doni (9 Juli 2023). "Antam (ANTM) Mulai Operasikan Pabrik Feronikel Haltim di Maluku Utara". Bisnis Indonesia. Diakses tanggal 12 Maret 2025.
  14. Wahyudi, Nyoman Ary (8 Oktober 2024). "Aneka Tambang (ANTM) Caplok 30% Saham Smelter Tsingshan Rp1,6 Triliun". Bisnis Indonesia. Diakses tanggal 12 Maret 2025.

Pranala luar

Mantan badan usaha milik negara di Indonesia (daftar)
Menjadi anak usaha
BUMN lain
Digabung ke/dengan
BUMN lain
Dijual ke swasta
Diubah statusnya
Dibubarkan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan