Minggu, 01 November 2026
21:40 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Gita Karya

Bagikan:

PT Gita Karya (Persero) adalah bekas badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang percetakan, penerbitan, dan industri tinta. Perusahaan ini didirikan pada 1960 sebagai bagian dari nasionalisasi dari beberapa perusahaan asing oleh pemerintah Indonesia menjadi Perusahaan Negara Percetakan Penerbitan dan Pabrik Tinta Gita Karya.[1][2] Pada tahun 1970, Perusahaan Negara Percetakan Penerbitan dan Pabrik Tinta Gita Karya berubah status menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dengan nama PT Gita Karya (Persero).[3] Pada tahun 1991, PT Gita Karya (Persero) dilikuidasi kemudian digunakan sebagai tambahan modal bagi Perum Percetakan Uang Republik Indonesia dan PT Pradnya Paramita (Persero).

Nasionalisasi Perusahaan menjadi Gita Karya[2]
No Nama Perusahaan Nama BAPPIT
1 N.V. Koninklijke Boekhandel & Drukkerij G. Kolff & Co. Djakarta BAPPIT Pusat Percetakan Gita Karya
2 N.V. G. Kolff's Inktfabriek BAPPIT Pusat Pabrik Tinta Gita Karya
3 Nederlands Indonesische Uitgevers Maatschappij Noordhoff Kolff N.V. BAPPIT Pusat Penerbitan Noor Komala

Referensi

  1. ↑ Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 1959 (Lembaran-Negara tahun 1959 No. 121)
  2. 1 2 PP No. 24 Tahun 1962 tentang Pendirian Perusahaan Negara Percetakan Penerbitan Dan Pabrik Tinta Gita Karya
  3. ↑ PP No. 25 Tahun 1970 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Negara (P.N.) Percetakan, Penerbitan Dan Pabrik Tinta Gita Karya Menjadi Perusahaan Perseroan (Persero)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan