Selasa, 29 September 2026
21:19 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Bukit Asam

Bukit Asam

perusahaan rien asal Indonesia

Bagikan:
PT Bukit Asam (Persero) Tbk
250px-Logo_PTBA_R3011-colour.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Bukit-Asam_steenkoolmijnen_het_hoofdkantoor_TMnr_10007033.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantor pusat di Tanjung Enim pada tahun 1929
Nama sebelumnyaPT Tambang Batubara Bukit Asam (1981–2002)
JenisPerusahaan publik
BEI: PTBA
IndustrIPertambangan
DidirikanMaret 2, 1981;45 tahun lalu (1981-03-02)
Kantor pusatMuara Enim, Sumatera Selatan, Indonesia
Wilayah yang dilayani
Asia Pasifik
Tokoh kunci
Produk
Layanan
PendapatanRp42,65 triliun[2] (2025)
Rp2,93 triliun[2] (2025)
Total asetRp43,92 triliun[2] (2025)
Total ekuitasRp22,62 triliun[2] (2025)
Jumlah karyawan
1,672 (2026)
IndukMineral Industri Indonesia (MIND ID)
Situs webwww.ptba.co.id

Pada tahun 1968, pemerintah menggabungkan PN TABA dengan PN Tambang Batubara Mahakam dan PN Tambang Batubara Ombilin untuk membentuk PN Tambang Batubara.[3]

Pada bulan Maret 1981, Unit Tambang Bukit Asam dari PN Tambang Batubara dijadikan modal untuk mendirikan perusahaan ini dengan nama PT Tambang Batubara Bukit Asam.[4] Pada tahun 1984, status PN Tambang Batubara diubah menjadi perusahaan umum (Perum).[5] Pada tahun 1990, pemerintah menggabungkan Perum Tambang Batubara ke dalam perusahaan ini.[6] Pada tahun 1993, pemerintah menugaskan perusahaan ini untuk berbisnis di bidang produksi briket batu bara. Pada tahun 2002, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dan mengubah namanya menjadi seperti sekarang.

Pada tahun 2008, perusahaan ini mengakuisisi 51% saham PT Internasional Prima Coal dengan harga USD17,85 juta.[7] Pada tahun 2014, perusahaan ini mendirikan PT Bukit Multi Investama untuk berbisnis di bidang investasi.[8]

Pada tahun 2015, Menteri ESDM, Sudirman Said, meresmikan pengoperasian PLTU Banjarsari yang berkapasitas 2x110 MW, serta meletakkan batu pertama pembangunan PLTU Banko Tengah yang berkapasitas 2x620 MW di Tanjung Agung. Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, juga meresmikan Pelabuhan Tarahan milik perusahaan ini sebagai dermaga batu bara dan pelabuhan curah terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas mencapai 25 juta ton dan dapat disandari oleh kapal dengan bobot mati hingga 210.000 DWT.[9] Pada tahun 2015 juga, perusahaan ini mengakuisisi PT Bumi Sawindo Permai, PT Satria Bahana Sarana, PT Tabalong Prima Resources, dan PT Mitra Hasrat Bersama yang masing-masing bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, kontraktor penambangan, pertambangan batu bara, dan infrastruktur penambangan batu bara.

250px-Gedung_Lapangan_Tiga_Sawahlunto_2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantor Bukit Asam di Sawahlunto.

Pada tahun 2017, pemerintah menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding BUMN yang bergerak di bidang industri pertambangan.[10] Pada tahun 2018, perusahaan ini menyepakati pembiayaan pembangunan PLTU Sumsel-8 dengan Exim Bank of China. Pada tahun 2019, Tambang Batubara Ombilin ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.[11][12]

Pada bulan Desember 2022, agar Inalum dapat fokus berbisnis di bidang produksi aluminium, pemerintah mengalihkan mayoritas saham perusahaan ini ke Mineral Industri Indonesia (MIND ID) yang sengaja didirikan sebagai induk holding BUMN industri pertambangan.[13][14]

Anak usaha

Hingga akhir tahun 2021, perusahaan ini memiliki 9 anak usaha, yakni:

Produk

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memiliki beberapa jenis produk batu bara sesuai dengan kandungan kadar kualitasnya sebagai berikut:[15]

Merek Dagang Calorific Value

(Kcal/Kg.ar)

IPC GAR 4600 4.600
GAR 4700 4.700
GAR 4800 4.800
PTBA BA-48 4.800
BA-50 5.000
BA-64 6.400
BA-67 6.700
BA-71 7.100

Tanggung jawab sosial

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menerapkan konsep ekonomi sirkular dalam kegiatan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan reklamasi lahan bekas tambang. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan lahan bekas tambang sebagai pusat persemaian.

Selain itu, PTBA melakukan rehabilitasi DAS di beberapa lokasi, antara lain Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Kulon Progo dengan total penanaman mencapai 4 juta batang dari berbagai jenis tanaman. PTBA melibatkan masyarakat dalam berbagai tahap kegiatan, mulai dari pra kegiatan, jasa pengangkutan, penanaman, pemeliharaan, hingga pasca kegiatan rehabilitasi DAS.

PTBA juga mengimplementasikan ekonomi sirkular melalui program Tanjung Enim Kota Wisata, yang merupakan bagian dari reklamasi dalam bentuk lain. Berbagai destinasi wisata baru telah dibangun, seperti Museum Batubara yang dilengkapi jalur lori bawah tanah, Mini Zoo, dan Waterpark. Kota Wisata Tanjung Enim juga akan memiliki Taman Botani yang dibangun di atas lahan bekas tambang seluas sekitar 17 hektare (ha). [16]

Penghargaan & pencapaian

  1. April - Top Performing Listed Companies 2009 dalam acara Investor Award 2009 untuk emiten sektor Industri Dasar dan Primer.
  2. Februari - Award Terbaik III Bidang Sosial, dalam CSR Award yang diselenggarakan oleh CSR Indonesia
  3. Memperoleh sertifikat OHSAS 18001 Standard Management System bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja dari TUV Nord Germany.
  4. Mei 2010 - Best Listed Companies 2010 dari Investor Awards 2010.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. 1 2 "Manajemen". PT Bukit Asam Tbk. Diakses tanggal 24 Agustus 2026.
  2. 1 2 3 4 [URL_LAPORAN_TAHUNAN_2025 Laporan Tahunan 2025] (Laporan). PT Bukit Asam Tbk. 2026. {{cite report}}: Periksa nilai |url=
  3. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 23 tahun 1968" (PDF). Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Diakses tanggal 27 Februari 2023.
  4. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 42 tahun 1980" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 27 Februari 2023.
  5. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 1984" (PDF). Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Diakses tanggal 27 Februari 2023.
  6. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 56 tahun 1990" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 27 Februari 2023.
  7. ↑ Triyanto, Juni (14 Agustus 2008). "PTBA Akuisisi IPC Senilai USD17,85 Juta". Okezone. Diakses tanggal 11 Maret 2025.
  8. ↑ Ihsan, Maftuh (11 September 2014). "PTBA Dirikan Anak Usaha PT Bukit Multi Investama". Bisnis Indonesia. Diakses tanggal 11 Maret 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Purnomo, Widiyanto (10 Juni 2015). "PTBA resmikan dermaga berkapasitas 210.000 DWT". Kontan. Diakses tanggal 11 Maret 2025.
  10. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 47 tahun 2017" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 27 Februari 2023.
  11. ↑ | owner = Mineral Industri Indonesia (65,93%) | assets = Rp 43,92 triliun (2025) | equity = Rp 22,62 triliun (2025) | num_employees = 1.672 (2026) | subsid = Lihat anak usaha | slogan = | homepage = www.ptba.co.id }} PT Bukit Asam Tbk adalah bagian dari holding BUMN pertambangan MIND ID yang bergerak di bidang pertambangan batu bara. Hingga akhir tahun 2022, perusahaan ini mengelola lima wilayah tambang dengan total luas mencapai 65.632 hektar dengan jumlah sumber daya mencapai 5,85 miliar ton dan jumlah cadangan mencapai 3,02 miliar ton.

    Sejarah

    250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_%27Kolentrein_gereed_voor_vertrek_naar_Kertapati_op_de_achtergrond_het_zeefhuis_Bukit-Asam_steenkoolmijnen%27_TMnr_10007038.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
    Batu bara siap dikirim dari Tanjung Enim ke Kertapati dengan menggunakan kereta api
    Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1919 saat Tambang Air Laya di Tanjung Enim mulai dioperasikan dengan menggunakan metode penambangan terbuka. Pada tahun 1923, Tambang Air Laya mulai dioperasikan dengan menggunakan metode penambangan bawah tanah. Pada tahun 1938, Tambang Air Laya mulai beroperasi secara komersial. Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1961, pemerintah membentuk sebuah perusahaan negara (PN) bernama PN Tambang Batubara Bukit Asam (TABA) untuk mengelola Tambang Air Laya.<ref name="pn">"Peraturan Pemerintah nomor 93 tahun 1961" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 27 Februari 2023.
  12. ↑ "Sejarah Perusahaan". PT Bukit Asam Tbk. Diakses tanggal 27 Februari 2023.
  13. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2022" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 24 Maret 2023.
  14. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 46 tahun 2022" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 24 Maret 2023.
  15. ↑ http://www.ptba.co.id/id/tentang-kami/produk-batubara
  16. ↑ Purwanti, Teti. "Bukit Asam 'Sulap' Lahan Bekas Tambang Jadi Pusat Persemaian & Wisata". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2024-05-28.
Mantan badan usaha milik negara di Indonesia (daftar)
Menjadi anak usaha
BUMN lain
Digabung ke/dengan
BUMN lain
Dijual ke swasta
Diubah statusnya
Dibubarkan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan