Kamis, 08 Oktober 2026
09:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Pupuk Kujang

Pupuk Kujang

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:
PT Pupuk Kujang
250px-Kawasan_PT_Pupuk_Kujang_Cikampek.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kompleks pabrik di Cikampek
JenisPerseroan terbatas
IndustriBahan kimia
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Maryadi[1]
(Direktur Utama)
Sripeni Inten Cahyani[2]
(Komisaris Utama)
ProdukPupuk
MerekNitrea
PendapatanRp 5,589 triliun (2019)[3]
Rp 214,68 miliar (2019)[3]
Total asetRp 10,955 triliun (2019)[3]
Total ekuitasRp 7,734 triliun (2019)[3]
PemilikPT Pupuk Indonesia (Persero)
Jumlah karyawan
1.087 (2019)[3]

PT Pupuk Kujang adalah anak perusahaan dari Pupuk Indonesia yang bergerak di bidang produksi pupuk. Melalui anak usahanya, perusahaan ini juga memproduksi asam formiat dan mengelola sebuah kawasan industri.[3]

Sejarah

Perusahaan ini didirikan oleh pemerintah Indonesia pada bulan Juni 1975. Dewan direksi pertama dari perusahaan ini beranggotakan Ir. Salmon Mustafa (Direktur Utama), Brigjen TNI Lucky Ichwan Anwar (Direktur Umum), Drs. Soekarwandi (Direktur Keuangan) dan Ir. Didi Suwardi (Direktur Teknik). Pabrik pertama Pupuk Kujang (kini diberi nama Pabrik Kujang 1A) dibangun dengan biaya sebesar US$260 juta, yang berasal dari pinjaman Pemerintah Iran sebesar US$200 juta dan penyertaan modal dari Pemerintah Indonesia sebesar US$60 juta. Pembangunan pabrik berkapasitas produksi urea 570.000 ton/tahun dan amoniak 330.000 ton/tahun tersebut dilaksanakan oleh Kellogg Overseas Corporation asal Amerika Serikat dan Toyo Engineering Corporation asal Jepang. Pembangunan pabrik tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu 36 bulan dan akhirnya diresmikan oleh Presiden Soeharto pada bulan Desember 1978. Pinjaman dari Pemerintah Iran kemudian berhasil dilunasi pada tahun 1989. Pada tahun 1997, pemerintah resmi menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke Pupuk Sriwidjaja sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding BUMN yang bergerak di bidang produksi pupuk.[4]

Dengan makin bertambahnya usia pabrik Kujang 1A, maka biaya pemeliharaannya juga makin tinggi, sehingga perusahaan ini kemudian memutuskan untuk membangun Pabrik Kujang 1B dengan kapasitas produksi urea 570.000 ton/tahun dan amonia 330.000 ton/tahun. Pembangunan pabrik tersebut didanai dengan ekuitas dari perusahaan ini, serta dengan pinjaman dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar 27,048 miliar yen. Pembangunan pabrik tersebut pun dilaksanakan oleh Toyo Engineering Corporation asal Jepang dan didukung oleh 2 kontraktor dalam negeri, yakni Rekayasa Industri dan Inti Karya Persada Tehnik. Pembangunan pabrik tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu 36 bulan dan akhirnya diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bulan April 2006.

Pada bulan Januari 2011, perusahaan ini melakukan pembiayaan kembali terhadap pinjaman yang diberikan untuk pembangunan pabrik Kujang 1B, dengan cara diambil alih oleh BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BCA. Hal tersebut dilakukan sesuai arahan dari Kementerian BUMN untuk menghindari fluktuasi utang luar negeri. Melalui skema tersebut, perusahaan ini meminjam uang sebesar Rp 1,9 triliun kepada BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BCA untuk dapat membeli uang yen dan melunasi utangnya kepada JBIC. Pupuk Kujang berencana mencicil utangnya ke BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BCA dalam waktu 8 tahun.[5]

Pada bulan Juni 2013, perusahaan ini meluncurkan pupuk urea non-subsidi dengan merek Nitrea.[6] Pada bulan Oktober 2015, perusahaan ini menyelesaikan pembangunan pabrik NPK Granular 2 dengan kapasitas terpasang sebesar 100.000 ton per tahun.[7] Pada bulan November 2020, perusahaan ini meresmikan pabrik karbon dioksida cair berkapasitas 50.000 ton per tahun yang dibangun dengan investasi sebesar US$7,4 juta. Pabrik tersebut dibangun untuk memanfaatkan gas sisa dari proses produksi di pabrik 1A dan 1B.[8] Pada bulan April 2024, perusahaan ini meresmikan pabrik es kering berkapasitas 3.000 ton per tahun.[9]

Referensi

  1. ↑ "Dewan Direksi". Pupuk Kujang. Diakses tanggal 24 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Dewan Komisaris". Pupuk Kujang. Diakses tanggal 24 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 5 6 "Laporan Tahunan 2019". Pupuk Kujang. Diakses tanggal 24 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 1997" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 10 Maret 2023.
  5. ↑ "Riwayat Perusahaan". Pupuk Kujang. Diakses tanggal 24 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Khumaini, Ali (10 Juni 2013). "PT Pupuk Kujang Luncurkan Pupuk Urea Nitrea". LKBN Antara. Diakses tanggal 3 Mei 2025.
  7. ↑ Khumaini, Ali (8 Oktober 2015). "PT Pupuk Kujang Rampungkan Pembangunan Pabrik NPK". LKBN Antara. Diakses tanggal 3 Mei 2025.
  8. ↑ Farhan, Farida (9 November 2020). Sukmana, Yoga (ed.). "Pupuk Kujang Produksi CO2 Cair dari Gas Sisa". Kompas.com. Kompas. Diakses tanggal 16 Mei 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Fikri, Ahmad (17 April 2024). "Pupuk Kujang Kembangkan Produksi Es Kering". Tempo.co. Diakses tanggal 3 Mei 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Mantan badan usaha milik negara di Indonesia (daftar)
Menjadi anak usaha
BUMN lain
Digabung ke/dengan
BUMN lain
Dijual ke swasta
Diubah statusnya
Dibubarkan
Ikon rintisan

Artikel bertopik badan usaha atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan