Kamis, 22 Oktober 2026
01:34 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Wayang Sasak

Wayang Sasak

jenis wayang kulit yang berasal dari Lombok

Bagikan:
250px-Wayang_Sasak%2C_Lombok_island%2C_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wayang Sasak yang berasal dari Lombok.

Wayang Sasak adalah jenis wayang kulit yang berkembang di Lombok. Pemberian nama "Sasak" atau "Menak Sasak" sangat dipengaruhi oleh cerita Wong Menak yang juga berkembang di Lombok. Seperti halnya wayang golek di Tanah Pasundan, keberadaan wayang di Lombok juga sangat dipengaruhi oleh penyebaran agama Islam di sana.

Sejarah

Terdapat beberapa sumber lisan mengenai sejarah wayang Sasak. Menurut Amaq Satriah, dahulu di sebuah kampung yang bernama Rambitan di bagian selatan Lombok terdapat seorang wali yang dikenal dengan sebutan "Wali Nyato".

Menurut cerita, semasa kanak-kanak dia pergi ke pulau Jawa untuk menonton pertunjukan wayang. Bersama dengan teman-temannya ia berangkat dari Rambitan pada waktu isya dan pulang ke Lombok keesokan harinya sebelum matahari terbit. Setibanya di rumah, ia menceritakan kepada teman-temannya yang tidak ikut ke Jawa tentang cerita wayang yang ditontonnya.

Setelah beranjak dewasa, ia mencoba untuk menggelar pentas wayang, meskipun dalam bentuk yang sangat sederhana. Pada waktu itu, tiap tokoh wayang hanya terbuat dari ranting-ranting pohon. Pertunjukan wayang tersebut umumnya bercerita tentang guru dan murid yang mengamalkan ilmu agama Islam.[1][2]

Musik Pengiring

Pertunjukan Wayang Sasak diiringi oleh ansambel musik khusus yang dikenal sebagai Gamelan Wayang Sasak atau sering diasosiasikan dengan bentuk ansambel batel. Musik dalam Wayang Sasak memegang peranan krusial dalam membantu suasana dramatis, menandai pergantian babak, serta mengiringi pergerakan karakter wayang di kelir.[3]

Referensi

  1. ↑ Wayang Sasak (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
  2. ↑ "Performing Arts as Communication: The Traditional Media of Wayang Sasak in Digital Era". researchgate.net. Diakses tanggal 2025-11-2.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  3. ↑ Harnish, David (2003). "Worlds of Wayang Sasak: Music, Performance, and Negotiations of Religion and Modernity". Asian Music. 34 (2). University of Texas Press: 91–120. ISSN 0044-9202.

Pranala luar

Menurut
media
Kulit
Kayu
Orang
Bambu
Kain
Rumput
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Papieren_wajangpop_voorstellende_Arjuna_%28kinderspeelgoed%29_TMnr_809-46c.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail


250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Pauzeteken_uit_het_wajangspel_van_karbouwenhuid_TMnr_21-63.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Houten_wajangpop_voorstellende_Arjuna_Sasra_Bahu_TMnr_4283-59.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menurut
asal
Inovasi
Properti dan
kesenian
pendukung
Sumber
cerita
Organisasi
Museum


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan