Jumat, 06 November 2026
02:24 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Sudomo

Sudomo

seorang petinggi militer yang terkenal di masanya karena jabatannya sebagai Wakil Panglima ABRI dan Pangkopkamtib

Bagikan:
Laksamana (Purn.)
Sudomo
250px-Sudomo%2C_25_Tahun_Pembangunan_Pemerintah_Orde_Baru.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sudomo sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Agung
Ketua Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesiake-9
Masa jabatan
1993–1998
PresidenSoeharto
Wakil PresidenTry Sutrisno
PendahuluMaraden Panggabean
PenggantiArnold Achmad Baramuli
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesiake-3
Masa jabatan
23 Maret 1988 –17 Maret 1993
PresidenSoeharto
Wakil PresidenTry Sutrisno
PendahuluSurono Reksodimedjo
PenggantiSoesilo Soedarman
Menteri Tenaga Kerja Indonesiake-16
Masa jabatan
19 Maret 1983 –21 Maret 1988
PresidenSoeharto
Wakil PresidenUmar Wirahadikusumah
PendahuluHarun Zain
PenggantiCosmas Batubara
Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesiake-5
Masa jabatan
17 April 1978 –29 Maret 1983
PresidenSoeharto
Wakil PresidenAdam Malik
PendahuluSurono Reksodimedjo
PenggantiWidodo Adi Sutjipto
Panglima Komando Keamanan dan Ketertibanke-5
Masa jabatan
5 April 1978 –29 Maret 1983
PresidenSoeharto
Wakil PresidenAdam Malik
PendahuluJenderal TNI (Purn.) Soeharto
PenggantiJenderal TNI Leonardus Benyamin Moerdani
Kepala Staf Komando Keamanan dan Ketertiban
Masa jabatan
1973–1978
PresidenSoeharto
Wakil PresidenHamengkubuwono IX
Panglima KopkamtibSoeharto
Kepala Staf TNI Angkatan Lautke-6
Masa jabatan
16 Desember 1969 –26 Juni 1973
PresidenSoeharto
Wakil PresidenHamengkubuwono IX
PendahuluMoeljadi
PenggantiR. Soebono
Informasi pribadi
Lahir(1926-09-20)20 September 1926
Meninggal18 April 2012(2012-04-18) (umur 85)
Jakarta, Indonesia
MakamTaman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata
Suami/istri
Fransisca Play
​
​
(m. 1961;c. 1980)​
​
​
(m. 1990;c. 1994)​
Aty Kusumawaty
​
​
(m. 1998;c. 2002)​
Anak
  • Biakto Trikora Putra
  • Dewi Prihatina Dwikora Putri
  • Martini Yuanita Ampera Putri
  • Meidyawati Banjarina Pelita Pitri
Karier militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_Navy.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Angkatan Laut Indonesia
Masa dinas
1945–1983
Pangkat40px-22-TNI_Navy-ADM.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Laksamana
SatuanKorps Pelaut
Pertempuran/perangOperasi Trikora
NRP41/P[1]

Sudomo (20 September 1926 – 18 April 2012), adalah seorang perwira tinggi militer Indonesia yang menduduki sejumlah jabatan penting pada masa Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Indonesia Soeharto. Ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut dari tahun 1969 hingga 1973, Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban dari tahun 1978 hingga 1983, Menteri Tenaga Kerja dari tahun 1983 hingga 1988, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dari tahun 1988 hingga 1993, serta Ketua Dewan Pertimbangan Agung dari tahun 1993 hingga 1998.

Biografi

Awal Kehidupan

Sudomo lahir di Malang pada tanggal 20 September 1926.[2] Ia lulus dari sekolah menegah di Malang pada 1943 dan melanjutkan studinya disekolah pelayaran, setahun kemudian ia sudah turut mengajar di sebuah sekolah pelayaran di Pasuruan.[2]

Karier Militer

Laksamana_TNI_Sudomo.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Sudomo sebagai Kepala Staf Angkatan Laut

Pada 1945, Sudomo mendaftarkan diri dan diterima sebagai anggota Badan Keamanan Rakyat Laut.[2] Sejak saat itu, ia meniti karier di Angkatan Laut Indonesia. Dalam kurun waktu lima tahun, ia telah dipercaya menjabat sebagai komandan kapal patroli di wilayah Flores dan Riau, dengan tugas memberantas penyelundupan.[2]

Sudomo turut terlibat dalam operasi militer Indonesia untuk merebut kembali Irian Barat dari Belanda. Operasi tersebut berkaitan dengan Tri Komando Rakyat yang diumumkan Presiden Soekarno pada 19 Desember 1961.[2] Pada 15 Januari 1962, Sudomo yang berpangkat kolonel terlibat dalam operasi laut di perairan Maluku. Operasi tersebut melibatkan tiga kapal, yaitu KRI Harimau, KRI Macan Tutul, dan KRI Macan Kumbang. Namun, pergerakan armada Indonesia terdeteksi oleh pihak Belanda.[2] Dalam pertempuran yang kemudian dikenal sebagai Pertempuran Laut Aru, KRI Macan Tutul tenggelam dan Komodor Yos Sudarso gugur.[3] Sudomo selamat dari pertempuran tersebut.[2]

Sudomo menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut dari tahun 1969 hingga 1973, Wakil Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban dari tahun 1973 hingga 1974, serta Panglima Kopkamtib dari tahun 1974 hingga 1978.[2] Pada tahun 1978, ia menjabat sebagai Wakil Panglima ABRI sekaligus Panglima Kopkamtib, posisi yang dipegangnya hingga tahun 1983.[2]

Karier Politik

250px-DPA_4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sudomo berfoto bersama para pegawai Dewan Pertimbangan Agung.

Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Panglima Kopkamtib pada tahun 1983, Sudomo menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dari tahun 1983 hingga 1988. Ia kemudian diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan untuk periode 1988–1993.[2][4] Pada tahun 1993, Sudomo menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Agung, posisi yang dipegangnya hingga 1998. Selain itu, ia juga pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat.[2][4]

Kehidupan Pribadi

Sudomo pernah menikah sebanyak tiga kali dan cerai, 4 anaknya dari pernikahan pertamanya.[2][4]

Meninggal

Sudomo meninggal dunia pada 18 April 2012, karena pendarahan di otak.[5] Setelah itu, jenazahnya dimakamkan di TMP Kalibata.[5]

Penghargaan

Tanda kehormatan dalam negeri

Tanda kehormatan luar negeri

 Belanda

 Malaysia

 Thailand

 Filipina

 Amerika Serikat

 Belgia

Referensi

  1. ↑ Lembaga Pemilihan Umum 1978, hlm. 61.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Raditya, Iswara N. "Sejarah Hidup Sudomo, Pangkopkamtib dan Algojo Orde Baru". tirto.id. Diakses tanggal 2026-10-15.
  3. ↑ Media, Kompas Cyber (2021-08-02). "Pertempuran Laut Aru: Penyebab, Kronologi, dan Dampak Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-09-14. Diakses tanggal 15 Oktober 2026.
  4. 1 2 3 "Sudomo, Bahtera Perkawinan yang Kandas". Tempo. 2012-04-18. Diakses tanggal 2026-10-15.
  5. 1 2 "Sudomo Wafat". Tempo. 2012-04-18. Diakses tanggal 2026-10-15.
  6. ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diakses tanggal 3 September 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Embassy of Indonesia, Information Division 1973, hlm. 5.

Bibliografi

  • Embassy of Indonesia, Information Division (1973). Indonesian News and Views. Embassy of Indonesia, Information Division.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Jabatan politik
Didahului oleh:
Surono Reksodimedjo
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
1988–1993
Diteruskan oleh:
Soesilo Soedarman
Didahului oleh:
Harun Alrasjid Zain
Menteri Tenaga Kerja
1983–1988
Diteruskan oleh:
Cosmas Batubara
Jabatan militer
Didahului oleh:
Moeljadi
Kepala Staf TNI Angkatan Laut
16 Desember 1969 – 26 Juni 1973
Diteruskan oleh:
R. Soebono
Kabinet Pembangunan V (1988–1993)
Kementerian di bawah Menko Polkam: Sudomo
Kementerian di bawah Menko Ekuin-PP: Radius Prawiro
Kementerian di bawah Menko Kesra: Soepardjo Rustam
Menteri muda yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Kementerian di bawah Menko Ekuin-PP: Ali Wardhana
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden:
Menteri muda yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan