Senin, 21 September 2026
05:29 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Sinden

Sinden

penyanyi tunggal perempuan yang mengiringi gamelan

250px-Ohlala_sinden.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para sinden/nginden
250px-Sinden.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang sinden dari Solo

Sinden (dari Bahasa Jawa) atau Waranggana[1] adalah sebutan bagi wanita yang bernyanyi mengiringi orkestra gamelan,[2] umumnya sebagai penyanyi satu-satunya.[3] Sinden yang baik harus mempunyai kemampuan komunikasi yang luas dan keahlian vokal yang baik serta kemampuan untuk menyanyikan tembang.[4]

Pesinden juga sering disebut sinden, menurut Ki Mujoko Joko Raharjo berasal dari kata "pasindhian" yang berarti yang kaya akan lagu atau yang melagukan (melantunkan lagu). Sinden juga disebut waranggana "wara" berarti seseorang berjenis kelamin wanita, dan "anggana" berarti sendiri. Pada zaman dahulu waranggana adalah satu-satunya wanita dalam panggung pergelaran wayang ataupun pentas klenengan.[5] Sinden memang seorang wanita yang menyanyi sesuai dengan gendhing yang di sajikan baik dalam klenengan maupun pergelaran wayang. Istilah sinden juga digunakan untuk menyebut hal yang sama di beberapa daerah seperti Banyumas, Yogyakarta, Sunda, Madura, Jawa Timur dan daerah lainnya, yang berhubungan dengan pergelaran wayang maupun klenengan. Sinden tidak hanya tampil solo (satu orang) dalam pergelaran tetapi untuk saat ini pada pertunjukan wayang bisa mencapai delapan hingga sepuluh orang bahkan lebih untuk pergelaran yang sifatnya spektakuler.

Pada pergelaran wayang zaman dulu, Sinden duduk di belakang Dalang, tepatnya di belakang tukang gender dan di depan tukang Kendhang.[6] Hanya seorang diri dan biasanya istri dari Dalangnya ataupun salah satu pengrawit dalam pergelaran tersebut. Namun, seiring perkembangan zaman, terutama pada era Ki Narto Sabdho yang melakukan berbagai pengembangan, sinden dialihkan tempatnya menghadap ke penonton tepatnya di sebelah kanan Dalang membelakangi simpingan wayang dengan jumlah lebih dari dua orang.

Di era modern sekarang ini Sindén mendapatkan posisi yang hampir sama dengan artis penyanyi campursari, bahkan sinden tidak hanya dibutuhkan untuk mahir dalam menyajikan lagu tetapi juga harus menjaga penampilan, dengan berpakaian yang rapi dan menarik. Sinden tidak jarang menjadi "pepasren" (penghias) sebuah panggung pertunjukan wayang. Bila Sindénnya cantik-cantik dan muda yang nonton akan lebih kerasan dalam menikmati pertunjukan wayang. Perkembangan wayang saat ini bahkan sinden tidak hanya didominasi wanita tetapi telah muncul beberapa orang sinden laki-laki yang mempunyai suara merdu seperti wanita, tetapi dalam dandannya sinden ini tetap memakai pakaian adat Jawa selayaknya pengrawit pria lainnya dan beberapa waktu lalu sinden laki-laki ini malah menjadi trend para Dalang untuk menghasilkan nilai lebih pada pergelarannya.

Lagu - lagu Sinden

  1. Tembang macapat (Wedhatama, Wulangreh, Centhini, Kalatidha, dan Tripama) digarap Palaran adapun Ladrang (misalnya: Pangkur).
  2. Lancaran Gugur Gunung
  3. Lancaran Manyarsewu
  4. Lancaran Blindri
  5. Ladrang Wilujeng
  6. Ladrang Pariwisata
  7. Ketawang Puspawarna
  8. Ketawang Ibu Pertiwi
  9. Langgam Yen Ing Tawang
  10. Langgam Nyidam Sari
  11. Langgam Aja Lamis
  12. Langgam Caping Gunung
  13. Gending Dolanan/Lelagon seperti Cublak-cublak Suweng, Jamuran, Jaranan, Kupu Kuwi, Sluku-sluku Bathok, Padang Bulan,

Referensi

  1. Pesona perempuan dalam sastra & seni pertunjukan. Sunan Ambu Press, STSI Bandung. 2009. hlm. 23. ISBN 978-979-8967-26-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Soedjiono,S. (1995). Album alat musik tradisional. hlm.52 Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
  3. Rasto; Aminah, Aam; Fetri, Tiray Reynita; Firda, Miftahul Rahmawatri; Suwanda; Fauziallah, Teguh Restu; Alip, Ilham Nur; Abgi, Abdillah; Hasanah, Siti (2024). Kearifan Lokal untuk Gen Z. Penerbit Adab. hlm. 131. ISBN 978-623-162-996-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. Cahya (2017). Tiga maestro wayang golek: proses kreatif, idealisme, dan gaya pertunjukannya. Sunan Ambu Press. hlm. 44. ISBN 978-979-8967-69-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. M.Pd, M. Arvin Nugroho (2022-12-20). Buku Panduan Guru Asesmen Unjuk Kerja Pendidikan Seni Musik. GUEPEDIA. hlm. 182.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. "Mengenal Pesinden atau Profesi Sinden dalam Tradisi Pagelaran Wayang Kulit". Tempo. 8 Desember 2024 | 21.33 WIB. Diakses tanggal 2026-01-17.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
Teori
Gamelan Jawa
Musicians performing musical ensemble, bas-relief of Borobudur.
A Java-Bali style Gong, hanging in a frame.
Genre dan
ansambel
Musisi
Alat musik
Kolotomi dan
penanda khusus
Instrumen balungan
atau melodi
Instrumen panerusan
Tak bernada
Vokal dan
tepuk tangan
Tata gendhing
Komposisi
terkenal
Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan