Selasa, 27 Oktober 2026
12:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Sidang Westminster

Sidang Westminster

Bagikan:
A painting of the Westminster Assembly in session. Philip Nye is standing and gesturing. Various figures are seated around a table. Prolocutor William Twisse is seated on a raised platform.
Lukisan karya John Rogers Herbert ini menggambarkan pidato kontroversial Philip Nye di hadapan Sidang, menentang pemerintahan gereja presbiterian.[1]

Sidang Westminster (bahasa Inggris:Westminster Assembly) adalah sebuah dewan para teolog dan anggota Parlemen Inggris yang ditunjuk dari tahun 1643 hingga 1653 untuk merestrukturisasi Gereja Inggris. Beberapa orang Skotlandia juga hadir, dan hasil kerja Sidang tersebut diadopsi oleh Gereja Skotlandia. Sebanyak 121 pendeta dipanggil ke dalam Sidang, dan 19 pendeta lainnya ditambahkan kemudian untuk menggantikan mereka yang tidak hadir atau tidak dapat hadir lagi. Sidang ini menghasilkan Bentuk Pemerintahan Gereja, sebuah Pengakuan Iman, dua katekismus atau pedoman untuk pengajaran agama (Kecil dan Besar), dan sebuah pedoman bagi liturgi, Pedoman Ibadah Umum, untuk Gereja Inggris dan Gereja Skotlandia. Pengakuan Iman Westminster dan Katekismus Westminster diadopsi sebagai standar doktrinal di Gereja Skotlandia dan gereja Presbiterian lainnya, di mana mereka tetap bersifat normatif. Versi Pengakuan Iman yang dimodifikasi juga diadopsi di gereja-gereja Kongregasional dan Baptis di Inggris dan New England pada abad ketujuh belas dan kedelapan belas. Pengakuan Iman ini menjadi sangat berpengaruh di seluruh dunia berbahasa Inggris, terutama dalam teologi Protestan Amerika.

Sidang Westminster dipanggil oleh Parlemen Panjang sebelum dan selama permulaan Perang Saudara Inggris Pertama. Parlemen Panjang dipengaruhi oleh Puritanisme, sebuah gerakan keagamaan yang berupaya mereformasi gereja lebih lanjut. Mereka menentang kebijakan keagamaan Raja Charles I dan William Laud, Uskup Agung Canterbury. Sebagai bagian dari aliansi militer dengan Skotlandia, Parlemen setuju bahwa hasil dari Sidang ini akan membawa Gereja Inggris menjadi semakin mirip dengan Gereja Skotlandia. Gereja Skotlandia diperintah oleh sebuah sistem yang terdiri dari majelis penatua terpilih yang disebut presbiterianisme, dan bukan diperintah oleh uskup, yang disebut sebagai episkopalianisme, yang digunakan dalam gereja Inggris. Para komisioner dari Skotlandia menghadiri dan menasihati sidang sebagai bagian dari persetujuan. Ketidaksetujuan mengenai pemerintahan gereja menyebabkan perpecahan yang terbuka di dalam Sidang, meskipun ada upaya-upaya untuk mempertahankan kesatuan. Kelompok teolog yang mendukung presbiterianisme adalah mayoritas, tetapi pihak kongregasionalis, yang memiliki pengaruh lebih besar dalam militer, mendukung otonomi bagi masing-masing jemaat daripada penundukan jemaat kepada majelis regional dan nasional yang diwajibkan presbiterianisme.

Parliament eventually adopted a presbyterian form of government but lacked the power to implement it. During the Restoration of the monarchy in 1660, all of the documents of the Assembly were repudiated and episcopal church government was reinstated in England.

Referensi

  1. ↑ de Witt 1969, hlm. 112.

Sumber

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Dokumen
People
Abad
The Nicene Creed at the First Council of Nicaea
Gereja perdana
Awal mula
dan Zaman Apostolik
Periode pra-Nikea
Kuno akhir
Kristen Katolik
(Garis waktu)
Kekristenan
Timur
Abad
Pertengahan
Reformasi
dan
Protestanisme
Lutheranisme
Calvinisme
Anglikan
Anabaptis
1640–1789
1789–sekarang
Portal
Akses topik terkait
Temukan informasi lain di
proyek saudari Wikimedia

51°29′58″N 0°07′43″W / 51.4994°N 0.1286°W / 51.4994; -0.1286

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan